Jodoh Pilihan Bunda

Jodoh Pilihan Bunda
Batal


__ADS_3

seperti apa yang dikatakan oleh dirinya tadi jika sekarang juga bakalan membawa Wanda pergi ke rumah orang tuanya maka saat itu pula yang dilakukan oleh Arya memang benar-benar terjadi, karena menurut pria itu jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut nanti yang ada tidak akan ada penyelesaian yang lebih lanjut tentang masalah yang mereka berdua sebab biar bagaimanapun dirinya juga sudah merasa capek kalau terus menerus harus seperti begini kalau terus-menerus harus mengalami yang namanya kebingungan untuk menghadapi semuanya tanpa henti.


Wanda benar-benar ketakutan ketika melihat wajah Arya Yang sepertinya benar-benar memarahinya dan juga tidak ingin berbicara dengannya, kalau ditanya salah oke memang dirinya benar-benar salah tetapi mau bagaimana lagi tadi itu kan secara refleks dirinya memukul Riska karena efek cemburu dan juga tidak suka jika Arya lebih mementingkan wanita itu dibandingkan dirinya Padahal jelas-jelaskan di situ ada dirinya juga setidaknya Arya itu harus paham dengan perasaannya bukan malah memikirkan Perasaan dari wanita lain.


Wanda merasa semakin ke sini Arya itu semakin berubah tidak pernah menghargai perasaannya dan juga tidak pernah mengerti keinginannya, karena Bayangkan saja apapun yang dilakukan olehnya tidak akan pernah berubah sebagai pria tersebut dan ada dirinya bahkan malah disalahkan lagi diperlakukan dengan begitu buruk dan juga bisa dibilang apapun keinginannya tidak akan pernah dihargai.


apalagi bisa dibilang wanita itu memang dari awal sudah terlalu memaksakan diri agar orang lain harus mendengarkan semua keinginannya tanpa terkecuali, walaupun sebanyak apapun Arya menyuruh Wanda berhenti Tetapi wanita itu tetap keras kepala dan juga tidak pernah berniat untuk mencoba menghargai semua keinginannya tanpa terkecuali.


Arya memilih untuk tidak akan pernah peduli dengan Wanda lagi mau wanita itu menangis dengan cara apapun mau berteriak histeris dengan yang bagaimanapun tetap saja keputusannya itu sudah bulat, kolagen kalau terlalu dibiarkan saja yang ada wanita itu bakalan tambah menjadi dan juga tidak akan pernah peduli dengan semua yang ingin dilakukan olehnya.


" Mas, jangan marah seperti itu dong! Oke aku tahu aku salah tapi kan itu aku sudah menyadarinya dan juga minta maaf sama kamu dari tadi kan, kenapa kamu seolah-olah tidak peduli dan juga tidak mau mendengarkan permintaan maaf dariku memangnya aku salahnya di mana? "tanya wanita itu yang merasa tidak suka ketika diperlakukan seperti begini ketika ada orang yang maksudnya dengan sengaja membuat dirinya bingung harus melakukan apapun dan juga intinya tidak tahu lagi harus bersikap yang bagaimana supaya semuanya sesuai dengan harapan.


Arya tertawa ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Wanda barusan,sebab menurutnya sekarang wanita itu mengatakan menyesal tapi kan kita tidak tahu nanti sebab terbukti tadi saja tanpa banyak berbicara Wanda pergi menemui Riska padahal sewaktu bertemu di acara reunian Riska itu sedikitpun Tidak peduli dengan keberadaan Arya di tempat itu dan juga terkesan sepertinya memilih untuk menghindar tapi kenapa pemikiran Wanda sampai sepi Cik dan juga sedang hal itu untuk maksudnya mencurigai seseorang yang terlalu berlebihan?

__ADS_1


"jangan banyak berbicara karena nanti mereka bakalan mengatur seperti apa keputusan yang bakal diambil ,jadi jangan banyak menciptakan drama yang nantinya akan kamu sesali karena hidup perlu banyak drama itu yang ada tidak akan ada penyelesaian yang berkepanjangan dalam status yang akan kamu jalani nantinya! " ujar Arya yang menurutnya apapun yang dilakukan oleh Wanda itu tidak akan pernah mempengaruhi keputusannya yang sudah bulat karena sebenarnya Inilah saat yang ditunggu-tunggunya selama ini Ketika wanita itu melakukan kesalahan tanpa disadari olehnya dan di saat itulah hubungan mereka bakalan berakhir sebab kali ini lebih parah lagi menyangkut Riska dan juga menyangkut harga diri wanita itu yang jelas-jelas malu karena Takutnya nanti tetangga bakalan berpikir yang tidak-tidak dan mengira jika Riska itu adalah pelakor dalam rumah tangga orang lain.


