Jenderal Iblis Adalah Seorang Manusia

Jenderal Iblis Adalah Seorang Manusia
Perang Besar


__ADS_3

CHAPTER 27 : PERANG BESAR


Cahaya emas di langit masih bersinar terang, dan awan-awan yang sebelumnya menutupi langit mulai menghilang. Saat awan benar-benar lenyap, puluhan juta prajurit cahaya terbang di langit. Namun, tidak hanya itu yang terlihat. Di antara mereka, ada enam dewa cahaya, dan dua di antaranya memancarkan cahaya yang paling terang.


Seorang wanita dengan pedang dan perisai emas berdiri di barisan paling depan. Pakaiannya dipenuhi dengan armor cahaya emas yang memancarkan kekuatan yang megah. Rambut pirangnya yang panjang terurai, dan matanya memancarkan cahaya emas yang memikat. Mahkota di kepalanya dihiasi dengan bulu angsa yang indah. Wanita itu berseru di langit dengan suaranya yang menggetarkan, " Pengadilan altar langit harus ditegakkan! Ranah iblis ini akan menjadi saksi atas pengadilan ini! "


Tetua pertama maju ke depan dan berbicara dengan lantang, " Sungguh lancang! Kalian datang kemari membawa bencana, dan sekarang kalian membawa dua puluh juta pasukan, empat dewa cahaya, dan dua tingkat leluhur. Lalu, Dewi Perang dan Dewi Kebijaksanaan, Zera, ingin memerangi kami? Mengapa Dewi Zera? Bukankah anda sudah mengetahui keadaannya? "


Dewi Zera menjawab dengan tegas, " Mengubah manusia menjadi iblis adalah tindakan terlarang, dan sekarang kalian protes? Tidak tahu malu! "


Frost berbisik khawatir, " Dia sudah dihasut, tindakan altar cahaya sudah di luar kendali. Jika kita berperang melawan Dewi Zera, itu akan menyulut api altar langit "


Hefei menepuk pundak Frost, " Sekarang bukan saatnya untuk mundur, lawan kita tidak akan memberikan pertimbangan. Aku tahu Dewi Zera bukanlah seperti ini, namun ketika kerajaan kita terancam, kita harus bertarung ". Frost menganggukkan kepalanya, memahami situasi yang terjadi.


Sementara itu, Azazel berteriak dengan keras," Kibarkan bendera perang! "

__ADS_1


Seruan itu adalah perintah langsung dari Leluhur. Terompet perang berbunyi dengan suara yang bergema di seluruh ranah iblis. Para tetua iblis segera terbang ke langit, sementara pasukan cahaya maju bersama dewa mereka. Pertempuran besar yang tak terhindarkan pun dimulai, dengan puluhan juta pasukan iblis dan pasukan cahaya.


Frost segera meluncur dengan cepat menuju Dewi Zera. Suara gesekan dan tabrakan pedang terdengar saat mereka beradu. Dewi Zera menggunakan perisainya untuk bertahan dan menyerang dengan pedang emas berkilauan, " Perintah dewi perang! Perisai langit! " Ketika pedang mereka bertabrakan, Frost terpental oleh kekuatan perisai itu. Serangannya tidak dapat menembus perisai, Frost tidak menahan dirinya. Dia mengangkat tangan kanannya dan mengucapkan mantra sihir, " Perintah dewa pedang! Pembelah langit! " Frost mengayunkan tangannya, dan cahaya pedangnya dengan ganas memotong perisai Dewi Zera. Dua kekuatan dewa terus bertarung dengan sengit. Tanpa diduga leluhur cahaya bergabung dalam serangan terhadap Frost, " Perintah leluhur! Pembakar dunia! " Cahaya yang membara bersinar terang, meliputi seluruh ranah iblis dan membakar kulit para iblis. Frost segera menggunakan pedangnya untuk melindungi dirinya sendiri, sementara pasukan iblis merasa panas terbakar akibat cahaya yang menyilaukan.


