Jodoh Pilihan Bunda

Jodoh Pilihan Bunda
Muak


__ADS_3

Adrian dari tadi merasa tidak suka dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Riska karena ketika dirinya bertanya sebab sesuatu hal itu tidak dimengerti Tetapi wanita itu hanya selalu menjawab cari tahu sendiri karena kamu sudah dewasa dan juga belajar menyelesaikan masalah yang kamu hadapi bukan harus meminta bantuan orang lain, padahal ini merupakan kebingungannya dengan mata pelajaran dan otomatis Riska yang sebagai guru pembimbingnya bisa dan juga wajib menerangkan apa yang menjadi kebingungan baginya Tetapi wanita itu malah memilih untuk cuek dan juga tidak peduli serta memilih untuk bungkam dan melanjutkan proses belajar mengajarnya itu sampai selesai Lalu setelah selesai mereka langsung keluar dari ruangan itu.


Adrian terkadang bingung sebenarnya letak kesalahannya itu ada di mana Dan kenapa sampai terlihat begitu dendam di mata Rizka untuk dirinya yang jelas-jelas dari awal hanya khilaf melakukan semua itu, seharusnya wanita itu sadar Jika setiap orang itu tidak ada yang sempurna di dunia kalau menuntut bahwa manusia itu harus sempurna ya itu artinya wanita tersebut tidak bisa mengakui kalau sebenarnya Adrian itu hanyalah segelintir anak-anak di dunia ini yang sedang mencoba untuk mencari jati dirinya kemudian mencari kira-kira menjadi seorang pria yang baik itu harus melakukan apa tetapi wanita itu malah memilih untuk malas tahu.


"maaf Bu, Saya ingin melayangkan protes dengan gaya mengajar anda untuk hari ini! saya bertanya karena memang tidak paham tetapi Kenapa anda seolah-olah tidak menghargai pertanyaan yang saya lontarkan itu Dan mungkin mengira kalau saya bertanya tidak hanya untuk menghargai anda saja, padahal tidak ada niatan saya untuk melakukan semua itu dan kalaupun Saya melakukannya pertanyaannya Apa keuntungan yang bakalan saya dapatkan jika melakukan hal itu? " ujar Adrian yang tidak suka sama sekali saat Riska terus menerus tahu dan juga menganggap dirinya hanyalah seorang bayangan yang tidak pantas untuk dihargai lebih baik ditendang uang tidak usah kembali lagi.


riska yang sedang menata bukunya di atas meja hanya bisa menghela nafasnya kasar ketika Adrian selalu saja datang mengganggu dirinya baik di dalam jam pelajaran maupun tidak dan juga baik di dalam waktu saat dirinya istirahat ataupun tidak dan pria itu sepertinya tidak pernah mengerti jika dirinya butuh yang namanya istirahat dan juga ketenangan, karena Biar bagaimanapun otak manusia itu jika terlalu dipaksa untuk berpikir terlalu dipaksa untuk melakukan sesuatu yang berat-berat Terkadang mereka bakalan lelah juga dan Terkadang mereka juga butuh istirahat maka dari itu Riska sekarang sedang mencoba untuk beristirahat demi keamanan dan juga kenyamanan tubuhnya sendiri.


" kamu tolong hargai apapun yang saya lakukan sekarang Dan juga tolong hargai kalau saya sedang tidak ingin bercanda dan juga sedang tidak ingin membahas apapun yang ingin kamu bahas, dan satu lagi Terima kasih karena kamu bertanya saat bingung namun balik lagi Bukankah kamu sedang memegang buku pelajaran Bukankah kamu selama ini belajar setiap hari disaat semua anak-anak mengerti kenapa hanya kamu saja yang tidak dan hal itu yang membuat saya berpikir ternyata kamu itu orangnya maunya hanya gampangnya saja saat susah tidak akan pernah kamu urus dan kalau kamu seperti begitu terus-menerus bisa dipastikan hidup kamu ke depannya selalu tergantung pada orang lain! "jelas Riska panjang lebar dan berharap maksudnya agar anak muda yang ada di hadapannya ini paham dan juga tidak terlalu mencolok dibandingkan orang lain karena para muridnya lain saja tidak terlalu peduli dengan apapun yang dilakukan oleh Riska sampai-sampai orang tuanya pun tidak pernah datang Menghadap dan kenapa Adrian ini terlihat begitu berbeda seolah-olah Tengah mencari perhatian darinya padahal jelas-jelas dirinya tidak ingin memberikan perhatian kepada siapapun itu.


adrian mengusap wajahnya frustasi saat penjelasan yang diberikan kepada Riska itu sepertinya tidak membuat wanita itu paham, dan hal ini pula yang membuat dirinya segera membanting pintu ruangan tempat di mana Riska berada lalu segera keluar dari tempat itu dan pergi untuk menepi ke manapun yang dirinya sukai yang penting intinya tidak ada orang yang mengganggu.


kebetulan sedang tidak enak badan dan ingin meminta izin untuk pulang karena kebetulan hari itu merupakan jadwal Riska untuk piket merasa heran ketika melihat Adrian keluar dari ruangan Bundanya itu dengan Tatapan yang begitu menyeramkan dan sepertinya bersikap orang yang lagi marahan padahal tahunya Riska itu tidak pernah mengintimidasi seseorang jika orang-orang tersebut tidak melakukan awalnya kepada dirinya dan sekarang wanita itu terkesan seperti balas dendam.

