Jenderal Iblis Adalah Seorang Manusia

Jenderal Iblis Adalah Seorang Manusia
Pekerjaan Baru


__ADS_3

CHAPTER 4 : PEKERJAAN BARU


Mereka telah berbincang selama waktu yang sangat lama hingga larut malam. Saatnya bagi Morgan untuk pamitan pulang ke rumahnya. Namun, Duma memintanya untuk menginap di sana dan pulang pada pagi hari. Tawaran itu mengejutkan Morgan, tetapi ia merasa bahwa itu bukanlah hal yang buruk. Tanpa ragu, ia menyetujuinya.


Sebelum tidur, Duma mendekatinya dan berkata, " Morgan, nanti ada hal yang ingin kubicarakan denganmu. Jadi, tetaplah di sini agar tidak perlu bolak-balik."


" Baik, Tuan Duma, terima kasih " jawab Morgan.


Setelah itu, Morgan pergi tidur di kamar yang telah disiapkan untuknya. Ia masuk ke dalam kamar yang terlihat sangat bersih dan rapi. Tempat tidur yang nyaman, ruangan yang hangat, dan aroma wangi dari lilin membuatnya merasa tenang. Itu adalah tempat yang sempurna bagi Morgan untuk beristirahat, ia merasa seperti sedang bermimpi karena dapat tidur di ruangan yang begitu layak. Morgan merebahkan tubuhnya di atas kasur, tekstur yang lembut membuatnya merasa sangat nyaman sehingga ia pun cepat tertidur.


Bunyi jam dinding yang berdentang menunjukkan bahwa pagi telah tiba. Duma datang ingin menemui Morgan, namun saat tiba di kamar, ia melihat Morgan masih tertidur lelap. Dengan enggan, Duma memutuskan untuk meninggalkannya dan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Morgan akhirnya bangun dan meninggalkan tempat tidurnya. Teringat dengan ajakan Duma untuk membahas sesuatu, Morgan segera mencarinya. Ketika pintu terbuka, terdengar suara orang yang sibuk memasak di dapur. Potongan sayuran dipotong dengan hati-hati, wajan berdesis dengan api yang membara, dan terdengar lantunan nyanyian. Aroma yang menggoda memenuhi udara, menyebar dari dapur hingga ke kamar Morgan, membuat perutnya keroncongan.


Morgan menuju dapur dan melihat Duma sedang memasak. Duma melihat Morgan dan dengan penuh semangat berkata, " Jangan hanya berdiri di sana, duduklah dan tunggu sampai makanan siap. Aku telah menyiapkan makanan istimewa untukmu. Selama ini, kau belum pernah merasakan makanan yang enak, kan? "


Morgan duduk di kursi yang telah disediakan, berbagai hidangan tersaji di meja. Morgan sangat terkejut, Duma yang pada awalnya menakutkan ternyata baik hati.

__ADS_1


Pertemuan yang awalnya menegangkan telah berubah menjadi momen kebahagiaan bagi Morgan. " Tuan Duma, bolehkah aku mulai makan? " tanya Morgan.


" Hahaha," suara Duma tertawa dengan keras. Lalu ia melanjutkan, " Tentu saja, aku sudah memberitahumu bahwa aku telah menyiapkan makanan untukmu. Dan jangan panggil aku 'Tuan Duma', cukup panggil aku 'Duma'. "


Morgan menjawab, " Baiklah, Duma. "


Morgan mengambil piringnya, mengisi dengan beberapa hidangan, dan mulai menyantapnya. Rasanya yang lezat memenuhi mulutnya yang kering, akhirnya ia bisa merasakan makanan yang belum pernah ia nikmati sebelumnya. Satu piring habis, lalu ia mengambil hidangan lainnya. Perutnya yang selalu lapar akhirnya merasa kenyang dan puas. Duma senang melihat masakannya disukai oleh orang lain, dan ia juga senang memiliki seseorang yang menemaninya di rumah yang sepi.


