
CHAPTER 21 : PEMBANTAIAN RAS NAGA LAUT
Penghalang merah darah melingkupi seluruh lautan, hingga ke negeri naga, menimbulkan gelap gulita di baliknya. Semua yang terjebak di dalam penghalang itu merasa kehilangan kekuatan sihir mereka, karena efeknya sangat kuat naga yang memiliki sihir lemah langsung mati pada saat itu juga. Ketakutan melanda para tetua naga di lautan dan di negeri mereka sendiri, dan mereka segera bergegas mencari sumber penghalang yang begitu kuat itu. Terbanglah para tetua dan pahlawan naga di angkasa, mencari jawaban atas misteri penghalang yang menakutkan ini.
" Siapa yang menciptakan penghalang ini, Tetua Fou? Bahkan naga sehebat Anda pun terasa tertekan " tanya pahlawan naga.
Salah satu tetua dengan serius menjawab, " Dari kekuatan yang terpancar, sepertinya ini merupakan ulah iblis "
" Hah? Iblis? Bukankah mereka lemah? Bagaimana mereka bisa menghasilkan kekuatan sebesar ini? Mungkin mereka mendapat bantuan dari para dewa " kata sang pahlawan dengan meremehkan.
Tetua Fou berhenti dan langsung menampar sang pahlawan dengan keras. " Dasar bodoh! Tidakkah kamu melihat di langit? Wujud kepala kambing bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan. Iblis ini bukanlah iblis sembarangan, melainkan simbol pengorbanan. Semua anak naga, mulai dari bayi hingga dewasa dengan kapasitas sihir yang rendah, semuanya tewas! "
Sementara mereka bertengkar, awan yang berputar-putar mulai membentuk wujud kepala kambing yang besar. Awan hitam yang menggumpal semakin banyak berkumpul di dalam wujud itu, petir semakin ganas menyambar ke seluruh lautan. Kemudian, pemimpin ras naga beserta putranya datang dengan membawa jutaan pasukan naga yang siap bertempur. Dalam kehadiran sosok yang berkilauan oleh petir dan dikelilingi oleh cahaya merah, jutaan suara menggema dengan keras di langit.
__ADS_1
" Nyawa dibayar dengan nyawa. Kematian pelayan putri mahkota akan ditebus dengan nyawa seluruh ras naga laut, hanya sang Raja yang akan tetap hidup "
Raja naga laut berlutut dan memohon kepada wujud Azazel, " Mohon ampuni kami, wahai penguasa ranah iblis. Saya tahu bahwa salah satu dari kami telah membunuh pelayan setia Anda, tetapi apakah Anda telah merenggut banyak nyawa dari kami, bahkan nyawa bayi naga, bukankah itu sudah cukup? Jika lebih dari ini, kami tidak akan memiliki masa depan "
Lalu, suara petir menggelegar di langit. Hujan darah turun dengan derasnya, membasahi seluruh wilayah di dalam penghalang. Suara Azazel menjawab dengan tegas,
" Pengorbanan ini adalah pembalasan atas keberanian kalian yang melawan iblis! "
" Putri Mahkota, pelayanmu telah kubangkitkan. Sekarang ia berada di neraka lapisan ke-8 untuk diubah menjadi iblis murni " kata Azazel diiringi jutaan suara.
" Terima kasih, Yang Maha Agung, leluhur kami, Tuan Azazel " jawab Asmothia dengan hormat penuh.
Ketika Azazel akan pergi, ia menoleh ke arah Raja naga dan berkata, " Raja naga, jika kau bersekutu dengan kerajaan cahaya, seluruh ras naga akan kuhancurkan "
__ADS_1
" Hamba mengerti " kata Raja naga dengan tunduk.
Azazel pergi bersama para tetua iblis, menghilang dalam awan. Kegelapan yang menutupi lautan mulai menghilang, dan keadaan kembali normal. Dalam penampakan Azazel tersebut, tidak ada yang mengetahuinya kecuali mereka yang berada di dalam penghalang. Asmothia merasa lega mendengar bahwa Morgan masih hidup, dan Nyx juga merasa senang mendengarnya. Saat Asmothia hendak melihat jasad Morgan, tiba-tiba jasad itu menghilang. Asmothia panik, dan ketika memalingkan pandangannya ke depan, ia melihat seorang wanita bergaun hitam dengan kepalanya tertutup oleh kain hitam. Tepat di depan kakinya, jasad Morgan tergeletak.
" Siapa kamu? " tanya Asmothia dengan marah.
Amarahnya semakin memuncak, dan tanpa berbicara panjang lebar, Asmothia menyerang wanita itu. Namun, saat ia berlari cepat menuju wanita itu, jarak antara mereka tidak berubah. Asmothia mencoba lagi, kali ini menggunakan teleportasinya. Namun, lagi-lagi jarak mereka tetap sama dan posisi wanita itu tidak berubah. Nyx memegang tangan Asmothia dengan penuh kekhawatiran.
" Putri, tenanglah. Jangan teruskan ini. Wanita itu terlalu kuat bagi kita berdua "
Wanita itu mengangkat jari telunjuknya, dan seketika suara di sekeliling menjadi hening. Tidak ada suara ombak, tidak ada suara angin yang berhembus.
" Besok tengah malam, datanglah ke tempat ini, Putri Mahkota " ucap wanita itu. Setelah itu, ia menghilang, dan suara di sekitar kembali normal seperti sebelumnya.
__ADS_1