Jodoh Pilihan Bunda

Jodoh Pilihan Bunda
Bocah Nackal


__ADS_3

Adrian jelas saja tidak terima dan juga jelas saja tidak suka dengan apa yang terjadi di hadapannya saat ini ketika Delon lebih berhak segala-galanya dibandingkan dirinya terhadap Riska, padahal Apa susahnya sih jika wanita itu sedikit-sedikit maksudnya mempercayakan hal lain kepada orang bukan hanya kepada Delon saja yang jelas-jelas juga merupakan bocah ingusan.


namun balik lagi semua ini berjalan tidak sesuai dengan keinginan maka dari itu jalan satu-satunya yang mau tidak mau dirinya harus memilih untuk mengalah tidak terlalu berlebihan nanti tinggal menunggu Riska saja kapan wanita itu bakalan balik, kalau sudah balik tentunya ia bakalan bertanya kenapa sih Segala sesuatu harus dipercayakan kepada Delon.


"baik semuanya Saya rasa rapat koordinasi Cukup sampai di sini nanti kalau misalnya ada yang kurang kita bakalan mengadakan pertemuan lanjutan kembali, karena kebetulan jam pertama perkuliahan sudah selesai dan sekarang mau memasuki jam kedua jadi otomatis seperti janji kita kepada para mahasiswa kalau jam kedua kita bakalan masuk dan mengajar!" jelas Riska yang menutup laptopnya dan mulai memasukkan berkas-berkasnya ke dalam tas jinjingnya begitu pula dengan dosen yang lain juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh wanita yang ada di hadapan mereka saat ini.


Riska merasa bingung saat berada di depan ruangannya terlihat ada Adrian di situ membuat dirinya heran kenapa dengan pemuda itu, memangnya sudah tidak ada lagi tempat lain lagi buat melipir sampai-sampai harus datang ke ruangannya kemudian mengganggu ketenangannya padahal jelas-jelas moodnya sedang tidak baik-baik saja kalau setiap kali bertemu dengan Adrian sebab mengingat Bagaimana kenakalan yang selalu dilakukan oleh pemuda itu tanpa henti.


"kamu ada apa ya sampai datang ke tempat ini, kamu tahu kan ini ruangan saya Memangnya kamu sudah lupa di mana ruangan di mana harusnya mahasiswa berada?" tanya Riska emosi soalnya dirinya juga tidak pernah memberikan jadwal kepada antrian untuk melakukan bimbingan ataupun hal lainnya selama ini.


adrian menggelengkan kepalanya karena seumur hidup baru kali ini dirinya posesif dengan seseorang yang jelas-jelas sebenarnya sangat berbeda, mulai dari karakter kemudian usia serta pola pikir mereka karena dirinya itu berpikir pemikiran Acak Adul artinya apa yang sekarang harus dilakukan sekarang tidak perlu memikirkan nanti kalau soal Besok ya dipikirkannya besok tidak perlu harus pikirkan sekarang.


berbeda dengan Riska yang selalu saja mengambil keputusan itu harus dipikirkan dengan begitu baik daripada nantinya akan ada penyesalan dalam hidup sedangkan kalau menyesal Dari awal kan Rasanya percuma, namun pria itu sepertinya tidak paham sama sekali dengan semua keinginannya dan tidak paham sama sekali dengan apapun yang ada di dalam dirinya sekarang.


" Saya hanya ingin bertemu dengan kamu ingin mengenal kamu lebih dekat lagi ingin maksudnya mencari tahu kenapa sih kamu sampai masih muda seperti ini tetap memiliki anak ketua itu, biarkan kamu cari orang tua yang baru untuk mengadopsinya yang penting Intinya kamu jangan membuat diri kamu repot dengan orang-orang yang tidak berguna. " Adrian menyampaikan protesnya membuat Riska benar-benar merasa heran karena Kok bisa ya mahasiswanya ada yang begitu lancang mengatur soal kehidupannya padahal Ia sendiri bisa mengaturnya.


" Maaf, kamu siapa ya Sampai berani mengatur hidup saya? Apakah kamu lupa kalau saya bukanlah anak kecil yang Bisa kamu atur yang bisa kamu permainkan dan juga bisa kamu buat sesuai dengan keinginan kamu,lebih baik kamu masuk ke dalam kelas sekarang kemudian pelajari apa yang harusnya kamu pelajari Tidak usah mengganggu urusan orang lain yang jelas-jelas orang itu tidak butuh sedikitpun segala macam kesibukan dan juga pola pikir dari kamu! " setelah mengatakan hal itu Riska pun membuka pintu Kemudian menutupnya kembali sebab menurutnya meladeni orang-orang seperti Adrian itu hanya akan membuang tenaganya percuma dan juga hasil akhirnya akan membuat darah tingginya menjadi kumat.