Setelah mereka selesai makan, Duma berkata pada Morgan, “ Sebaiknya kau tinggal di sini saja, sepertinya kau senang dengan tempat ini. Alasanku menawarkan ini karena, aku tidak ingin kau mati ditangan para penduduk sebelum tujuan kita tercapai. “


Dengan tegas, Duma menjawab, “ Bicara apa kau ini. Memang kau tinggal di sini, tapi bukan berarti kau tidak bekerja. Pekerjaanmu adalah mencari sesuatu di hutan sesuai permintaanku. Dan sebagai imbalannya, aku akan memberimu upah yang lebih besar daripada 10 keping perunggu. “


Morgan setuju dengan permintaan Duma, tawaran itu sangat menjanjikan baginya. Dengan upah yang sedikit lebih besar, Morgan dapat lebih cepat membeli peralatan yang ia inginkan, yaitu sebuah batu sihir yang sangat berguna untuk meningkatkan keberhasilannya dalam mempelajari sihir. Dalam buku yang pernah dibacanya, ia mengingat semua petunjuk untuk mendapatkan mana tanpa garis keturunan atau status bangsawan.


Duma mengajak Morgan masuk ke dalam toko, di sana mereka membahas pekerjaan tersebut. Duma mengambil sebuah buku dan membukanya di depan Morgan. Dia dijelaskannya, “ Morgan, ini adalah buku yang berisi informasi tentang tumbuhan liar, mulai dari yang dianggap tidak berguna hingga yang sangat langka. Aku ingin kau mencari tumbuhan herbal tersebut sebanyak satu keranjang penuh.

__ADS_1


(membuka buku halaman 45, terlihat gambar tumbuhan dan keteranganya)


Tumbuhan yang harus kau cari bernama soreal, tumbuhan herbal yang memiliki kemampuan penyembuhan luka. Soreal juga merupakan tumbuhan yang pernah kau gunakan saat pertama kali datang ke sini. Kau bisa mencarinya di dalam hutan, tepatnya di luar wilayah kerajaan. “


Morgan menjawab, " Obat oles itu diberikan oleh nenek Silva. Sungguh luar biasa khasiatnya dapat menyembuhkan luka dengan cepat. "


“ Oh, baguslah kalau begitu. “ kata Duma dengan senang.


Duma menambahkan, " Nah, Sekarang pergilah. Kumpulkan satu keranjang penuh tumbuhan tersebut, dan aku akan memberimu upah lebih dari 10 keping perunggu, bahkan mungkin beberapa keping perak. "


Morgan mengambil keranjangnya dan segera pergi. Duma juga memberikan kertas petunjuk tentang hutan tersebut. Dengan segera, Morgan menuju ke hutan untuk memulai pencariannya.


Morgan melangkah dengan hati-hati ke dalam hutan, tanpa melintasi gerbang desa seperti yang tertulis di petunjuk. Ia memasuki gua yang gelap, mengikuti petunjuk yang diberikan. melewati lorong yang panjang, ia merasakan tanah basah di bawah kakinya, yang lembab oleh tetesan air dari stalaktit yang menggantung di atasnya.


Setelah berjalan selama 20 menit, sebuah cahaya samar-samar mulai terlihat di ujung lorong. Mata Morgan berbinar saat menyadari bahwa cahaya itu merupakan jalan keluar dari gua. Ia telah mencapai hutan yang dipenuhi pepohonan raksasa. Namun, di tengah pepohonan yang lebat, banyak tumbuhan yang tumbuh dengan subur, membingungkan Morgan untuk menemukan tumbuhan yang ia cari. Tanpa pikir panjang, dia memutuskan untuk menjelajahi sekitar hutan dengan harapan menemukan tumbuhan yang diinginkannya. Morgan tidak ingin tersesat dalam hutan yang begitu luas ini, maka untuk berjaga-jaga, dia mengambil belatinya dan menggoreskan tanda pada batang pohon sebagai penanda agar ia tidak tersesat.

__ADS_1


Dalam perjalanan tersebut, Morgan menemui rerumputan yang begitu lebat, seolah-olah lautan hijau terbentang di depannya. Dengan teliti, ia menjelajahi setiap celah rumput, berusaha menemukan tumbuhan herbal yang mungkin tumbuh di antara helai-helai rumput tersebut. Matanya fokus memeriksa setiap sudut, dan dengan gembira ia menemukan tumbuhan herbal sesuai dengan gambar. Dengan cekatan, ia memetik tumbuhan-tumbuhan tersebut dan meletakkannya dalam keranjang. Morgan berhasil mengumpulkan semua tumbuhan herbal yang ada di sana, lalu ia melanjutkan pencarian ke tempat lain. Ternyata, tumbuhan herbal tersebut juga tumbuh subur di dalam semak-semak, dan jumlahnya tidak terhitung. Tanpa disadari, keranjangnya telah terisi penuh sebelum ia sempat memetik semua tumbuhan tersebut.


__ADS_2