
Maudy itu terlihat seperti seorang wanita yang tidak punya harga diri sama sekali karena ketika dinasehati seperti itu oleh Adrian dirinya malah tidak peduli sama sekali.
kalau misalnya wanita itu punya rasa malu Ya tentu saja saat ini mungkin bersikap seperti itu kan yang hanya mengarah kepada sesuatu yang tidak masuk akal, karena Biar bagaimanapun kata-kata yang dilontarkan oleh Adrian itu terdengar begitu pedas kemudian sangat keterlaluan dan tidak bisa diterima dengan baik, orang yang normal pun tidak akan melakukan sesuatu yang terkesan hanya akan mempermalukan dirinya sendiri namun balik lagi wanita itu tetap tidak peduli sama sekali dan merasa bahwa apa yang dilakukannya itu sangat benar tidak ada yang salah.
Adrian sudah bosan menunggu karena memang kebiasaannya dari dulu sampai sekarang tidak mengenal kata itu, harusnya orang lah yang menunggu dirinya Bukan merupakan wanita terpenting dalam hidupnya maka ia harus bekerja ekstra agar sabarnya selalu ada berbeda dengan dirinya saat berhadapan dengan Riska, yang meskipun Setiap hari selalu saja dimarah tidak jelas diperlakukan sangat tidak sopan tetap saja akan seperti begitu jadinya namun sekarang Maudy malah terkesan seperti mengulur-ulur waktu atau mungkin sedang mempermainkan dirinya karena dengan begitu maka ia Tentu saja tidak terima sama sekali dengan semuanya.
" Kamu memang benar-benar tidak ada niatan untuk berbicara jujur kepada saya tentang semua yang terjadi saat ini, dan tentang apa yang sudah kamu janjikan untuk biar saya ketahui tentang hubungan antara Riska dan juga anak yang tadi itu? " Adrian tentu saja enggan menyebut nama Delon sebab menurutnya menyebut nama anak itu ya sama saja membuat emosinya menjadi tidak stabil apalagi ketika mendengar dirinya menyebut Riska dengan sebutan Bunda percayalah itu terkadang membuat ada rasa iri dan juga tidak suka yang secara tidak langsung muncul Padahal selama ini ia tidak pernah peduli dengan hubungan orang lain dalam bentuk apapun itu.
Maudy hanya bisa menghembuskan nafasnya pasar ketika melihat kegigihan Adrian yang ingin sekali tahu tentang hubungan antara Riska dan juga Adrian, Padahal di sini jelas ada dirinya yang masih muda lebih segar lebih bertenaga dibandingkan wanita tua yang tidak laku-laku itu yang hobinya hanya marah-marah doang saat mengajar meskipun bagus tapi Hal itu membuat semua orang terkadang merasa terganggu.
"Kamu itu kenapa sih selalu saja mau ingin mencari tahu tentang yang namanya Ibu Riska itu, padahal kita sudah datang ke sini setidaknya kita sarapan berdoa dulu lah baru setelah itu membahas orang lain mungkin lebih enak? "protes Maudy yang tidak terima ketika diabaikan secara terus-menerus.
adrian menggelengkan kepalanya ketika mendengar kalau Maudy mulai memutarbalikkan sesuatu tidak seperti dengan Perjanjian awal mereka dari tadi dan juga terkesan seperti menggunakan kesempatan yang ada, padahal dari awal Wanita itu sudah tahu kalau dirinya tidak sedang ingin bermain-main dengan siapapun dan kenapa sekarang malah giliran dirinya yang dipermainkan secara langsung.
__ADS_1
"Kamu paham dengan apa yang saya katakan dari tadi Kalau tidak ada yang namanya mengulur waktu dan juga tidak ada yang namanya membuat saya merasa emosi, kalau memang kamu tidak punya keterangan yang bisa saya dengarkan ya sudah tidak masalah maka saya akan kembali ke kampus saja akan bertanya langsung kepada yang namanya Riska itu ! " Adrian sudah mulai sedikit meninggikan ada Bicaranya tidak peduli kalau misalnya mereka sekarang menjadi bahan tontonan siapapun yang penting intinya emosinya bisa tersalurkan dan Apa yang dirasakan olehnya langsung bisa terlaksana tak peduli dengan segala sesuatunya yang hasil akhir hanya akan Merugikan dirinya sendiri karena ia juga punya sesuatu yang harus dilakukan bukan hanya sibuk dengan urusan dengan Maudy saja.
" Ya sudah terserah kamu mau berbicara apa tapi intinya sekarang juga Kamu harus katakan semua yang ingin aku dengarkan, kalau memang tidak ada yang sudah kita bubar sekarang daripada hanya membuat aku bosan berada di tempat ini bersama dengan orang yang tidak jelas." Adrian kali ini memang benar-benar sangat berubah jika biasanya cuek dan juga tidak peduli dengan urusan orang lain maka sekarang terlihat begitu kepo hanya karena ingin tahu sebenarnya ada hubungan apa antara Riska dan juga Delon sebab tidak mungkin kan kalau dalam itu merupakan anak Riska sedangkan wanita itu saja mungkin umurnya masih 20-an belum menginjak ke usia kepala tiga.
