
Riska hanya tersenyum ketika melihat semua orang datang dan berkerumun untuk berbicara dengannya, sebenarnya ini semua bukan keinginannya Tetapi entah kenapa sampai mereka begitu penasaran dengan segala macam yang dialaminya selama ini, padahal Ia tidak pernah ikut campur dengan segala urusan mereka sebab nantinya kalau misalnya dirinya terlalu ikut campur yang ada Semua orang pasti bukan memperlakukannya dengan begitu buruk seolah-olah bahwa dirinya memang tidak pantas untuk melakukan semua itu.
Kirani dari tadi terlihat begitu bahagia karena Akhirnya bisa bertemu lagi dengan teman-temannya yang selama ini tidak pernah saling mengunjungi satu sama lain, dan mungkin bisa dibilang dengan hal ini mereka bisa saling memastikan keadaan tanpa ada rasa kecanggungan Apalagi setelah sekian lama tidak bertemu.
Riska terlihat langsung akrab dengan semuanya soalnya memang kebiasaan mereka ya seperti itu tidak pernah ada masalah yang selama ini terjadi dan juga tidak ada yang namanya saling memusuhi satu sama lain soalnya memang tidak begitu banyak masalah yang terjadi.
__ADS_1
wardah dari tadi itu memilih untuk sendirian saja tidak ingin bergabung dengan siapapun apalagi ketika melihat ada Riska di sekitar situ, apalagi ketika wanita itu langsung menjadi pusat perhatian semua orang yang membuat dirinya jelas saja tidak terima sebab menurutnya ini semua sudah sangat keterlaluan karena bisa-bisanya semuanya melupakan keberadaannya sebab terlalu fokus dengan Riska yang baru datang.
Riska juga tidak terlihat tidak terlalu peduli dengan keberadaan Wardah karena memang dari dulu sampai sekarang dirinya tidak pernah cocok dengan wanita itu dan ini sebab muasalnya bukan karena dirinya melainkan karena sikap dari Wardah yang entah kenapa tiba-tiba malah membencinya, padahal Ia tidak pernah mencari musuh karena menurutnya musuh itu hanyalah untuk orang-orang yang tidak punya pekerjaan sama sekali kalau untuk dirinya ya tidak sekali sebab hidupnya seperti begini saja sudah cukup tidak ingin yang lain lagi.
semua orang yang ada dalam ruangan itu hanya bisa diam ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Arya tadi, karena ini semua adalah urusannya antara Riska dan juga pria yang ada di masa lalunya itu, Jadi mereka seharusnya tidak ikut campur sebab kedua orang itu kan juga sama-sama dewasa tidak seharusnya segala macam masalah mereka harus diketahui oleh orang lain hanya saja apa yang dilakukan oleh Arya itu membuat Riska merasa tidak nyaman karena bisa-bisanya membahas masalah ini di depan semua orang.
__ADS_1
Kirani yang merasa suasana sudah tidak begitu kondusif memilih untuk memberikan kode kepada area agar berhenti menanyakan hal yang tidak masuk akal seperti itu karena kedatangan dekat sini pun untuk bersenang-senang.
" Ayo Riska kita pergi ambil minuman di dalam, Soalnya kamu datang dari tadi tetapi belum minum sama sekali kan? " tanya Qirani tetapi terlihat Riska menggelengkan kepala karena menurutnya pertanyaan dari Arya itu menuntut jawaban dan sepertinya dirinya memang harus menjawab apapun itu.
" percuma kamu mencari tahu apapun jika hasil akhir tidak akan ada satu jawaban pun yang bakalan kamu dapatkan, yang penting intinya aku sudah hadir kan jadi tidak usah ada lagi pertanyaan yang tidak jelas karena tetap saja tidak akan pernah ada jawaban lagi, " jelas Riska yang begitu lantang.
__ADS_1