
CHAPTER 11 : PENGETAHUAN DASAR
Dalam rasa hausnya, Asmothia tak lupa untuk meminum dua gelas air putih yang segar dan segelas susu manis. Setelah hidangan selesai, Asmothia mengajak Morgan untuk bersiap-siap berangkat menuju hutan, tempat yang akan menjadi arena latihan sihir mereka. Morgan tak dapat menolak ajakan tersebut, tetap teguh berpegang pada impian yang selalu ditanamkan dalam dirinya.
" Ikuti aku! " seru Asmothia sambil berlari.
Morgan dengan sigap mengikutinya, hingga akhirnya mereka tiba di halaman belakang rumah. Di tengah lahan kosong yang luas, Asmothia berdiri menanti kehadirannya.
Tak bisa menahan keingintahuan, Morgan bertanya, " Apa yang harus kulakukan, Putri Thia? "
" Berdirilah di sampingku! "
Morgan mengambil tempat di sampingnya, rasa gugup masih menyelimuti dirinya. Jantungnya berdegup kencang, siap menghadapi segala yang akan terjadi.
" Pegang erat tanganku, Morgan. Jangan pernah melepaskannya, atau tubuhmu akan terbelah " ucap Asmothia.
Morgan menatapnya dengan penuh kepercayaan dan menggenggam tangannya dengan erat. Tiba-tiba, angin berhembus kencang di sekeliling mereka. Sihir terbentuk 360 derajat membuat lingkaran di sekitar mereka.
Cahaya merah memancar memutari lingkaran, menciptakan ilusi yang mengagumkan. Saat proses teleportasi dimulai, Morgan merasakan kehangatan yang memenuhi seluruh tubuhnya, seolah-olah ada kekuatan yang sedang merasuki setiap rongga jiwanya. Dalam sekejap mata, Morgan mendapati dirinya berada di tengah hutan belantara yang luas, di tempat yang baru dan tak terduga. Itulah kali pertama ia merasakan sensasi perpindahan menggunakan sihir teleportasi.
Hutan itu begitu sunyi, hanya terdengar angin berhembus dan suara langkah mereka. Kemudian, angin besar melanda mereka dengan kekuatan yang luar biasa, membuat pohon-pohon besar bergoyang-goyang. Angin semakin membesar, mendorong tubuh Morgan sehingga ia terpaksa bergerak mengikutinya. Namun, dengan satu tepukan tangan dari Asmothia, angin kencang itu berhenti tiba-tiba. Morgan melihatnya dengan decak kagum, pohon-pohon yang sebelumnya bergoyang diam begitu saja.
__ADS_1
Asmothia menyilangkan tangannya dengan semangat dan berkata,
" Inilah yang disebut elemen angin. Elemen ini merupakan yang paling sulit di antara semua elemen kehidupan, tetapi sangat efektif dalam membangkitkan sihir. Sebelum kita lanjut, aku akan menjelaskan apa itu sihir dan bagaimana sihir terbentuk. Pengetahuan ini sangat penting bagi seorang pengguna sihir untuk meningkatkan keahliannya. Sekarang, duduklah dan dengarkan dengan baik "
Morgan pun mencari tempat yang nyaman untuk duduk, melihat ada batu besar ia pun pergi kesana. duduk sambil menyandarkan punggungnya pada batu besar itu, Asmothia juga duduk di depannya.
Morgan mencari tempat yang nyaman untuk duduk dan melihat sebuah batu besar. Ia pergi ke sana dan menyandarkan punggungnya pada batu itu. Asmothia juga duduk di depannya.
