Jodoh Pilihan Bunda

Jodoh Pilihan Bunda
Percayalah??


__ADS_3

Riska yang sudah berada di dalam kelas akan memulai materi ketika tiba-tiba terdengar langkah kaki masuk ke dalam ruangan itu, dirinya mengerutkan keningnya ketika melihat ternyata orang yang saat ini masuk tanpa permisi tanpa mengetuk pintu lebih dahulu adalah orang yang sudah dirinya hukum tadi di lapangan basket.


pemuda itu bahkan tidak peduli sama sekali dengan dirinya sekedar mau mengucapkan salam ataupun mengakui kesalahannya, dan kini nyelonong masuk begitu saja lalu memberi kode kepada Delon agar segera pindah karena dirinya ingin duduk tepat di depan kelas entah maksud Apa tujuannya Riska juga tidak paham sama sekali.


semua mahasiswa yang ada di ruangan itu hanya menoleh ke arah Adrian ada yang begitu antusias kemudian ada yang sedikit merasa heran karena pemuda itu terlihat begitu berani, Padahal kalau seperti begini seharusnya murid yang datang terlambat mengakui kesalahannya dan menerima hukuman dari guru yang ada bukan malah tidak peduli dan juga seolah-olah Riska yang ada di depan kelas itu adalah bayangan yang tidak pantas untuk dihargai.

__ADS_1


riska yang tadi sudah membuka buku untuk menjelaskan materi yang ada langsung menutupnya kembali kemudian membantingnya keras di atas meja, sampai vas bunga yang ada di situ pun sedikit bergeser tempatnya untung juga tidak jatuh ke bawah lantai karena jika sampai terjatuh Ya otomatis bisa pecah.


wanita itu merasa sangat tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Adrian saat ini, sempat bisa-bisanya melakukan semuanya dan juga tidak menghargai dirinya yang jelas-jelas merupakan seorang dosen yang harusnya dihormati dan juga dipatuhi setiap apa yang dikatakannya.


" Wah dia keren sekali loh, Apakah dia anak baru di sini kalau memang iya Maka aku harus bisa mendekatinya? " ujar Maudy yang merupakan salah satu mahasiswa yang selalu kecentilan di tempat itu padahal semua siswa di situ tidak peduli dengan keberadaannya karena menurut mereka wanita itu terlalu kelebihan lebaynya dan juga terlalu pamer apa yang dimiliki oleh orang tuanya.

__ADS_1


semua orang tidak ada yang berani berbicara ketika melihat tatapan Riska yang begitu tajam yang ditujukan kepada Adrian, namun pria itu terlihat biasa saja dan lebih parahnya sekarang malah sibuk dengan ponselnya kemudian memasang earphone di telinganya seolah-olah berada dalam ruangan itu merupakan ruangan diskotik tempat di mana orang bisa bersenang-senang semau mereka.


" kamu yang ada di depan situ sekarang kamu maju di dalam kelas kamu ajar semua anak-anak yang ada di sini dan saya menjadi penonton, karena saya yakin kamu merasa percaya diri sekali Jika bisa membuat mereka menjadi anak yang pintar soalnya tingkah kamu ini bukan seperti seorang mahasiswa melainkan seorang dosen terkenal! "teriak Riska dengan suaranya yang lantang tidak ada nada gentar di dalamnya dan juga mungkin merasa takut kalau misalnya Adrian itu merupakan anak dari orang yang terpandang dan juga tidak bisa dianggap remeh.


Adrian terlihat begitu cuek padahal sejatinya earphone yang dirinya pasang itu tidak ada suara yang dikeluarkan sedikitpun dan ponselnya pun dalam keadaan mati, dirinya hanya ingin mengelabui semua orang Ya maksudnya mungkin Biar mereka sadar kalau sebenarnya dirinya sedang tidak peduli dengan keadaan sekitarnya.

__ADS_1


Delon merasa gusar dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Adrian maka dari itu pria itu segera menarik dengan kasar earphone yang sedang dipasang, kemudian menggebrak mejanya sebab menurutnya tingkahnya Adrian itu sudah sangat keterlaluan dan juga tidak mencerminkan sebagai seseorang pelajar yang pantasnya memakai tata krama ketika bersikap.


__ADS_2