
Riska tentu saja ingin sekali cepat pulang tidak peduli kalau misalnya acara itu belum apa-apa karena ternyata Arya sudah menyiapkan permainan kemudian seru-seruan dengan para sahabat yang lain, karena ini kan pertemuan mereka sekali-kali setelah puluhan tahun tidak bertemu lagi maka dari itu sekarang Seharusnya kan mereka bisa menikmati waktu yang ada soalnya kan selama ini sudah bersama dengan keluarga jadi tidak ada salahnya kan karena beberapa jam ini menjadi milik para sahabat mereka yang dulu selalu melalui Susah Senang Bersama.
Riska tidak nyaman karena takut nantinya mungkin kedatangan dirinya di sini hanya akan membuat semua orang di situ merasa tidak aman, soalnya kan dari dulu dirinya itu selalu menjadi bahan Bulian semua orang hanya karena statusnya yang memiliki anak dan katanya terlalu mudah serta sepertinya terlalu memaksakan diri menjadi seorang wanita dewasa dan juga nanti hasil akhir pasti akan menjual diri karena tidak sanggup membayar biaya makan minum orang-orang itu.
wandah benar-benar kali ini hanya memasang tatapan emosinya ke arah Riska karena dipikirannya tadi wanita itu tidak datang sama sekali, Namun ternyata pikirannya itu salah besar sebab wanita yang sudah diwaspadainya itu malah datang dengan begitu percaya dirinya tanpa merasa bersalah sedikitpun.
" kurang ajar sekali wanita itu sebab bisanya dia datang ke tempat ini, Padahal dia tahu sendiri kan kalau Arya itu tidak mungkin sudah melupakan dan setelah sekian lama? Kok bisa-bisanya sih dari tadi Arya tidak peduli denganku Padahal dia tahu kalau aku ada di sini dan tentunya perasaanku lah yang harus dijaga, Jika dia seperti begitu terus pokoknya aku tidak akan terima sama sekali dan nanti aku pasti akan membuat perhitungan dengannya. " wandah Tentu saja tidak terima kalau misalnya Riska sampai melangkahi dirinya Padahal kalau bisa dibilang status mereka itu berbeda jika dirinya masih merupakan seorang wanita single tentu saja Riska itu merupakan janda muda.
Arya memang benar-benar sangat keterlaluan juga tidak sih soalnya perasaan seseorang itu kan tidak bisa dipaksakan tapi intinya dia seperti tidak menghargai keberadaan Wanda di tempat itu, mungkin karena setiap hari Bertemu Dengannya jadi kayak rasa penasaran itu sudah tidak ada sama sekali.
__ADS_1
Kirani sebenarnya merasa sedikit bersalah dengan Riska sebab tadinya dirinya yang memaksa wanita itu agar ikut ke dalam perkumpulan ini, maksudnya biar bisa menunjukkan kepada semua orang kalau Riska itu bukanlah wanita yang lemah dan akhirnya tidak bisa mengandalkan dirinya sendiri untuk berbuat sesuatu yang intinya tidak akan pernah merugikan siapapun yang ada di sekitarnya.
apalagi ketika melihat Riska yang begitu tidak nyaman berada di tempat itu membuat Kirani benar-benar harus putar otak Bagaimana caranya agar Riska tidak terlalu sengsara dan juga tidak terlalu tertekan selama di situ, Apalagi melihat Wanda yang sikapnya seperti benar-benar tidak menyukai keberadaan Riska dan juga sepertinya sangat ingin maksudnya agar Arya itu tidak terlalu peduli dengan keberadaan wanita itu di tempat ini.
Riska sebenarnya sadar dengan keberadaan seorang wanita yang menurutnya sangat aneh karena dari tadi itu menatap tidak suka ke arahnya, seolah-olah Dulu mereka pernah bertemu dan mungkin bisa dibilang saling musuhan satu sama lain dan akhirnya permusuhan itu masih ada sampai sekarang.
belum lagi saat dirinya sedang serius memikirkan kesalahannya di masa lalu Mungkinkah wanita itu pernah bertemu dengannya tetapi ia melupakannya, kini terlihat Adrian malah duduk di samping Wanda yang ikut-ikutan menatap ke arah Riska tanpa ekspresi seolah-olah wanita itu memang pantas untuk ditatap dan juga diperlakukan seperti orang yang punya banyak kesalahan.
