
Gunawan dan juga Alya benar-benar tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini ketika Kumala mamanya yang berada di kampung bersama dengan anak mereka mengirimkan gambar ketika di mana Riska sedang menghukum Adrian, pria yang selama ini selalu pembangkang tidak pernah mengikuti peraturan di manapun dan juga kapanpun kini malah lebih parah dari itu perlu itu tepat di hadapan Riska sambil menundukkan wajahnya.
riska bahkan Tengah memegang sebuah kayu yang tidak terlalu besar di tangannya bukan untuk mau menghajar Adrian Tetapi hanya menjadi buah tangannya saja Ya siapa tahu mungkin pria itu mau mencicipinya, soalnya setiap kali bicara Adrian terlihat memilih untuk masa bodoh dan juga tidak peduli padahal selama ini tidak ada satupun murid di tempat itu yang berani memperlakukannya seperti demikian.
padahal bisa dibilang Riska itu bukanlah tipe seorang dosen yang Killer atau hobinya hanya mengganggu ketenangan para mahasiswanya yang lain, Karena Wanita itu terkenal kalem kemudian Anggun dalam berbicara dan juga tidak pernah mengambil keputusan yang gegabah namun ketika ia marah sekali-kali pasti semua mahasiswa bakalan langsung terbirit-birit mungkin karena orang yang jarang marah terus tiba-tiba menjadi pemarah itu kan Rasanya sangat mengerikan dan terasa perbedaannya begitu jauh.
__ADS_1
"ya Ampun Astaga Papa pokoknya mama baru kali ini melihat anak kita yang Badung itu menjadi seorang yang bisa diatur, pokoknya dosen ini Sepertinya kita harus mengambil nomor kontaknya agar bisa berhubungan dengannya secara terus-menerus!" Alya sampai tidak sadar mengatakan hal itu kepada suaminya dengan begitu antusias karena memang ini semua itu sepertinya mimpi yang tidak bisa dipercaya namun benar adanya dan menjadi kenyataan.
Gunawan dari tadi itu berusaha untuk menganalisa kira-kira bagaimana kepribadian dari Riska dan sepertinya tidak ada yang salah dengan wanita itu, caranya mendidik Adrian menjadi seorang yang benar itu patut untuk diacungi jempol sempat terbukti anaknya itu seperti kerbau yang dicucuk hidungnya.
delon masih menatap tidak suka ke arah Adrian sebuah pria itu sepertinya tidak merasa takut sedikitpun dengan bunda Riska, Padahal selama ini Riska itu sudah berusaha menjadi seseorang yang sangat penyayang kok bisa-bisanya ya Ada mahasiswa yang malah menatap tidak suka ke arahnya seperti itu.
__ADS_1
"bunda kalau memang tidak bisa menghukum dia biarkan aku saja supaya maksudnya dia kapok Bagaimana caranya berhadapan dengan sesama pria, Aku tidak suka dengan caranya menatap Bunda yang menurutku sangat kurang ajar dan juga tidak punya sopan santun sebagai seorang anak kuliahan!" tawar Delon tetapi Riska menggelengkan kepala sebab menurutnya anak itu sudah bertingkah terlalu jauh dan tidak boleh sebenarnya melanggar apapun yang menjadi peraturan di tempat itu.
"Delon kalau saya di rumah merupakan Bundanya kamu tetapi kalau di sekolah saya merupakan gurunya kamu, jadi saya minta Dengan hormat kamu pergi kembali ke dalam kelas atau kamu mau bergabung dengan manusia satu ini di sini? "tawar Riska sambil menunjuk lantai lapangan basket tempat di mana Adrian berlutut untuk menyelesaikan segala macam hukuman yang diberikan oleh wanita itu.
Delon menggelengkan kepala karena masa iya hanya ngomong doang langsung dihukum sesadis itu Ya intinya Di mana hati nurani dari wanita yang sudah membesarkannya itu, pokoknya intinya dalam akan membuat perhitungan dengan antrian sampai pria itu benar-benar merasa kapok dan juga tidak akan pernah Mengulangi kesalahan yang sama.
__ADS_1