__ADS_1


Adrian mengepalkan tangan menahan emosi karena selalu saja seperti begini ketika dirinya sedang berbicara serius wanita itu terlalu mengabaikannya terus-menerus, Memangnya letak kesalahannya itu ada di mana sampai-sampai selalu saja diperlakukan seperti begitu kalau misalnya dendam dari awal karena kehadirannya yang terlalu membangkang ya Iya kan sudah menerima hukuman yang setimpal Kenapa masih Sampai sekarang harus dibawa terus-menerus membuat pria itu jelas saja merasa tidak puas dan akhirnya kembali mengganggu ketenangan dari Riska lagi.


tok tok tok


ceklek


Adrian belum mengetuk pintu sekali lagi terlihat dari dalam Riska sudah membuka pintu itu terlebih dahulu sambil membawa buku pelajaran, wanita itu terlihat tidak peduli dengan kehadiran Adrian di situ toh pria itu sendiri juga yang mau Malah tidak keberatan menunggu beberapa jam lagi Jadi untuk apa dihiraukan kalaupun nanti pelajarannya bakalan Tertinggal ya itu urusannya Adrian dengan dirinya nanti karena dirinya adalah dosen pembimbing mata kuliah dari Adrian saat ini.


"Ibu saya ingin berbicara sekarang!" ujar Adrian penuh ketegasan tetapi Riska memilih untuk melewatinya begitu saja sebab wanita itu tidak punya urusan dengan pria itu dan juga tidak punya bahan pembicaraan untuk dibicarakan Jadi sepertinya mungkin Adrian sedang mengigau jadi hasil akhir mengajaknya berbicara.


Riska merasa jika terus-menerus peduli dengan keberadaan pria itu yang ada Adrian bakalan tampak keras kepala dan juga bersikap semakin aneh, lebih baik diabaikan saja nanti kalau misalnya sudah sadar jika dirinya mengabaikannya pasti pria itu bakalan capek sendiri dan akhirnya memilih untuk berhenti serta tidak melakukan tingkah konyol yang akhirnya hanya membuatnya kecapean sendiri.


Riska membalikan wajahnya kemudian menatap tajam ke arah Adrian karena menurutnya pria itu sudah terlalu rasa percaya dirinya sangat tinggi sampai-sampai tidak sadar kalau sebenarnya Riska ini adalah wanita dewasa yang pantasnya untuk dihargai dan juga sekaligus sebagai guru pengajarnya, Kalau misalnya terus-menerus tidak menghargai orang yang lebih tua yang ada bakalan menjadi kebiasaan dan kebiasaan Kalau bagus saya tidak masalah tetapi kalau kebiasaan buruk baru dibawa-bawa kan Rasanya sangat luar biasa dan juga tidak menyenangkan serta hasil akhir hanya akan membuat semua orang merasa benci kepadanya dengan segala macam tingkah lakunya itu.


" bocah yang kamu sebut ingusan itu adalah anakku anak yang aku rawat dari kecil dari masih bayi yang belum mengerti apapun dan dia lebih berhak berbicara denganku menentukan aku harus seperti apa bukan kamu, lebih baik kamu kembali ke dalam kelas dan renungi segala macam kebodohan yang kamu lakukan agar Bodohnya kamu itu tidak menular kepada para murid yang lain soalnya mereka datang ke sini kan para dosen berusaha untuk membuat mereka menjadi pribadi yang berguna dan pintar bukan malah pribadi yang akhirnya hanya mengganggu kehidupan orang lain tanpa tahu bahwa orang yang dia ganggu itu sebenarnya merasa tidak nyaman. "Riska tentu saja harus lebih keras sekali ini tidak peduli jika sikap kerasnya itu membuat orang-orang tidak suka yang penting intinya pokoknya mereka harus ikut dengan segala macam keinginannya.


Apapun yang terjadi orang yang salah harus tetap kita buat Bagaimana caranya Biar dia sadar jika kesalahannya itu sangat fatal dan tidak semua orang bisa memberikan toleransi, Jika seperti begini terus-menerus ya Siapa saja Berada di posisi Riska tentu saja akan merasa tidak nyaman dan juga sedikit terganggu maka dari itu jangan salahkan jika kali ini wanita itu benar-benar marah besar dengan semua Sikap yang ditunjukkan oleh Adrian untuknya.

__ADS_1


adrian membuang nafasnya kasar karena ingin sekali dirinya mengejar Riska Namun ternyata Wanita itu sudah bertemu dengan Hendra yang kebetulan juga akan pergi mengajar dan kini mereka terlibat obrolan serius, namun Hendra sepertinya menangkap wajah Riska yang tidak bersahabat kali ini berbeda dengan biasanya yang selalu tersenyum dan juga lebih ramah kepada orang-orang di sekitarnya.


" Ibu Riska ada masalah ya sampai-sampai wajahnya ditekuk seperti itu, kalau memang butuh yang namanya teman buat ngobrol ya sudah saya siap karena Kebetulan saya juga lagi free soalnya Sepertinya saya lupa kalau hari ini itu murid-murid dikasih kuis dan mereka sedang mengerjakannya sekarang? "tanya Hendra mau memastikan membuat Riska tiba-tiba langsung emosi kembali saat mengingat bagaimana kelakuan Adrian tadi.