Wanda hanya bisa menangis karena melihat bahwa Arya itu tetap tidak bisa berubah pikiran dan mungkin mengerti dengan apa yang diinginkan olehnya yaitu tidak ingin berpisah darinya, sebab Biar bagaimanapun pernikahan mereka sudah ada di depan mata tidak mungkin menghentikan semuanya maksudnya biar jangan menjalani seperti apa yang diinginkan Takutnya nanti akan ada penyesalan di kemudian hari maka dari itu Arya Tentu saja tidak ingin mengambil resiko sebab orang itu ingin menikah hanya satu kali seumur hidup kemudian tidak ada kata perpisahan saat pernikahan itu sudah terjadi dan juga sudah di tengah jalan tapi tetap saja ada rasa penyesalan yang terjadi.


" tapi kan Sebentar lagi kita mau menikah masa iya kamu membatalkan begitu saja Padahal semua orang sudah tahu sama sekali, Tolonglah kamu mengerti dengan semuanya mengerti juga dengan keinginanku yang benar-benar sangat mencintai kamu dan tidak ingin berpisah tapi kalau misalnya kamu selalu seperti ini nanti aku bakalan seperti apa dan juga apa yang akan dikatakan oleh teman-temanku kemudian kelompok sosialita aku dan juga sahabat para orang tuaku yang nantinya bakalan bertanya kenapa sih sampai hal ini terjadi dan juga aku mau taruh di mana lagi karena semua orang pasti bakalan mencari tahu dan juga berpikir kenapa sampai ini semua terjadi kepadaku Padahal selama ini kan aku selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk hubungan kita hanya kamunya saja yang tidak ada niatan untuk memperjuangkan hubungan kita ini agar menjadi sesuai dengan harapan orang tua! "protes Wanda ketika melihat Arya yang tetap kokoh pada pendiriannya soalnya pakai mau bagaimana lagi Sudah berulang kali pria itu memberikan kesempatan namun selalu saja membuatnya kecewa selalu saja membuat dirinya merasa menjadi seorang pria yang tidak berguna karena bisa-bisanya memiliki calon istri yang lebih egois dan juga lebih memikirkan perasaannya dibandingkan orang lain seolah-olah air matanya itu merupakan sesuatu hal yang sangat murahan.


sesampainya di kediaman orang tua Arya pria itu dengan paksa menarik tangan anda agar segera turun dari mobil sebab menurutnya mau itu memainkan drama yang seperti apa pokoknya dirinya tidak akan pernah berubah pikiran sampai kapanpun, karena menurutnya orang-orang seperti itu mereka kebanyakan bohongnya daripada melakukan sesuatu dengan bernamakan yang namanya ketulusan maka dari itu tentu saja dirinya sudah tidak bisa lagi diajak kompromi dan juga tidak bisa lagi maksudnya memberikan toleransi berulang kali soalnya manusia hidup itu kan punya Batas kesabaran yang tidak mungkin akan terus-menerus di bawah sampai mati sebab suatu hari pasti dirinya juga bakalan merasa bosan!


Wanda ingin berusaha kabur sebab menurutnya kalau sampai mereka benar-benar masuk ke dalam rumah itu maka tamatlah hubungannya dengan Arya sampai kapanpun dan tidak akan pernah ada pernikahan di antara mereka berdua, Oke dirinya akui di sini Yang salah adalah akibat keputusan sepihak yang tadi sudah diambil tapi itu kan tadi menyangkut orang lain pula sebenarnya tidak ada yang salah karena kalau misalnya pria itu berpikir dengan baik ya seharusnya berterima kasih karena wanita itu kan selama ini selalu berusaha melakukan yang terbaik tentang hubungan mereka tidak akan pernah ada kata perpisahan di dalamnya karena menurutnya perpisahan itu dilarang.


"kenapa ? takut masuk ke dalam dan juga takut nanti Bakalan ditanya ini dan itu, Ya sudah kamu tenang saja karena nanti aku yang bakalan bertanggung jawab karena Bukankah yang ingin membubarkan hubungan ini adalah aku dan kamu cukup mendengarkan saja tidak perlu membantah apalagi bagiku ketika Mengetahui kegiatan anarkis yang kamu lakukan tadi maka rasaku untuk melanjutkan hubungan dengan kamu sudah benar-benar hilang! "tegas Arya membuat Wanda benar-benar kecewa karena sepertinya Arya itu memang lebih mementingkan Riska dibandingkan dirinya dan lebih mementingkan orang lain dibandingkan menghargai perasaan yang selama ini sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik.


saat masuk ke dalam rumah benar saja ada orang tuanya Wanda dan juga orang tuanya Arya yang tengah duduk bersama di ruang keluarga atau apa yang sedang mereka bahas, tetapi intinya di atas meja itu sudah begitu banyak katalog yang memberikan referensi tentang pesta pernikahan yang mewah dan juga meriah serta mampu menampung tamu undangan yang begitu banyak itu seperti apa.