__ADS_1


" Kamu kenapa wajahnya ditekuk seperti itu, lagi kalah pamor atau lagi tidak dianggap oleh bundaku? Wah sepertinya Memang iya kalau kamu itu sebenarnya salah pilih lawan selama ini, dia itu berbeda dari wanita manapun karena dia itu sangat spesial dengan memiliki sikap keras kepala dan juga susah diatur dan juga tidak pernah mau mendengarkan apapun perkataan orang lain! aku sebagai anaknya saja terkadang bingung harus berbicara yang bagaimana biar dia paham Tetapi kalau sudah seperti itu ya memilih untuk mengalah saja, kamu ganggu saja orang lain ya mungkin seperti Maudy begitu seperti yang kalian lakukan tadi pagi saat mengerjaiku! "jelas Delon Sambil tertawa ketika mengingatkan kelakuan kedua manusia itu yang sepertinya tidak menghargai dirinya sama sekali.


Adrian mengepalkan tangannya menahan emosi saat melihat Delon mencari perkara dengannya serta membahas sesuatu hal yang paling tidak disukai olehnya dari kemarin-kemarin, seharusnya pria itu sadar kalau mau punya sekarang benar-benar sedang hancur berantakan dan jangan coba-coba mencari perkara karena itu sama saja dengan membuat Delon babak belur dihajar olehnya kalau sampai terulang kembali hal ini.


" Saya dari tadi itu sedang mencoba untuk sabar dan sebaiknya kamu pahami sikap saya itu Jika seperti begini terus-menerus yang ada kamu bakalan habis di tangan saya, dari tadi saya sudah diam saat kamu berbicara panjang lebar tetapi kamu tidak peduli sama sekali dan jika sampai hal itu terjadi berulang kali jangan menyesal jika saya akan membuat mulut kamu itu tidak berfungsi dengan benar! "tegas Adrian membuat Delon ingin sekali tertawa sebab dirinya merasa Lucu kenapa sekarang jadi pria itu yang sensitif begini dan juga kenapa sekarang pria itu malah terkesan seperti tidak suka dengan apapun yang dilakukan olehnya padahal Seharusnya kan responnya biasa saja tidak perlu sampai saya heboh apapun dan juga tidak perlu sampai berlebihan nanti juga akan capek sendiri.


" Memangnya kamu melihat saya sedang mencari perkara dengan kamu atau membahas sesuatu hal yang tidak perlu dibahas dan juga mungkin apa yang saya bahas itu sebenarnya tidak pernah kamu lakukan, Jangan kamu lupa kalau di sini saya Hanya mengingatkan saja jika kamu mau dengar ya syukur kalau tidak pun tidak masalah karena ini bukanlah urusan saya karena urusan kamu hanyalah bersama bunda Riska Dan asal kamu tahu saja kalau dia tidak akan pernah terintimidasi oleh siapapun yang seperti dilakukan oleh bapak kamu tadi pagi yang membuat Bunda sepertinya merasa tidak nyaman berada di dekat keluarga kalian, " jelas Delon lalu segera pergi ke ruangan Riska karena menurutnya terlalu lama berbicara dengan Adrian itu hanya membuat emosinya menjadi tidak stabil seperti anak muda tersebut.


Adrian mengepalkan tangan yang menahan emosi saat melihat Delon sudah pergi nyelonong masuk begitu saja ke dalam ruangan di mana Riska berada, padahal dirinya tadi untuk masuk ke dalam ruangan itu saja harus membutuhkan tenaga yang ekstra kemudian membuang rasa malunya karena sampai di sana dirinya tidak pernah dianggap sebagai seorang manusia dan kebiasaan Riska yang cuek dan juga tidak peduli itu terkadang membuat pria tersebut merasa tidak ada harga dirinya sama sekali ketika terus-menerus diabaikan.


"kamu kenapa? Kenapa muncul tiba-tiba seperti itu kemudian memasang tatapan mengelasnya seolah-olah di sini ada obat untuk kamu, jangan aneh-aneh deh lebih baik sekarang keluar dari dalam ruangan ini kemudian belajar yang baik karena sekarang belum waktunya untuk bersantai-santai dan juga melakukan sesuatu yang tidak berguna! "perintah Riska dengan penuh ketegasan karena tidak peduli Mau Delon itu merupakan anaknya atau tidak yang penting intinya peraturan itu ya tetap peraturan harusnya diikuti masa iya sudah capek-capek membuat peraturan kemudian dilanggar yang lebih baik tidak usah dari awal.


