
Riska jelas saja tidak terima ketika melihat Wanda dan juga Arya ribut di dalam rumahnya ,padahal harusnya mereka tahu kalau ini adalah rumahnya dan tidak ada hubungan apapun dengan dirinya kalau misalnya mereka ribut karena urusan privadi ya itu urusan mereka tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya.
Sebab menurut wanita itu apapun yang terjadi suasana disini harus lebih kondusif ketika mengingat apapun yang terjadi pasti nama baiknya yang akan di bicarakan oleh para tetangga ,karena suara dari Wanda begitu cempreng dan juga sangat nyaring sehingga itu semua pastinya membuat nama baiknya menjadi hancur berantakan akibat apa yang terjadi didalam rumahnya.
Arya sudah berusaha menyeret Wanda pergi tapi wanita itu tetap saja keras kepala dan juga tidak peduli dengan apa yang pria itu katakan,maka dari itu terasa begitu menjengkelkan sebab wanita itu sangat keras kepala dan juga membuat dirinya menjadi bosan sendiri akibat tidak terlalu di hargai dan juga tidak dianggap sebagai seorang pria.
"Kamu kenapa sih susah untuk diatur? Kenapa jadi wanita begitu keras kepala dan juga tidak mau mendengarkan orang lain ,kamu hanya membuat aku malu dengan segala macam kelakuan kamu yang sangat menyebalkan itu? kamu pikir aku hanya mengurusi kamu saja dan tidak punya pekerjaan lain lagi, begitu pula dengan Riska yang tentu saja masih punya kesibukan yang lain bukan seperti kamu yang Tiap hari hanya duduk di rumah mengharapkan pemberian dari orang tua? " ujar Arya yang benar-benar sudah dibuat emosi bahkan bisa dibilang Habis sudah kesabarannya selama ini untuk menghadapi Wanda karena wanita itu memang susah untuk dibilang dan sekali dibilang tidak pernah peduli sama sekali.
Wanda jelas saja tidak terima ketika pria itu mempermalukannya di depan Riska karena itu sama saja menyiratkan kalau sebenarnya Riska itu lebih berharga dibandingkan dirinya, padahal kedatangannya ke sini untuk mempermalukan Riska supaya jangan terlalu dekat dengan Arya karena Biar bagaimanapun Arya itu hanya miliknya saja.
Wanda Lagi Dan Lagi Hanya menatap sinis ke arah Riska yang dari tadi juga sepertinya sudah bosan dengan kehadiran mereka berdua di tempat ini Namun sepertinya tidak sadar sama sekali, Bayangkan saja di weekend seperti begini kan kebiasaannya adalah membereskan rumah kemudian mencuci pakaian yang sudah menumpuk selama seminggu Lalu setelah itu istirahat dengan tenang Eh tiba-tiba ada gangguan yang datang kan rasanya seperti dirinya itu tidak dihargai sama sekali dan dibiarkan harus bekerja terus-menerus selama satu minggu tanpa istirahat sedangkan Wanda mah enak memiliki asisten rumah tangga di rumah Jadi tidak perlu memikirkan apapun.
" kamu bisa sadar tidak dengan apa yang kamu lakukan di sini dan kamu lagi lebih baik mau dia pulang mau pakai shareit kayak mau tarik pakai mobil derek kah itu terserah dari kamu aku tidak peduli sama sekali karena bagiku kalian itu sudah sangat mengganggu, Kalau terus-menerus seperti ini yang ada kalian hanya memperlakukan kami dengan begitu buruk dan juga kalian tidak pernah sadar kalau apa yang kalian lakukan itu memang sangat keterlaluan dan juga tidak jelas sama sekali? "ujar Riska yang dari tadi sudah merasa capek kalau misalnya ada tamu yang paling kurang ajar dan juga tidak terlalu sopan santun.
Arya benar-benar merasa malu dengan apa yang dikatakan oleh Riska tadi karena memang harusnya ya seperti itu sebagai tuan rumah tentu saja memperlihatkan tamunya yang datang, kalau tamunya tidak tahu diri seperti mereka berdua ya seharusnya langsung pergi saja tidak usah banyak drama karena nantinya hanya akan membuat pusing dan juga hanya akan membuat semua orang lain menjadi bingung untuk apa yang harus mereka lakukan sekarang karena memang tidak akan pernah ada perubahan Kalau Wanda tetap bertingkah dan juga tidak pernah bersalah sadar diri kalau sebenarnya sikapnya itu sangat merugikan orang lain yang ada di tempat itu.