__ADS_1


Arya tertawa sinis ketika melihat semua yang ada di situ Soalnya orang tuanya memang tidak pernah memikirkan perasaannya karena lebih mementingkan dirinya sendiri, mereka tidak pernah menanyakan apa yang diinginkan oleh anak-anak mereka soalnya pernikahan bisnis itu ya seperti begini orang tua yang bakalan mengatur anak cukup terima bersihnya saja!


"Arya,Wanda. syukur sekali hari ini kamu datang soalnya kita tadi memang Sempat ingin menelpon kalian untuk menanyakan kira-kira kalian itu ingin pernikahan yang konsepnya seperti apa, soalnya di sini pilihannya sangat banyak sampai-sampai kami bingung harus memilihnya Kalau boleh malah ingin memilih semuanya karena biar Bagaimana eh bisa kalian maksudnya mengatakan apa yang ingin kalian pilih, mungkin dengan begitu semuanya bakalan terasa begitu adil artinya kami orang tua yang menyiapkan sedangkan kalian yang menentukan pilihan yang paling terbaik? " tawar Melisa kepada putranya itu tetapi Arya terlihat menggelengkan kepala dan menyuruh Wanda untuk berdiri di tengah-tengah mereka membuat semua orang menatap heran ke arah wanita itu yang matanya tampak sembab seperti orang yang baru habis menangis.


"Arya, sebenarnya masalah apa antara kamu dan juga Wanda sampai-sampai kok calon menantu Mama seperti begitu? Apakah kamu lupa biasanya sebelum pernikahan itu ada begitu banyak cobaan yang datang hanya membuat kita mampu tidak untuk bersahabat Kemudian untuk mencurahkan segalanya, dia itu sudah sempurna Memangnya kamu mau cari yang sempurna lagi ya Model Bagaimana Jangan pernah sakiti dia dong Karena Mama tidak suka sama sekali! "ujar Melisa yang mencoba untuk meraih tangannya Wanda tetapi Arya menegurnya dengan begitu keras tidak peduli kalau misalnya ada orang tua anda di tempat itu yang tengah menatap penuh rasa heran ke arahnya.


" tidak ada di sini yang namanya calon menantu tidak ada yang di sini namanya calon pernikahan atau apapun itu, kalau kalian ngotot ingin menikah ya sudah kalian saja yang menikah untuk kedua kalinya tetapi aku tidak akan pernah melakukan pernikahan dengan wanita itu sekarang Dan juga nanti dan juga sampai kapanpun karena keputusanku sudah bulat! "ujar Arya membuat Melisa menatap heran ke arah anaknya itu.


Melisa jelas aja merasa heran Karena tanpa hujan tanpa angin anaknya itu datang membawa Wanda dalam keadaan yang Acak Adul seperti begitu lalu mengatakan tentang namanya pembatalan pernikahan di antara kedua orang itu, sebab menurutnya anaknya itu terkadang kalau mau membuat keputusan yang secara tiba-tiba sampai-sampai membuat mereka sebagai orang tua kadang bingung harus mencerna semua ini kayak bagaimana.


"Arya, Apa yang kamu katakan itu sampai membuat anak saya seperti begini dan kamu tahu kan kalau dia itu merupakan anak satu-satunya milik kami dan otomatis kami tidak ingin jadi Sakiti? " ujar Broto yang jelas saja merasa tersinggung ketika anaknya diperlakukan seperti begitu.


"sabar Mas Broto, nanti kita bakalan berbicara secara baik-baik mungkin saja mereka lagi khilaf sampai hasil akhir mengucapkan kata-kata seperti itu tapi intinya Percayalah kalau semua dalam keadaan baik-baik saja! Saya jamin anak-anak zaman sekarang itu kan terkadang mengambil keputusan tanpa dipikir dulu tapi nanti pasti mereka bakalan menyesal soalnya kan keduanya bukan anak kecil lagi, Tolong jangan mengucapkan kata-kata seperti itu Percayalah semuanya akan baik pada waktunya kalau misalnya kita orang tua juga tidak ikut-ikutan panas! "bujuk Bayu yang merasa bahwa apapun yang dilakukan oleh anaknya itu sebenarnya semata hanya karena emosi sesaat pasti setelah itu bakalan langsung berubah dan juga menyesal serta Apa maksudnya melanjutkan pernikahannya dengan Wanda sebab menurut mereka cara menantu mereka itu adalah orang yang paling sempurna dibandingkan dengan wanita masa lalunya Riska.

__ADS_1


Arya menggilingkan kepala ketika mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya itu sebab menurutnya mereka itu tidak akan pernah paham dan juga tidak akan pernah mau mendengarkan apapun yang dikatakan olehnya soalnya mereka itu adalah titik orang tua yang egois, lebih mementingkan bisnis dibandingkan kebahagiaan anaknya sendiri bahkan bisa dibilang kebahagiaan anak saja mereka gadaikan apalagi kalau soal yang sudah di depan mata ketika berbagai macam keuntungan sudah dijanjikan untuk segera dijalankan.


__ADS_2