Dewi Zera mempertanyakan kepada leluhur cahaya dengan rasa geram, " Apakah ini caramu bertarung? Perintah leluhurmu terlalu kuat, bisa saja dunia manusia juga terkena dampaknya! "


Namun, Leluhur cahaya menjawab dengan nada sombong, " Oh, maaf sekali, Dewi Zera. Iblis berada pada derajat yang lebih rendah, jadi saya tidak bisa membiarkan mereka menghina derajat kami yang lebih tinggi. Oh, mengenai manusia, hal itu tidak menjadi masalah besar. Meskipun mereka mengalami bencana,  tidak mungkin menyebabkan kepunahan mereka "


Wajah kelicikan terpancar jelas di wajah leluhur cahaya, dan Dewi Zera merasa semakin kesal dengan sikapnya yang congkak tersebut. Leluhur cahaya yang lain turut datang dan menghina Frost dengan nada merendahkan, " Hahaha, jadi inikah kehebatan Dewa Pedang? Ternyata jenderal iblis hanya sebatas ini " Keempat dewa cahaya yang lain ikut tertawa, dan di antara mereka ada yang berkata, " Sebaiknya kita mengejar putri mahkota itu, pasti akan menyenangkan bisa menggunakannya sebagai budak, hahaha "


Namun, Frost dengan senyuman sombongnya menyela pembicaraan tersebut, " Hei, anjing-anjing langit! Kata-kata kalian tidak layak dengan sifat langit. Mungkin aku akan mengambil tindakan lebih jauh, tetapi semuanya sepadan dengan harga diri bangsa iblis "


Salah satu dari mereka juga mengintimidasi, " Tindakan apa yang bisa dilakukan oleh bangsa iblis? Jika kalian tidak ingin dihancurkan, lebih baik tunduk pada kami "


Frost melihat sekelilingnya dan menyadari bahwa semua iblis masih terjebak dalam pengaruh panas cahaya terang di langit, mereka tidak dapat bergerak sama sekali. Namun, langit tiba-tiba menjadi merah gelap, menarik perhatian semua pasukan cahaya. Hefei muncul di langit dan berseru, " Perintah mutlak! Pemakan jiwa! " Cahaya terang di langit langsung padam, digantikan dengan cahaya merah redup yang membuat suhu menjadi dingin. Senjata dan aura pasukan cahaya melemah. Leluhur cahaya mulai panik, sihir mereka terkekang hingga 80%, sehingga hampir semua mantra mereka tidak berfungsi. Sebagian pasukan cahaya bahkan melarikan diri dari medan perang.

__ADS_1


Frost mengangkat pedangnya,


" Perintah dewa pedang! Dominasi! "


Seluruh medan perang terselimuti oleh cahaya biru terang, simbol pedang muncul dan mengunci semua lawan serta menurunkan pertahanan, kecepatan, dan kekuatan mereka sebesar 80%. Leluhur cahaya tidak bisa berkata apa-apa, kekuatan mereka yang telah terkekang membuat suara mereka tidak dapat terdengar. Keadaan telah berbalik, Hefei dengan kekuatan yang besar menanyakan kepada Dewi Zera, " Kesalahanmu sudah fatal, Dewi Zera. Sekarang buatlah pilihan, mati atau menyerah "


Dewi Zera menundukkan kepalanya, " Saya salah telah memihak mereka dalam pertempuran ini, ketidakadilan telah membutakan saya. Maka, saya memilih untuk menyerah "


Dalam sebuah sihir yang besar, Dewi Zera berhasil terlepas dari kekangan. Namun, Hefei tak memberikan kesempatan bagi yang lainnya. Awan gelap turun menutupi seluruh pasukan cahaya, dan pada saat itu, asap masuk melalui hidung, mulut, dan telinga mereka. Tubuh pasukan cahaya mengalami kejang, dan inti kehidupan mereka dipaksa keluar, menyebabkan rasa sakit yang tak terbayangkan. Dewi Zera memalingkan pandangannya, merasakan pilu melihat pemandangan yang mengerikan. Di tubuh leluhur cahaya, asap merah naik ke atas, menuju Hefei, dan hal serupa juga terjadi pada dewa cahaya dan seluruh pasukannya. Asap tersebut berkumpul dalam genggaman Hefei, dan itulah inti kehidupan mereka semua. Sementara itu, tubuh yang telah ditinggalkan pecah menjadi butiran-butiran cahaya yang mengambang di udara.


Setelah semua pasukan cahaya menghilang, Dewi Zera berlutut di depan Frost dengan wajah yang penuh penyesalan. Ia berkata, " Saya sangat menyesal atas apa yang telah terjadi. Sebagai penebusan kesalahan ini, izinkan saya untuk membantu Anda dalam mengalahkan altar langit "


" Baiklah, namun ada beberapa hal yang harus kamu lakukan " jawab Frost.


Perang besar di ranah iblis akhirnya mereda, kekacauan yang terjadi telah berakhir. Bangunan-bangunan yang dulu megah kini hanya tinggal puing-puing, lautan dan seluruh tempat terlihat hancur dan rusak. Azazel berdiri sendirian di istana lautan darah, merenung dengan suara pelan, " Ujian telah selesai. Kedua jenderal iblis telah lulus dalam seleksi menjadi tetua "

__ADS_1


__ADS_2