" ini menurut rumor yang pernah aku dengar dan juga sudah beredar selama ini jadi makanya kami tidak terlalu ambil pusing sebab Memang sih hubungan mereka itu layaknya ibu dengan anak begitu kuat kemudian tidak bisa terpisahkan dan Delon juga terlihat sangat menghormati Ibu Riska itu seperti ibu kandungnya sendiri! " ujar Maudy membuat Adrian mengerutkan keningnya dan sedikit sepertinya merasa lega dalam hatinya karena akhirnya ternyata Delon itu memang benar-benar bukan anak dari Riska.
" Jadi maksud kamu Delon itu bukan anaknya Riska, dia hanya semacam anak piara atau dipungut ketika dibuang oleh keluarganya? "tanya Adrian antusias tetapi Maudy menggelengkan kepalanya membuat pria itu mendesah kasar Kenapa tidak sesuai dengan ekspektasinya dan kenapa sekarang berbeda lagi tidak seperti harapan yang tadi.
"Delon itu merupakan anak kandung dari kakaknya Ibu Riska yang meninggal waktu melahirkan dia, dan karena mereka tidak punya keluarga dekat siapapun itu dan Kakaknya juga hamil diluar nikah serta tidak ada pria yang bertanggung jawab Makanya sekarang gantian bu Riska yang mengurusi anak itu mulai dari bayi sampai sekarang bahkan dulu pernah katanya mau diusir dari sekolah saat datang ke tempat itu dengan membawa anak kecil dan mereka berpikir kalau Riska itu sebenarnya merupakan seorang siswi yang hamil diluar nikah dan sekarang punya anak. Lalu setelah ditelusuri dan dikumpulkan semua bukti-bukti Kemudian bu Riska kembali diizinkan untuk bersekolah , namun dengan catatan tidak boleh membawa Delon pergi ke manapun yang nantinya akan mempengaruhi proses belajar mengajar karena kebetulan Ibu Riska itu dulu kan merupakan salah satu beasiswa yang mendapatkan beasiswa full! " jelas Maudy membuat Adrian langsung tetap lemah seketika karena sepertinya hubungan antara Delon dan juga Riska tetap tidak akan pernah terpisahkan Karena Wanita itu merupakan walinya Delon sampai kapanpun Sebab Dia yang sudah membesarkan dari 0 bulan sampai seperti sekarang ini dan segala macam perjuangan pun sudah dilakukan olehnya maka dari itu hubungan mereka Tentu saja tidak bisa dianggap sepele karena itu sudah saling membutuhkan satu sama lain.
"zaman sekarang itu segala sesuatunya dibeli pakai uang dan aku memberikan uang itu pertanda bahwa informasi yang kamu berikan tadi itu aku beli tidak kamu beri secara cuma-cuma, maka dari itu kita impas tidak ada yang namanya hutang body tidak ada yang namanya saling membutuhkan satu sama lain karena ini semua tidak ada yang gratis! "jelas Adrian dan segera pergi dari situ meninggalkan Maudy yang tengah mengepalkan tangannya menahan emosi karena sumpah dirinya merasa benar-benar dipermainkan oleh pria tersebut dan juga merasa tidak dihargai sama sekali sebab bayangkan ia dari tadi sudah begitu berbahagia bisa berduaan dengan the most Wanted kampus eh malah diperlakukan seperti itu.
" kurang ajar sekali dia ya berani-beraninya membohongiku seperti ini Padahal tadi dia sudah mengiyakan kenapa sekarang malah berubah pikiran, dan Lagian apa sih untungnya mencari informasi tentang ibu Riska dan anaknya Delon kecuali kalau misalnya dia memang suka kepada wanita itu? "omel Maudy dalam hati dan akhirnya dirinya membulatkan matanya sempurna karena tidak mungkin kan tebakannya kali ini benar jika sebenarnya Adrian mencari tahu semua ini karena pria itu sebenarnya menyukai Riska dan benar-benar ingin mencari tahu tentang semuanya.
__ADS_1
" Astaga jangan sampai tebakanku kali ini memang benar-benar terjadi, kalau memang seperti itu Ya tentu saja tidak akan pernah aku biarkan karena Ibu Riska itu kan sudah tua masa iya harus diempat Brondong lagi memangnya kita yang masih muda ini bakalan dikasih apa coba?" gumam Maudy lalu memilih untuk segera ikut dengan Adrian kembali ke kampus Dari pada nantinya dirinya bakalan terlambat mengetahui informasi terbaru dan sebagainya Ya tentu saja itu tidak boleh terjadi dong.