__ADS_1
Arya memilih untuk menarik tangan Wanda lagi agar pergi dari situ dan kali ini tarikannya begitu kuat sampai membuat wanita itu jatuh tersungkur ke bawah karena memang tidak ada persiapan sama sekali untuk mengantisipasi pergerakan yang dilakukan, wajahnya memerah ingin menangis dan juga memerah karena malu sebab Apa yang dilakukan oleh Arya benar-benar sangat keterlaluan dan juga tidak bisa diterima dengan akal sehat karena Bayangkan saja pria itu sampai tega-teganya menyeretnya layaknya seseorang yang tidak dianggap sama sekali dan juga layaknya Benda mati yang tidak perlu dipedulikan lagi.
Wanda merasa kalau hal ini membuat dirinya Tentu saja tidak akan pernah lagi mau bertemu dengan Riska Karena rasa malunya yang tidak pernah tertolong lagi, kalau memang Arya mau marah Oke tidak masalah tetapi Bisakah hanya saat mereka berdua saja tentunya tidak ada orang lain dan di sekitar mereka karena nanti ini semua juga akan membuat wanita itu kebingungan harus bersikap seperti bagaimana lagi untuk mencerna semua kejadian yang ada.
" kamu bisa menghentikan pegangan kamu di Rambutku tidak? karena aku itu merasa sakit dan kamu sungguh terlalu sudah menarik tangan dan rambutku di saat yang bersamaan, tolong hargai aku sebagai seorang wanita dan juga calon istri kamu karena aku tidak ingin wanita itu nantinya menjadi besar kepala! "lirih Wanda penuh permohonan karena akhirnya dirinya juga sadar juga sebenarnya area sekarang itu dalam mode yang marah besar dan tentunya tidak pada niatan untuk membela dirinya walau hanya sedikit saja.
" percuma dan juga terlambat karena dari tadi saya sudah mengatakan secara bagus tetapi kamu tidak peduli sama sekali, jangan banyak berbicara dengarkan saja dan tidak usah pura-pura menjadi wanita yang baik di saat saya sedang emosi seperti sekarang! "ujar Arya membuat Riska langsung melepaskan paksa tangan pria itu karena menurutnya sudah keterlaluan dan juga ini sudah masuk dalam perbuatan kriminal Karena melakukan kekerasan.
"Arya, kamu mau marah boleh mau melakukan apapun boleh tetapi jangan coba-coba kamu lakukan hal itu di dalam rumahku karena nanti aku tidak ingin menjadi saksi dari kegilaan kalian ini! kalau kamu mau melakukan apapun terserah Jangan pernah sampai membuat aku yang merasa rugi karena nantinya Semua orang pasti bakalan berpikir aku menampung orang gila di sini, Berhenti menggangguku berhenti mengganggu kehidupanku dan berhenti mengerjakan kaki kalian di sini karena ini berbagai manapun kalian tidak akan pernah diharapkan oleh siapapun dan juga aku sangat melarang keras jika sampai wanita ini muncul lagi di hadapanku! "ujar Riska yang merasa bahwa batas kesabarannya itu bisa habis kalau seperti begini terus sebab Biar bagaimanapun dirinya hanyalah manusia biasa yang terkadang punya rasa capek yang terkadang punya rasa marah dan juga intinya terkadang merasa bosan juga dengan segala sesuatunya yang terjadi di sekitarnya yang terkadang membuat dirinya bingung antara memilih yang mana.
Arya yang sedang marah besar tentu saja langsung melepaskan pegangannya dan juga sekaligus cengkeramannya ke tubuhnya Wanda ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Riska barusan, karena tadi dalam pikirannya bahwa Wanita itu sudah tidak menganggap keberadaannya lagi Namun sepertinya pemikirannya itu salah besar dan tidak sesuai dengan apa yang terjadi saat ini.
" tidak perlu kamu datang ke sini tidak perlu kamu melakukan apapun karena aku tidak ada niatan untuk menerima tamu lagi Setelah kalian berdua pergi, Oh ya satu lagi tidak usah ada urusan lanjutan antara kamu dan aku karena aku tidak pernah mengharapkan hal itu terjadi dan aku juga tidak ingin ada yang namanya pertemuan selanjutnya karena saya benar-benar kapok berurusan dengan manusia seperti kalian sebab saya tidak melakukan apapun saja sudah disalah artikan seperti begini apalagi kalau memang ada apa-apanya lama-lama saya bisa tidak tinggal lagi di sini! " jelas Riska yang terlihat begitu kecewa dengan apa yang baru saja dialaminya dengan apa yang baru saja dihadapinya karena menurutnya ini semua sangat keterlaluan tapi balik lagi kan bisa diselamatkan juga harga dirinya Kalau misalnya orang-orang itu pergi saja dan tidak usah kembali lagi ke hadapannya.
setiap orang itu terkadang punya rasa kesabaran ada batasnya tapi balik lagi tidak pernah ada orang yang mau dan juga ingin diperlakukan seperti itu karena harapan mereka yang selalu baik-baik saja tidak terjadi apapun, kalau memang sudah seperti begini ya sudah yang penting intinya Arya bisa mengurus Wanda dengan sebaik mungkin dan tidak membawa-bawa nama orang lain dalam hubungan mereka itu.
