
CHAPTER 1 : KESENGSARAAN
Di suatu dunia bernama Luminos, ada sebuah kerajaan megah yang disebut Kerajaan Cahaya. Kerajaan ini dikenal karena pengagungan mereka terhadap Dewa Cahaya, dan ibukotanya adalah tempat yang sangat makmur dengan bangunan-bangunan yang megah dan kota khusus yang ditempati oleh para bangsawan. Di ibukota ini, tingkat kemakmuran begitu tinggi sehingga banyak pedagang dari kerajaan lain datang untuk mencari keberuntungan dan tidak sedikit dari mereka yang berhasil meraih kesuksesan yang gemilang.
Namun, sayangnya, kemakmuran ini tidak merata di seluruh penjuru kerajaan. Terdapat sebuah desa yang terletak di ujung perbatasan Kerajaan Cahaya yang hidup dalam keterbelakangan dan kemiskinan yang sangat mengenaskan. Desa ini bernama Desa Kai. Tingkat kemakmuran yang rendah di Desa Kai ini telah membawa dampak yang serius. Kehidupan di sana dipenuhi dengan pembunuhan, perdagangan manusia, dan tingkat kriminalitas yang sangat tinggi. Desa itu tenggelam dalam bayangan yang gelap, tak mampu menikmati sinar kehidupan yang bersinar terang di Kerajaan Cahaya.
Di alam yang luas dan penuh dengan keindahan cahaya, di mana matahari yang bercahaya mencium setiap sudut, ada sebuah permukiman yang tersembunyi di antara keagungan Kerajaan Cahaya. Permukiman ini menjadi saksi dari perjuangan seorang pemuda bernama Morgan. Morgan adalah seorang yang hidup dalam kegelapan dan kemiskinan, dan dia tinggal di lorong-lorong kumuh Desa Kai. Meskipun penduduk Kerajaan Cahaya dengan setia menyembah Dewa Cahaya, Morgan telah memilih jalan yang berbeda. Di dunia di mana sinar matahari menentukan alur kehidupan, Morgan bertahan dalam kegelapan yang mendalam. Dia menolak untuk mengikuti dogma dan keyakinan yang tersebar luas di kerajaan.
Sementara Kerajaan Cahaya terus memancarkan keindahannya, ada pertemuan dua dunia yang saling bertabrakan di dalam jiwa Morgan. Dunia cahaya dan dunia kegelapan bertarung dalam kehidupan Morgan. Di tengah-tengah kemiskinan dan penderitaan, Morgan menemukan kedamaian kecil dalam kegelapan yang dalam. Dia melihat ketidakadilan yang melanda dirinya, dan dia menolak menjadi bagian dari ketaatan buta terhadap keyakinan yang dipaksakan.
Morgan menjadi saksi bisu atas perbedaan drastis antara kerajaan megah yang memuja cahaya dan desa terlupakan yang terjebak dalam kegelapan. Namun, dibalik kerumitan hidup mereka, Morgan memendam tekad yang kuat untuk mengubah takdirnya dan mencari kekuatan untuk melawan penindasan. Dia percaya bahwa bahkan di dalam kegelapan yang paling dalam sekalipun, ada kekuatan yang dapat mengubah hidup dan membawa cahaya kepada dirinya yang hidup di sisi tergelap.
__ADS_1
Dalam perjuangannya melawan ketidakadilan, Morgan mencari kekuatan yang bisa menjadi sumber cahaya bagi dirinya yang dilupakan. Dan dalam kegelapan yang dia pilih, sebuah perlawanan tumbuh untuk menghadapi tirani yang ada di Kerajaan Cahaya.
Saat itu, Morgan mengumpulkan orang-orang yang tidak menyembah Dewa Cahaya dan menentang kebijakan yang tidak adil. Bersama-sama, mereka membentuk perlawanan yang bertujuan untuk menghadapi tirani yang ada di Kerajaan Cahaya. Perlawanan ini tumbuh makin besar setiap hari, dan banyak penduduk desa lain yang bergabung dalam perjuangan Morgan.
Morgan dan para pengikutnya melancarkan aksi-aksi terhadap penguasa yang korup di Kerajaan Cahaya. Mereka mengungkapkan kebenaran yang tersembunyi di balik keindahan kerajaan tersebut. Dalam kegelapan yang mereka pilih, mereka membawa perubahan dan membawa cahaya kepada mereka yang hidup dalam kesulitan.
Perlawanan tersebut menjadi inspirasi bagi penduduk desa lain di seluruh Luminos. Mereka melihat bahwa bahkan di dalam kegelapan yang paling dalam, ada kekuatan yang dapat mengubah takdir mereka. Makin banyak orang yang bergabung dalam perlawanan, makin besar pula cahaya yang terpancar di tengah-tengah kegelapan.
