
Riska jelas saja tidak terima ketika anaknya diperlakukan seperti itu sebab menurutnya Delon itu tidak ada sangkut pautnya dengan segala macam masalah yang terjadi saat ini, dan juga bisa dibilang Apapun Yang Terjadi Anak itu tidak tahu apapun jadi sebaiknya tidak boleh membawa dewan di dalam permasalahan yang terjadi sebab nanti yang ada biarpun anak sekecil itu tapi suatu saat pasti dia bakalan marah juga dan juga merasa tersinggung dengan segala macam yang terjadi.
maka dari itu Riska jelas saja menegur Wanda agar maksudnya jangan keterlaluan jadi orang, masalah wanita itu ya bersama Arya bukan bersama dengan dirinya atau juga dengan Delon yang jelas-jelas tidak tahu apapun.
" Kenapa diam saja? Kenapa juga Tidak berkomentar, seperti yang selama ini kamu lakukan sampai membuat hubungan orang lain menjadi hancur? " tanya Wanda tersinggung ketika melihat Riska sepertinya tidak peduli dengan apapun yang dikatakan olehnya.
Riska mengerutkan keningnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu yang menuduhnya melakukan segala sesuatu yang sebenarnya selama ini tidak pernah dilakukan olehnya, dan kenapa harus dirinya juga yang diperlakukan seperti ini padahal sebenarnya dirinya tidak punya maksud dari tujuan lainnya tidak punya segala sesuatu yang untuk dilakukan jika memang harus seperti ini dan juga dituduhkan apa yang tidak pernah dilakukan olehnya kan Rasanya sangat tidak menyenangkan.
"Menurut kamu aku harus berbicara apa biar kamu puas? Apakah aku harus berteriak biar kamu tahu dan Apakah aku harus mengatakan semua hal yang tidak masuk akal agar kamu puas, aku bukanlah orang aneh yang maksudnya melakukan sesuatu tanpa dipikirkan dahulu hanya untuk membuat semuanya menjadi mudah bagi kamu sedangkan Namaku bakalan rusak? " tanya Riska penasaran karena menurutnya orang-orang itu hanya berpikir segala sesuatunya melalui sudut pandang mereka sedangkan pemikiran orang lain apalagi perasaan orang lain tidak pernah dipedulikan sama sekali dan hal ini yang membuat dirinya merasa tidak terima.
Wanda tertawa ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Riska barusan yang menyerahkan kalau wanita itu tersinggung dengan apa yang dikatakan, padahal sebenarnya menurut wanita itu kenyataannya seperti begitu tidak perlu harus ada yang disangkal tidak perlu harus ada yang mendapat penolakan karena nantinya hanya akan membuat wanita itu terlihat begitu menyedihkan.
" kok jadi ceritanya kamu tidak terima dengan apa yang aku katakan tadi dan juga merasa bahwa di sini kamu yang paling menjadi korban, Terus bagaimana masih pernikahanku nanti dengan Arya? Memangnya kamu bisa merubah pola pikirnya yang sudah salah semenjak bertemu dengan kamu, padahal kamu sendiri tahu kan kalau kamu itu benar-benar akan menikah dan dia sudah menerima kehadiranku ketika tidak bertemu dengan kamu sebelumnya? " tanya Wanda yang masih saja tetap ada pendirian kalau menyalahkan Riska itu merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri baginya.
Riska hanya bisa menggelengkan kepala ketika mendengar Wanda bertanya soal pernikahannya padahal kan tidak ada hubungan sama sekali dengannya, mau wanita itu menikah dengan Arya ataupun berhubungan dengan pria itu kan sebenarnya tidak ada urusan dengannya tetapi kenapa di sini selalu dirinya yang disalahkan dirinya yang selalu disangkut pautkan dengan segala sesuatunya yang jelas-jelas tidak ada hubungan apapun dengannya dan hanya membuat mungkin mereka merasa tidak terima atau apalah itu.
__ADS_1
" saya itu heran sama pola pikiran kalian semua, bisa-bisanya menurut saya melakukan semua yang tidak pernah saya pikirkan dari awal! asal kamu tahu saja ya saya itu bertemu Arya lebih dulu dibandingkan kamu, tapi tidak ada sedikitpun niatan saya maksudnya untuk mengganggu dia ataupun mengambil dia dari siapapun dan lihat sekarang kan hubungan kami pun biasa saja kenapa jadi kamu yang marah? " tanya Riska yang heran kalau misalnya dituduhkan seperti itu ya kalau mau sesuai kenyataannya tidak masalah tapi kalau tidak sesuai dengan kenyataan yang ada mereka hanya menciptakan sebuah pemikiran yang tidak pernah terjadi.