Delon menggelengkan kepalanya karena sepertinya harus mengumpulkan keberanian yang begitu banyak untuk mengatakan maksud dan tujuannya datang ke tempat ini, kalau menunggu lebih lama lagi juga rasanya sangat tidak bagus maka hasil akhirnya yang mau tidak mau dirinya menyuruh ibundanya itu untuk diam agar maksudnya ia bisa menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke tempat ini nanti tergantung responnya seperti apa yang penting sudah dibicarakan bukan hanya duduk diam dan bengong.

__ADS_1


" aku sakit, boleh pulang ya nanti kalau sudah sehat baru kembali lagi mungkin besok atau lusa begitu? " tawar Delon penuh harap maksudnya agar wanita itu bisa berubah pikiran dan akhirnya mengizinkan dirinya untuk pulang.


Riska menatap tak percaya ke arah anaknya karena perasaan Baru beberapa menit lalu begitu banyak tingkah di lapangan basket kenapa sekarang malah tepar mendadak seperti itu, kalau alasannya masuk akal tidak masalah tetapi ini kan alasan klasik yang selama ini sudah didengarnya terus-menerus sampai-sampai terkadang membuat dirinya bosan untuk mengiyakan dan juga bosan menghitung dalam satu hari itu kira-kira berapa banyak orang yang mengatakannya.


" kamu itu laki-laki dan sebagai seorang laki-laki tulen harusnya tidak boleh cengeng, masa iya sakit sedikit langsung banyak mengeluhnya seperti itu? kalau misalnya nanti kamu Beneran sakit kira-kira cara mengeluh kamu bakalan saya heboh Apa, mungkin sudah kaya orang yang lagi demo atau lagi sedang membacakan sebuah pernyataan atau pidato yang tidak menyenangkan sehingga terkadang membuat orang lain merasa bosan? " tanya Riska yang heran dengan pola pikir anak zaman sekarang karena kebanyakan itu memilih untuk santai melibatkan diri dalam sebuah masalah itu rasanya sangat susah dan juga mungkin Terkadang mereka memilih jalur aman dengan bolos saja.


Delon bingung harus bagaimana soalnya memang tubuhnya itu benar-benar merasa tidak nyaman makanya dirinya meminta untuk pulang bukan memang ada ada sebuah kenyataan, Kalau sudah seperti begini dan keputusan Riska itu sepertinya tidak bisa diganggu gugat yang mau tidak mau dirinya harus kembali karena jika tidak nantinya wanita itu bakalan nyerocos terus tidak pernah berhenti.


di saat Riska Tengah mengurus anaknya yang begitu bandel dan juga susah diatur itu agar kembali ke dalam kelas berbeda dengan seorang pria yang sebenarnya sudah mapan dan juga sudah Mandiri saat menghadapi wanita yang dijodohkan dengannya, wanita itu terlihat maksudnya begitu keras kepala dan juga susah diatur serta maunya menang sendiri dan juga terkesan bahwa apapun yang diinginkannya harus diikuti oleh pria tersebut tanpa boleh membantah karena nantinya kunci satu-satunya adalah mengadu hal ini kepada orang tua dari pria tersebut.


" Kamu itu kenapa sih semenjak Bertemu dengan wanita di masa lalu kamu sikap kamu kepadaku itu jadi berubah, Memangnya kelebihan dia itu apa sampai sekarang dan membuat kamu itu tidak bisa melupakannya? apa aku kurang cantik atau mungkin kurang kaya begitu sampai membuat kamu tidak bisa berpaling daripada wanita itu, padahal kamu tahu sendiri dia merupakan janda beranak satu masa iya statusnya harus lebih tinggi denganku yang jelas-jelas masih single? " tanya Wanda yang tidak terima dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Arya selama ini karena pria itu lebih memilih menghindar dan juga selalu saja menciptakan alasan yang tidak jelas ketika dirinya mengajak ketemu ataupun sekedar makan bersama di luar yang penting Intinya bisa menciptakan kedekatan di antara mereka yang sepertinya sudah semakin merenggang hubungannya.


Arya terlihat lebih fokus dengan berkas yang ada di hadapannya daripada menggubris semua ocehan yang dilontarkan oleh wanita itu, karena menurutnya wanita itu selalu saja menciptakan sesuatu masalah yang sebenarnya tidak ada dan hanya ingin membuat hubungan mereka berdua menjadi tidak nyaman hanya karena merasa bahwa dirinya itu terlalu egois.

__ADS_1


" kamu sadar tidak dengan apa yang kamu katakan dari tadi dan kamu sadar tidak lulus sebenarnya itu hanya dalam pemikiran kamu saja padahal aku tidak pernah merasa melakukan hal itu, jadi jangan menciptakan sesuatu hanya berdasarkan sudut pandang kamu saja dan hasil akhirnya akan menimbulkan fitnah karena aku tidak pernah ada pikiran untuk melakukan seperti yang kamu tuduhkan dari tadi yang membuat Posisiku itu semakin terpojok di sini,"jelas Arya yang membuat dirinya bingung harus melakukan apa agar Wanda segera pergi meninggalkan dirinya sekarang.


__ADS_2