Akhirnya, melalui perjuangan dan tekad yang kuat, Morgan dan perlawanan berhasil mengubah nasib mereka yang hidup dalam kesulitan. Mereka berhasil melawan ketidakadilan yang merajalela di Kerajaan Cahaya. Kerajaan Cahaya harus menghadapi konsekuensi dari tindakan-tindakan mereka yang korup, dan desa Kai serta puluhan desa lain berubah ke titik yang lebih baik dan memiliki kehidupan yang layak.
Setelah waktu berjalan lebih dari 2 bulan lamanya, kabar pemberontakan itu terdengar sampai telinga Raja. Maka, Raja melakukan pencarian besar-besaran pada kasus tersebut.
__ADS_1
Hingga Kerajaan Cahaya mengetahui dalang di balik pemberontakan tersebut. Raja membuat keputusan untuk membasmi mereka yang memberontak serta memusnahkan desa-desa yang terlibat, langkah itu sempat mendapat penolakan dari para penduduk dan para petinggi Kerajaan. Namun salah satu dari bangsawan yang juga licik, menghasut para penduduk dengan memberikan informasi palsu sehingga membuat mereka yang menolak akhirnya menyetujui rencana itu. Kerajaan mengambil tindakan dengan mengirimkan salah satu dari tiga kesatria legenda, yaitu seorang kesatria bernama Lause yang terkenal memiliki sihir Cahaya level 10. Selain itu, mereka juga mengirim puluhan petualang kelas A dan S untuk membantu dalam upaya pembasmian. Pasukan tersebut diberi perintah untuk membasmi dan menghancurkan semua desa yang terlibat dalam pemberontakan, beserta penduduknya.
Pertempuran sengit terjadi di seluruh Luminos. Desa-desa yang terlibat dalam pemberontakan diserbu dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Cahaya. Tak ada ampun bagi mereka yang memberontak. Namun, ada satu desa yang dikecualikan dari kehancuran tersebut: Desa Kai. Desa Kai dibiarkan bertahan, tetapi sebagai sebuah tempat pembuangan bagi para penjahat. Desa tersebut menjadi tempat di mana mereka yang dianggap sebagai ancaman bagi kerajaan diasingkan dan dibiarkan hidup dalam keterbelakangan dan kegelapan.
Morgan, sebagai tokoh sentral dalam perjuangan melawan tirani, mengalami nasib yang lebih buruk setelah pemberontakan. Statusnya direndahkan oleh Raja, menjadikannya sosok yang dihina dan diabaikan oleh masyarakat. Dia hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Tidak ada yang peduli kepadanya, dan hari-hari yang dilaluinya penuh dengan penderitaan. Morgan harus bertahan dalam kesendirian dan kegelapan yang membebani hidupnya.
Namun, Kerajaan Cahaya tidak berhenti di situ. Mereka memutuskan untuk memberlakukan peraturan yang lebih keras terhadap Morgan. Jika ada orang yang berani membantu Morgan, mereka akan dihukum mati. Peraturan ini bertujuan untuk memastikan bahwa Morgan tetap terisolasi dan tidak ada yang berani melawan atau membantunya. Karena Morgan merupakan sosok yang membahayakan bagi Kerajaan, setiap hari Morgan harus menerima hal yang mengerikan guna membuatnya tak berdaya lagi.
Hari-hari yang dilalui Morgan menjadi makin sengsara. Dia hidup dalam kesendirian dan kegelapan yang tak terbayangkan. Tidak ada secercah cahaya yang mampu menerangi jalannya. Namun, dibalik penderitaannya, Morgan tetap teguh pada tekadnya yang luar biasa. Dia menolak untuk menyerah pada kegelapan dan keputusasaan. Dalam hatinya, dia terus membakar tekad untuk membasmi ketidakadilan yang telah menghancurkan hidupnya.
Morgan menghabiskan waktu sebagai pencari rumput dan membersihkan kotoran, dia juga sempat menjalin hubungan dengan penduduk yang juga terbuang. Meskipun beberapa orang takut akan konsekuensi yang mungkin terjadi, ada wanita tua yang mulai melihat kebaikan dalam diri Morgan dan memilih untuk membantunya secara diam-diam. Wanita itu memberikan makanan, minuman, dan harapan kepada Morgan dalam kegelapan yang melingkupinya.
__ADS_1
Melalui perjuangan dalam kegelapan, Morgan mengumpulkan kekuatan dan strategi untuk menghadapi tirani yang ada di Kerajaan Cahaya. Dia menyadari bahwa kekuatan yang sesungguhnya ada di dalam dirinya, dan tidak bergantung pada cahaya yang dipuja oleh kerajaan.
Inilah kisah perjuangan Morgan, seorang individu yang menentang arus untuk menciptakan cahaya di tengah bayangan dan membawa perubahan kepada dirinya yang hidup di sisi tergelap Kerajaan Cahaya. Melalui perjuangan dan tekad yang kuat, Morgan berharap dapat mengilhami dan mengubah nasibnya yang hidup dalam kesulitan, serta melawan ketidakadilan yang merajalela di dunia Luminos.