Delon dari tadi berusaha untuk tetap diam dan sebagai seorang anak Ya jelas saja dirinya tidak terima ketika melihat orang tuanya diperlakukan seperti itu, apalagi ketika melihat Respon yang diberikan Ariska itu sebenarnya Biasa saja namun Entah mengapa wanita yang baru datang itu terlihat luar biasa responnya sampai-sampai melakukan sesuatu dengan begitu memaksa kehendak jika apa yang dikatakannya itu dari awal memang sangat benar.
" kamu bisa tidak pergi dari rumah kami sekarang soalnya kehadiran kamu itu hanya mengganggu, orang lain tidak mencari masalah dengan kamu tiba-tiba kamu datang dan mengatakan hal yang tidak tidak seolah-olah di sini kamu yang tersakiti padahal jelas-jelas sikap kamu itu yang aneh?" tanya Delon yang heran karena orang-orang itu selalu saja memperlakukan Riska dengan begitu buruk seolah-olah kehadiran wanita itu merupakan malapetaka bagi mereka Padahal setahunnya selama ini Bundanya itu tidak pernah mengurusi kehidupan orang lain dan juga terkesan tidak peduli sama sekali.
Wanda menatap tajam ke arah Delon yang menurutnya tidak punya sopan santun sama sekali terhadap orang yang lebih tua, seharusnya ketika mengatakan sesuatu itu dipikir dulu dan mungkin ini juga karena ajaran yang tidak pernah diberikan oleh Riska bahwa ketika orang tua sementara berbicara anak-anak seperti itu tidak boleh ikut campur di dalamnya.
Riska menggelengkan kepala memberi kode kepada anaknya itu agar berhenti menjawab apalagi mencoba untuk mengatakan hal-hal yang tidak tidak, sebab nantinya Delon juga bakalan terkena imbasnya dan juga dalam juga nanti akan mendapatkan sesuatu yang sangat tidak menyenangkan apalagi ketika melihat sikap Wanda yang sepertinya cepat tersinggung dan juga tidak ingin setiap perkataannya bakalan dijawab oleh siapapun.
" Wah ternyata ada orang tua yang baik hati Mulai mengajarkan anaknya tentang sopan santun, lain kali ya seperti begitu terus ya Jangan Pernah Berubah sebab nantinya hanya akan membuat kamu merasa malu soalnya katanya pekerjaannya dosen tapi mengajarkan anak sopan santun tidak ada sama sekali! " ujar Wanda Yang sepertinya belum berniat pergi dari tempat ini membuat Riska merasa capek dan akhirnya memilih menghubungi Kinara agar maksudnya Kinara menghubungi Arya supaya menyuruh Wanda pergi dari rumahnya soalnya Riska itu butuh ketenangan bukan diganggu seperti begini dan hasil akhir hanya akan membuat suasana di rumahnya menjadi tidak nyaman akibat kelakuan wanita itu yang hobinya hanya mencari perkara dan juga tidak pernah mengerti dengan perasaan orang lain.
" Kinara, kamu tolong suruh Arya datang ke rumahku dong menjemput calon istrinya yang lagi ngamuk nih! kalau misalnya kamu tidak menelpon Arya Itu otomatis hidupku bakalan hancur berantakan terus-menerusnya Soalnya ini orang seperti ini tidak paham sama sekali, masa iya datang terus ngamuk-ngamuk tidak jelas di rumah orang Memangnya miliknya yang mana sih yang diambil? " omel Riska kepada Kinara membuat wanita di seberang itu tidak percaya jika calon istrinya area mau berbuat nekat dengan cara datang mengamuk di rumah orang lain Padahal jelas-jelas mereka tahu jika Riska itu sudah tidak punya hubungan apapun lagi dengan Arya sampai saat ini.
" loh kok dia bisa ada di situ? memangnya Arya tidak tahu sama sekali ya sampai-sampai dia seperti itu, Sudahlah kamu tenang saja nanti aku hubungi dia sekarang Supaya mengurus kekasihnya yang tidak punya malu itu?" Kinara lalu mematikan panggilan tersebut karena menurutnya benar juga apa yang dikatakan oleh Riska kalau misalnya sifat yang ditunjukkan oleh Wanda itu berlebihan dan bisa-bisanya mengatakan sesuatu yang sangat tidak masuk akal serta pada hasil akhirnya dirinya lagi yang disalahkan dirinya lagi yang diperlakukan dengan begitu buruk dan hal ini pula yang terkadang membuat semua orang menjadi tidak terima.
__ADS_1
" Kenapa kamu melihatku seperti itu? Kamu tidak terima kalau misalnya aku menghubungi orang untuk menyuruh calon suami kamu itu datang menjemput kamu ke sini, ya iyalah jelas aku menghubungi orang lain karena Memangnya kamu pikir aku ini manusia tidak punya kerjaan jadinya harus menghubungi calon suami kamu yang tidak jelas itu yang malah membiarkan calon istrinya keluyuran terus ngamuk tidak jelas di rumah orang? " tanya Riska yang merasa heran ketika melihat Amanda sekarang malah seperti memasang tatapan musuhnya dengan amat sangat kepada dirinya padahal Apa sih yang telah dilakukannya sampai-sampai membuat wanita itu terus-menerus bersikap seperti ini.