Riska memilih untuk bersikap biasa saja saat dirinya menjadi tontonan orang-orang yang tidak dikenalnya sama sekali dan juga tidak punya hubungan dengan dirinya, Bayangkan saja untuk apa dipedulikan jika hasil akhir Sikap mereka itu hanya akan membuat dirinya menjadi orang bingung dan juga tidak tahu harus bersikap bagaimana.
__ADS_1
"Riska,Kamu sadar tidak sih?" Tanya Qirani penasaran.
Riska jelas saja merasa bingung saat mendapat pertanyaan seperti itu yang menurutnya sangat tidak masuk akal dan juga ribet,karena kalau misal dirinya tidak sadar ya tidak mungkin dong sekarang berada disini? Jadi sepertinya pertanyaan itu sangat tidak masuk akal,sebab hanya akan membuang tenaga percuma.
Riska hanya bisa menggelengkan kepala karena merasa bingung dengan pertanyaan yang seperti ini sebab kalau misalnya pertanyaan itu masuk akal Ya mungkin bisa direspon ya dengan baik juga, Tetapi kalau misalnya pertanyaan yang nyeleneh dan juga aneh serta tidak bisa dipercaya kebenarannya juga sepertinya orang yang akan menjawabnya juga mungkin Harus berpikir dua kali untuk melakukan hal itu karena takut jangan sampai mungkin dirinya sekarang lagi di prank.
" Ya ampun Kirani kalau misalnya aku dalam keadaan tidak sadar ya kenapa bisa ada di sini sekarang? Kamu kalau mau menanyakan sesuatu yang masuk akal dikit dong yang ada nanti kalau misalnya aku tidak menjawab bakalan disalahkan lagi kan, jadinya seperti ini terasa begitu aneh dan juga rasa-rasanya mau tertawa tapi takut Nanti kamunya yang tersinggung? " ujar Riska yang memang benar-benar sedang tertawa sekarang.
Kirani menepuk pelan bahwa temannya itu karena menurutnya jawaban yang diberikan Riska itu sebenarnya jawaban yang sangat terlalu panjang padahal tinggal menjawab iya atau tidak saja susahnya minta ampun orang meminta pertanyaan itu tandanya inginkan jawaban bukan malah menginginkan pertanyaan balik ya sama saja nanti pertanyaan yang kita lontarkan tadi siapa coba yang bakalan menjawab?
__ADS_1
"ya Astaga, aku tadi itu hanya mau bertanya Kamu tadi lihat tidak Kalau pria yang di samping Wanda Itu sebenarnya dari tadi itu memperhatikan ke arah kita lebih tepatnya ke arah kamu saja loh? Apakah kalian pernah mengenal sebelumnya soalnya seingatku dianya seperti masih brondong dan kalau misalnya brondong itu sepertinya bakalan keren loh, karena aku yakin para wanita yang tidak tahu diri itu bakalan sadar kalau dari dulu sampai sekarang pesona kamu tidak pernah luntur oleh waktu!" jelas Kirani membuat Riska menggelengkan kepala sebab menurutnya jelas saja Adrian mengenalinya dengan begitu baik karena pemuda itu merupakan salah satu mahasiswanya di kampus.
" yang mana aku tahu kalau dia mengenaliku dan aku juga mengenalinya seperti itu soalnya kan setiap hari aku selalu bertemu dengan orang yang berbeda dalam pekerjaanku ini, Dan intinya Mungkin dia merupakan salah satu mahasiswa aku di kampus tapi aku tidak ingat sama sekali soalnya mau mengenali orang yang ratusan kayak begitu kan tidak mungkin bakalan mengingatnya dalam satu waktu secara bersamaan tanpa bisa melupakannya? "ujar Ariska yang berusaha maksudnya tidak ingin terlalu mempermasalahkan kehadiran orang lain di tempat itu.