" saya sebenarnya paling anti mengeluh kalau soal anak murid tetapi murid yang kali ini benar-benar super duper menyebalkan dan sepertinya emosi saya ini sedang jadi tidak stabil kalau misalnya berurusan dengannya, yang penting intinya dia adalah bocah yang paling nakal di tempat ini yang dikirim orang tuanya dari negeri antah berantah untuk kita berantas kenakalannya dari muka bumi tetapi akhirnya kita juga yang dibuat bingung. "jelas Riska membuat Hendra menganggukkan kepalanya karena sepertinya dirinya paham siapa yang dimaksud oleh wanita itu.


" Oh kalau soal itu pasti saya tahu siapa maksud dari ibu Riska tetapi mau bagaimana lagi itu bocah memang dari dulu selalu seperti itu mungkin karena anak orang kaya jadi dirinya tidak pernah takut yang namanya di DO atau sebagainya, soalnya dia yakin kalau orang tuanya pasti akan menyiapkan fakultas yang lebih keren lagi daripada milik kita Makanya kalau setiap kali melakukan kesalahan tidak pernah memikirkan hal itu dengan begitu baik kira-kira nanti bagaimana respon orang tuanya nanti? "jelas Hendra karena memang tipe-tipe anak orang kaya ya seperti begitu selalu saja tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya dan merasa diri adalah orang paling penting.


riska menganggukan kepala pertanda maksudnya setuju apa yang dikatakan oleh Hendra tadi kalau sebenarnya Adrian itu adalah tipe anak yang kembangkan dan juga sulit untuk diatur, namun satu hal yang membuat dirinya merasa tidak nyaman Kenapa sih harus terjadi hal-hal seperti ini dan Kenapa juga sih pemuda itu harus mencoba untuk mencari perkara dengannya padahal jelas-jelas hidupnya Saya sedang setengah mati sekarang.


" Ya mau bagaimana lagi kalau misalnya kita diam juga dia bakalan terus-menerus kemudian kita marah juga dia bakalan lebih menyebalkan lagi mau tidak mau ya ikuti saja alurnya, nanti kalau misalnya ada apa-apa ya tinggal dibicarakan saja tergantung orangnya seperti bagaimana tapi kalau memang benar-benar membuat aku bosan ya bakalan aku Keluarkan! "jelas Riska tanpa beban karena dirinya yakin saat ini tentu saja Adrian sedang menguntit dirinya maka tidak ada salahnya kan kalau mengancam pria itu secara tidak langsung maksudnya biar kapok dan juga tidak Mengulangi kesalahan yang sama.


adrian yang dari tadi merasa emosi karena namanya dibawa-bawa dalam percakapan antara Hendra dan juga Riska dan lebih parahnya lagi percakapan itu semuanya menjatuhkan dirinya membuat pria itu memilih untuk pergi saja, daripada nanti terlalu direspon yang ada masalah bakalan lebih panjang lagi dan hasil akhirnya akan membuat emosinya menjadi tidak stabil.


Riska kini sudah berada di ruangan tempat dirinya akan mengajar hari ini dan semua murid sepertinya sudah rapi begitu pula dengan Adrian yang ketika dirinya Masuk malah menoleh ke arah lain, membuat Riska tersenyum penuh kemenangan sebab menurutnya ia bakalan berusaha bagaimana caranya agar sifat pembangkangnya Adrian itu segera lenyap maksudnya setelah tamat dari sini bisa langsung kembali menjadi orang normal yang menjadi pribadi yang penurut serta tidak akan mengecewakan orang tuanya karena berbagai manapun harapan orang tuanya itu terletak pada anak laki-lakinya.


" baik selamat siang anak-anak bagaimana kabarnya hari ini Ibu yakin kalian baik-baik saja karena kebetulan Ibu juga lagi baik-baik saja, kalaupun kalian tidak baik-baik saja Ya sudah itu merupakan urusan kalian Bukankah kalian sudah dewasa semuanya jadi bisa menentukan pilihan hidup yang paling terbaik? "begitulah selalu yang Riska katakan karena menurutnya mau memanja anak didiknya seperti apapun kalau karakter mereka sudah terbentuk dari awal akan susah untuk dirubah jadi lebih baik didorong secara perlahan dengan cara malas tahu seperti ini Namun mereka sadar jika dirinya sebenarnya merupakan orang yang sangat perhatian dengan segala macam kelakuan mereka baik di dalam maupun di luar kampus.

__ADS_1


Delon hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepala ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Bundanya itu karena memang kebiasaan wanita itu dari dulu sampai sekarang selalu seperti itu, tidak pernah mendukung perbuatan siapapun baik dalam hal yang baik maupun tidak karena menurut Riska orang kalau terlalu banyak dipuji nantinya dia bakalan lebih menjadi orang yang sombong dan juga tinggi hati alhasil prestasi yang didapat dari awal akibat pujian itu akan menghilang secara perlahan maka dari itu lebih baik Biarkan saja tidak usah terlalu dipedulikan nanti juga dia bakalan sadar betapa pentingnya dia dalam kehidupan orang lain dan begitu pula sebaliknya.


__ADS_2