__ADS_1
" Aku harap setelah pergi dari sini kamu tidak pernah berniat untuk kembali lagi karena aku tidak pernah menerima tamu dari awal , tentunya paham dengan apa yang sudah aku lakukan dan kamu tentunya tahu juga sebenarnya Aku tidak pernah ada niatan untuk berhubungan dengan orang-orang di masa laluku! " ujar Riska penuh penekanan karena dirinya yakin jika Arya itu bukanlah orang bodoh yang tidak paham sama sekali dengan apapun yang dikatakan olehnya tadi dan juga intinya semua pembahasan ini kan mengarah pada hal-hal yang akan membuat Wanda kembali bertingkah'
Wanda merasa tidak suka ketika melihat Arya mengatakan jika dirinya bakalan Kembali ke tempat itu padahal seharusnya pria itu sadar Apapun yang terjadi kedepannya ini bukanlah sebuah perkara yang mudah yang nantinya hanya akan dijalankan saja, sebab Biar bagaimanapun Apapun yang terjadi ini semua itu harus diwaspadai karena Biar bagaimanapun Arya itu adalah calon suaminya.
" tapi Riska, aku tidak enak hati kalau meninggalkan kamu sendirian dalam keadaan seperti begini karena kami yang sudah membuat keributan Ya otomatis harus diperbaiki! "ujar Arya yang merasa bahwa sikapnya sangat keterlaluan saat ini mengamuk kepada Wanda di dalam rumahnya Riska.
" pokoknya kamu dengarkan saja apa yang aku katakan tadi karena Percayalah aku tidak pernah ingin ada yang mengganggu kehidupan itu sampai kapanpun, pastinya Kamu paham kan masalah itu dan lebih baik kamu tolong hargai Apapun yang aku inginkan karena Biar bagaimanapun Aku ingin yang terbaik dalam hidupku tidak terjadi apapun yang membuat aku merasa tidak nyaman ! " ujar Riska yang sudah mulai tersulut emosinya sebab nanti yang ada akan membuat suasana menjadi tidak nyaman dan intinya ini semua demi keadaan psikisnya Delon Karena tidak baik jika anaknya itu melihat dirinya bertengkar dengan orang-orang yang menurutnya tidak punya pekerjaan sama sekali.
Arya akhirnya memilih mengalah dan mengajak anda pulang Tetapi ketika dirinya sudah berjalan lebih dulu dan Wanda dari belakang malah wanita itu melakukan hal-hal yang tidak terduga,. Karena Wanda menampar pipi Riska dengan begitu kuat membuat Riska benar-benar kaget dan hal ini pula yang membuat Arya merasa refleks dan akhirnya menang terbalik wanita itu sampai terjatuh.
Plak...
" dasar wanita murahan! "ujar Wanda dengan nada suaranya yang begitu meninggi membuat Riska benar-benar sangat terkejut sambil memegang pipinya yang terasa begitu kebas karena memang dirinya benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi.
"Plak...
__ADS_1
'Aku dari tadi sudah mencoba sabar tetapi kamu memang tidak tahu diri sama sekali, aku bakalan membawa kamu menemui orang tua kamu sekarang juga karena kita bakalan membatalkan semua Perjodohan yang mereka lakukan karena memang dari awal aku tidak pernah berniat menikahi wanita iblis seperti ini! " ujar Arya yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa emosinya apalagi ketika melihat Riska yang memerah pipinya dan dirinya ingin sekali menyentuh wanita itu tetapi Riska menepis tangannya jauh-jauh.
" pergi dari hadapanku sekarang sebelum kesabaranku habis karena kehadiran kalian, dari awal sudah kukatakan jangan pernah mengganggu kehidupanku dan jangan juga membuat aku benar-benar merasa tidak nyaman dengan apapun yang sudah kalian lakukan! "sarkas Riska begitu kasar sebab dirinya benar-benar marah besar dengan apa yang terjadi dan juga intinya ini semua membuat dirinya benar-benar merasa tersinggung karena bisa-bisanya diperlakukan seperti begini hanya karena sebuah hal yang tidak jelas dan juga membuat semuanya menjadi tidak nyaman dengan apapun itu dan juga segala sesuatu yang terjadi.