" Sekarang, apakah kamu tahu apa itu sihir? "
Morgan menggelengkan kepalanya, " Aku tidak tahu, meskipun aku pernah membaca buku tentang sihir. Tapi aku belum benar-benar mengerti pengertian sihir itu sendiri "
" Hahahaha, baiklah, aku akan menjelaskannya padamu, wahai pelayanku " Asmothia bersemangat
" Asal usul energi ini ada di dalam roh, menghubungkan pikiran dan hati kita untuk mewujudkan kekuatan roh. Namun, perlu diingat bahwa kekuatan roh hanya efektif melawan roh, sehingga pikiran dan hati kita perlu diselaraskan agar kekuatan roh dapat menyatu dengan dunia nyata "
Morgan bertanya, " Putri Thia, apakah kekuatan roh bisa digunakan untuk melawan iblis? Dan apakah sihir memiliki kekurangan? "
Asmothia mulai memperlihatkan wajah sombongnya,
" Tentu saja, kekuatan roh bisa digunakan untuk melawan iblis, karena iblis sendiri terbentuk dari roh. Mereka yang berasal dari roh tidak akan terluka jika diserang secara fisik oleh makhluk duniawi. Begitu pula sebaliknya, mereka tidak bisa melukai makhluk duniawi secara fisik. Itulah mengapa sihir diciptakan, untuk melewati batasan itu "
__ADS_1
" Lalu, kekurangan sihir hanya dapat dirasakan oleh makhluk duniawi, sementara makhluk roh tidak terpengaruh oleh kekurangan tersebut. Bagi mereka yang bukan roh, sihir bisa sangat menguras mana atau energi kehidupan. Jika tingkat mana berkurang, pemilik roh akan mengalami kelelahan, dan jika mana menurun di bawah batas kemampuan, pemilik roh bisa mengalami kematian. Itulah mengapa di kerajaan tempatmu tinggal dan di seluruh luminos, banyak yang diberkahi oleh para dewa. Berkah tersebut dapat meningkatkan kapasitas mana yang seharusnya terbatas menjadi lebih besar "
Asmothia mengambil sebatang ranting dan menggambar enam kotak. Di setiap kotak ditulis nama-nama elemen: angin, air, api, tanah, cahaya, dan kegelapan. Lalu, ia memberikan contoh-contoh sihir yang berkaitan dengan setiap elemen tersebut.
" Inilah elemen-elemen dasar dalam menguasai sihir. Elemen angin adalah yang paling dasar dari semua elemen, dan pelatihan sihir dimulai dari sini. Untuk mengaktifkan energi sihir, diperlukan latihan yang ketat. Dan bagi yang tidak memiliki mana, perlu dilakukan tindakan lebih lanjut. Sekarang, berbaliklah kepadaku. Aku akan membuka aliran mana di dalam rohmu, agar kamu tidak mengalami ledakan organ saat mengalirkan sihir " kata Asmothia.
Morgan berbalik, duduk dengan punggung menghadap Asmothia. Tangan kecil Asmothia menyentuh punggung Morgan, dan secara tiba-tiba, ia merasakan tekanan kuat di dalam jantungnya. Keringat mengalir deras, dan ia merasakan gejolak energi yang membuat jantungnya berdetak kencang. Tangan dan kakinya mulai kesemutan, dan punggungnya merasakan dingin yang luar biasa. Tubuhnya menjadi kaku dan tak bisa digerakkan. Kemudian, Asmothia mengucapkan sesuatu dengan suara pelan.
“ Ravla relia, ravla isma, ravla velv, ravla solva, ravla simpto, ravla agh. Salv an asti Morgan Wolfe vla mer vlimp e dis aria “
Tiba-tiba Morgan terjadi benturan di dalam badannya, telinganya berdenging keras. Kepalanya mulai berputar, tubuhnya tidak kuat menahan dan akhirnya pingsan. Ketika Morgan membuka matanya, ia sudah berada di kamarnya. Asmothia ada di dekatnya sambil makan roti bundar.
“ Kau sudah bangun? tidurmu sangat lama sekali sehingga latihan dilanjutkan besok pagi “
“ Putri Thia, maafkan aku. Badanku tadi terasa ingin meledak, kepalaku juga pusing dan akhirnya semua menjadi gelap “ jawab Morgan merasakan sekujur tubuhnya sakit semua.
“ Kamu mungkin tidak menyadarinya, tetapi aku akan menjelaskan kebenarannya. Setiap makhluk, tak terkecuali, pasti memiliki mana. Namun, saat aliran mana itu terhalang, maka mana tidak dapat berfungsi dengan baik. Aku telah membuka aliran itu, bagi kamu yang pertama kali membangkitkannya. Karena itu, terjadi ledakan energi yang menyebabkan kamu pingsan “
Morgan terbaring tak berdaya, tubuhnya menjadi kaku dan tak bisa digerakkan. Lalu, dengan suara keras, Asmothia berseru, " Salv orbe! "
Seketika itu juga, tubuh Morgan dipenuhi rasa panas yang melanda setiap ototnya. Sebuah simbol iblis kemarahan muncul di dada Morgan, dan cahaya merah terang menerangi seluruh kulitnya. Perlahan, rasa sakit itu mulai mereda, dan dalam beberapa detik, Morgan akhirnya mampu menggerakkan tubuhnya kembali. Ia berusaha untuk bangkit berdiri, dan rasa sakit itu lenyap sepenuhnya. Dengan penuh kegembiraan, Morgan berteriak,
__ADS_1
" Wow! Aku benar-benar sembuh, Putri Thia. Kamu luar biasa! "
Asmothia sangat menikmati pujian yang dilontarkan padanya, “ Puji Aku terus, Hahahaha “