" eh manusia kurang ajar kok bisa-bisanya sih kamu menghubungi Arya untuk disuruh datang ke sini, kamu ingin menunjukkan kepadanya kalau Sebenarnya kamu itu merupakan seorang malaikat dan juga aku adalah setannya yang sudah membuat kamu merasa tidak nyaman begitu? Jangan kurang ajar begitu dong yang nantinya hanya akan membuat Posisiku bakalan tidak baik-baik saja, lagi kan kamu Jadi orang kok sok suci sekali bukannya menghindar malah membuat masalah dalam hidupku kembali timbul dasar wanita yang miskin dan juga tidak punya pola pikir yang begitu pintar? "omel Wanda yang menurut Delon sudah sangat keterlaluan dan alhasil pemuda itu menarik Wanda keluar dari tempat itu sebab menurutnya kalau terus-menerus berada di dalam rumah yang ada sikap Wanda itu bakalan lebih keterlaluan dan juga sudah tidak punya sopan santun.
" Lah kenapa jadi aku yang salah? kamu sadar tidak kalau yang datang cari masalah itu adalah kamu sendiri Bukannya orang lain, Jangan Mau enaknya saja dong sekali-kali harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah kamu lakukan supaya nantinya kamu sadar dan juga Mulai kapok untuk tidak Mengulangi kesalahan yang sama! " jelas Riska yang merasa tidak terima ketika dirinya melakukan sebuah keharusan malah di salah artikan seperti itu.
Wanda adalah tipe orang yang egois yang tidak pernah mengakui kesalahannya yang tidak pernah bersikap dewasa seolah-olah orang lain itu memang tidak punya harga dirinya sama sekali di matanya, Bayangkan saja Riska dari kemarin berusaha bersikap baik tapi salah lagi kan di depan wanita itu dan hal ini pula yang terkadang membuat emosi orang lain itu menjadi tidak sehat stabil dan akhirnya akan merasa tersinggung serta tidak terima dan kalau misalnya terjadi hal-hal seperti ini kan membuat Siapa saja yang berada di posisi Riska akan merasa tidak terima dan juga akan merasa marah soalnya dituduh melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan olehnya.
"Wanda, Ayo kita pulang sekarang! jangan bikin malu dan Jangan melakukan sesuatu yang nantinya akan kamu sesalkan, semakin ke sini Kenapa sih kamu semakin kurang ajar dan juga tidak pernah mendengarkan Apapun yang aku katakan? Memangnya jalan pikiran kamu itu sudah tidak berfungsi sama sekali jadi selalu saja bersikap seperti ini, Aku paling tidak suka Ketika masalah kita berdua kamu malah bawa-bawa orang lain Dan asal kamu tahu Riska itu tidak tahu apapun tentang hal ini! "ujar Arya yang entah kapan muncul yang penting intinya Riska sudah bernafas lega karena dengan begitu Wanda pasti akan pergi dari rumahnya sekarang.
Wanda berusaha menepis pegangan tangan Arya itu karena menurutnya urusannya dengan Riska itu belum selesai kenapa harus pria itu muncul sekarang, jika sudah seperti begini Ya tentu saja nanti pergerakannya bakalan tidak Sebebas dulu maka dari itu pokoknya dirinya harus melakukan sesuatu yang membuat pria itu sadar dan juga berhenti mengatur kehidupannya.
" kamu bisa tidak sadar dengan apa yang kamu lakukan dan juga bisa tidak jangan memperburuk emosiku dengan datang ke tempat ini kemudian marah-marah tidak jelas, asal kamu tahu saja ya karena kehadiran wanita itu membuat kamu itu tidak sangat dulu lagi kepadaku dan terkesan seperti cuek dan juga tidak peduli sama sekali dan aku tidak suka hal itu! "teriak Wanda tidak terima membuat Riska menggelengkan kepala sebab menurutnya drama rumah tangga kedua orang itu sebenarnya tidak boleh ada di rumahnya sekarang.
" kamu bisa diam tidak? Kenapa jadi wanita itu sulit sekali untuk diatur, dan Kenapa juga hobinya kamu itu hanya membuat orang lain merasa tidak suka dengan apapun yang kamu lakukan? " tanya Arya yang sudah merasa gemas dan juga merasa bahwa kesabarannya kali ini sudah berada di ambang batas Dan intinya Ini semua tidak akan pernah bisa berakhir kalau misalnya Wanda itu tidak bisa mengakui kesalahannya.
__ADS_1