Ini semua tidak bisa dibenarkan ketika sampai di sana terlihat Adrian ingin sekali menuju ke ruangannya Riska Namun sayang ternyata wanita itu masih berada di ruangan tempat pertemuan para Dosen yang ada di situ, membuat pria itu memilih untuk menunggu dengan sabar di depan ruangan Riska sebab dirinya yakin wanita itu juga pasti bakalan kembali sebentar lagi tidak mungkin kan bakalan berada di tempat itu Terus selama seharian karena tadi kan katanya jam pertama saja yang kosong nanti jam kedua sudah bakalan ada proses belajar mengajar seperti biasanya.
Delon yang kebetulan ingin menyerahkan sarapan untuk Bundanya karena kebetulan mereka berdua tadi tidak sempat sarapan soalnya Riska bangunnya terlambat karena wanita itu harus memeriksa tugas para mahasiswanya sampai tengah malam, Sesampainya di sana dirinya benar-benar terkejut dengan keberadaan Adrian di depan ruangan Riska tersebut Namun balik lagi dirinya memilih untuk mengabaikan mungkin pria itu sedang ingin menyendiri atau apalah soalnya kalau misalnya terlalu dipedulikan yang ada nanti bakalan tambah ngelunjak siapa juga sih yang tidak tahu sifat Adrian padahal bisa dibilang baru hitungan hari berada di tempat itu namun kenakalannya sudah diketahui oleh penjuru kampus.
" Eh kamu untuk apa masuk ke dalam Memangnya kamu tidak tahu kalau pintu ini dikunci, tidak usah sok perhatian deh kamu itu kan anak yang dipungut olehnya saja karena tidak punya siapa-siapa Jadi jangan terlalu merasa percaya diri! "ujar Adrian membuat Delon mengerutkan keningnya karena bingung kenapa Riska yang membesarkannya tetapi pria itu yang malah terlihat begitu sewot dan juga terlalu sibuk dengan urusan orang lain Bukankah selama ini Adrian itu terkenal dengan namanya cuek yang tidak peduli dengan siapapun .
" Terserah kamu mau berbicara apa karena saya tidak peduli sama sekali dan saya juga tidak punya urusan sama kamu karena ini murni urusan antar anak dan juga ibunya, saya ke sini mau mengantarkan sarapan untuk Ibu Saya dan kamu tidak punya urusan apa-apa di sini jadi lebih baik pergi karena nantinya akan mengganggu kenyamanan dia selama kamu nanti ada di tempat ini! "jelas Delon lalu segera membuka pintu ruangan Riska tersebut membuat Adrian benar-benar melongo ternyata dirinya Lagi Dan Lagi selalu saja kalah cepat.
Adrian jelas saja tidak bisa berbuat apa-apa karena di satu sisi Delon yang lebih dipercayakan oleh Riska untuk saat ini sedangkan dirinya hanya dicap sebagai murid yang bandel susah untuk diatur dan juga hobinya hanya mengganggu kenyamanan orang lain saja, jadi apapun yang terjadi lebih baik dibiarkan begitu saja tidak usah dipedulikan sama sekali karena Nantinya juga bakalan capek sendiri kalau misalnya terlalu sibuk dengan urusan satu sama lain yang tidak akan pernah ada habisnya dari dulu sampai sekarang.
setelah menaruh dengan begitu rapih makanan tersebut di atas mejanya Riska kemudian sekarang Delon memilih untuk keluar lalu Mengunci pintu itu kembali, dirinya bahkan mengabaikan keberadaan akhir yang di tempat itu sebab menurutnya keberadaan pria itu kan tidak Diundang dan juga tidak dibutuhkan Jadi untuk apa dipedulikan nanti kalau berdiri terus di situ sudah bosan dan capek sendiri pasti bakalan pergi juga kan?
__ADS_1
Adrian menyoroti punggung Delon yang semakin menjauh dari pandangannya sebab sekarang dirinya benar-benar tidak bisa lagi menahan emosinya, karena Bayangkan saja Delon terlihat bisa bebas keluar masuk dalam ruangan Riska sedangkan dirinya jangankan bisa bebas berbicara dengan wanita itu saja selalu Dilarang tidak diberikan kebebasan sama sekali untuk berpendapat apalagi untuk mengekspresikan apa yang diinginkan olehnya.
Riska sengaja Tadi menitip kunci ruangannya kepada Delon dan juga menyuruhnya mencari sarapan karena kebetulan Dirinya belum sempat, anaknya itu memang selalu bisa diandalkan dalam setiap saat maka dari itu Riska tidak terlalu merasa kesulitan setelah Delon mulai beranjak remaja mulai dari SMP sampai sekarang karena anaknya itu selalu mengerti dengan keadaannya selalu mengerti dengan profesinya serta tidak menuntut banyak hal membuat wanita itu terkadang merasa terbantu sama sekali dan juga merasa begitu bahagia karena ternyata didikannya memang benar-benar sangat manjur terbukti Delon menjadi seorang anak yang begitu penurut.