
Arya ingin menarik tangan Riska agar mereka berdua bisa berbicara dengan cara yang lebih baik lagi, namun tanpa disadari oleh semua orang ternyata Adrian yang bergerak lebih dulu dengan menarik tangan dosennya itu agar segera menjauh karena menurutnya pembahasan yang ada ini hanya akan mengarah pada penghinaan yang dilakukan oleh Wanda terhadap Riska.
Adrian merasa bahwa yang wajib dan juga bisa mengganggu ketenangan Riska adalah dirinya bukan orang lain, jadi otomatis kalau sepupunya melakukan hal yang tidak menyenangkan kepada wanita tersebut maka jangan salahkan kalau dirinya juga ikut campur di dalamnya.
" Maaf bu saya udah perlu sesuatu Bisakah kita berbicara sebentar, atau mungkin saya akan mengantarkan Anda pulang saja soalnya kalau terlalu lama di sini nanti besok anak didik Anda di kampus bakalan dibuat menjadi orang bodoh? "tawar Adrian membuat semua orang mengerutkan keningnya.
Wanda tidak suka ketika melihat sepupunya itu bersikap seperti tadi terhadap Riska seolah-olah mereka itu memang pernah saling kenal sebelumnya, padahal setahunya Adrian itu kan baru sampai di tempat ini belum sampai 1 bulan kenapa sudah mengenali Riska seperti begini kan Rasanya sangat mustahil dan juga tidak masuk akal sama sekali.
" bukan urusan kamu saya mau melakukan apapun dan juga bukan urusan kamu juga saya sekarang kalau ada di mana, terserah saya mau datang terlambat atau tidak karena itu merupakan sebuah hal yang biasa bagi saya tapi untuk kamu lebih baik mulai sekarang menjadi anak yang penurut itu malah lebih bagus. " jelas Riska yang tidak suka ketika anak sekecil itu malah terlalu sibuk dengan urusannya dan juga mengatur kehidupannya'
" kalian saling kenal sebelumnya, Memangnya di mana sih sampai-sampai begitu mendadak seperti begini Padahal aku juga baru melihat sepupu dari Wanda itu? "tanya Qirani penasaran membuat Riska hanya bisa menggelengkan kepala karena sebenarnya Ia juga tidak punya pembahasan yang lebih dalam lagi tentang hal ini.
__ADS_1
" Adrian apa kamu menjadi sugar baby-nya wanita ini, wah kakak tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi ya Karena masih banyak wanita lain di luar sana yang lebih mudah dan juga cantik yang penting intinya ini bukanlah wanita itu? " tanya Wanda yang tidak terima kalau misalnya sepupunya itu benar-benar memiliki hubungan yang spesial dengan wanita di masa lalunya Arya.
Arya yang mendengar apa yang dikatakan oleh Wanda tanpa banyak berbicara langsung berdiri dan mendekati Riska lalu mencekal tangannya, soalnya dirinya tidak terima kalau wanita itu melupakan dirinya secepat ini padahal sebenarnya dari awal harusnya Riska tahu kalau sebenarnya Arya itu sedang berusaha mendapatkan perhatian darinya.
"kamu apa-apaan sih pakai pegang tanganku segala Memangnya kamu ingin menimbulkan fitnah diantara semua orang yang ada di sini, dia itu merupakan mahasiswa ku di kampus jadi Wajar dong kalau misalnya dia mengenaliku Jadi kalian tidak usah berpikiran yang aneh-aneh deh karena aku bisa menghidupi diriku sendiri dan juga bisa menghidupi kehidupan anakku sampai kapanpun! "jelas Riska yang benar-benar sedang tersulut emosinya tetapi Percayalah Adrian itu seperti orang bodoh yang tidak percaya dengan apa yang didengarkannya tadi bahwa wanita yang ada di hadapannya ini ternyata sudah memiliki anak.
"anak, maksudnya bu Riska sudah memiliki anak dan sudah pernah menikah ? " tanya Adrian yang benar-benar sudah sangat tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya ini dan ternyata itu merupakan sebuah hal yang tidak pernah diprediksinya.
" Kirani sepertinya aku harus pulang sekarang daripada nantinya tinggal di sini lebih lama membuat pikiranku akan hancur berantakan soalnya orang-orang di sini sangat menyebalkan, dan untuk teman-teman yang lain Maaf ya tidak bisa bergabung lebih lama lagi bersama kalian karena Sumpah aku benar-benar tidak nyaman kalau terus menerus ada di tempat ini! "pamit Riska yang sudah tidak ingin melakukan sesuatu yang menurutnya unfaedah.
Wanda tidak terima saat Arya berlari mengejar Riska yang sudah berjalan lebih dahulu, terlihat wanita itu benar-benar marah entah apa yang membuatnya marah padahal semua orang tadi mengatakan kejujuran dan juga hal yang masuk akal Sebab benar-benar terjadi.
__ADS_1
" Kamu itu kenapa sih Wanda selalu saja bersikap seperti itu , Riska itu hanyalah orang di masa lalunya Arya dan lihatkan wanita itu tidak pernah peduli dengan Arya hanya pria itu saja yang terlalu kecentilan sok terkenal sok akrab dengan Riska membuat wanita itu bahkan merasa risih di saat acara reunian ini baru berjalan setengah? "omel Adam yang tidak terima membuat wadah mendengus kesal karena kenapa harus dirinya yang disalahkan di sini kan yang harus disalahkan itu adalah Riska Kenapa wanita itu harus bisa menjadi masa lalu dari Arya.
"Riska, aku mohon berhenti dulu karena ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan kamu sekarang juga! Oke di sini aku yang salah karena sudah mengundang Wanda juga datang ke tempat ini Padahal dia bukanlah siapa-siapa di dalam kelompok ini, namun kamu Percayalah kalau ini semua itu kemauannya sendiri untuk melakukannya Tapi aku tidak pernah ada niatan untuk melakukan semua itu! "jelas Arya yang tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana karena terlihat Riska benar-benar marah dan juga enggan berbicara dengannya sama sekali.
Riska tidak peduli dengan panggilan dari siapapun namun langkah kakinya terhenti saat melihat Adrian menarik tangannya dan entah apa yang ada dalam pikiran pemuda itu sampai-sampai mau melakukan hal ini kepadanya,sebab menurutnya anak sekecil itu lebih baik tidak usah ikut campur dengan segala macam urusan orang lebih tua sebab yang ada nantinya hanya akan mengganggu ketenangan orang-orang yang ada di sekitarnya.
"kamu bisa tidak jangan mengganggu kehidupanku apalagi mencoba untuk akrab seperti ini, di kampus Kamu sangat menyebalkan Kenapa di luar juga lebih menyebalkan lagi?" Riska tentu saja tidak terima ketika Adrian terlalu berlebihan untuk mengganggu kehidupannya begini.
kalau misalnya semua baik-baik saja Ya tidak masalah tetapi ini malah lebih parah dari itu dan membuat wanita itu memilih untuk pergi saja daripada terlalu lama di tempat itu yang ada hanya membuat dirinya merasa emosi, sebab belakangan ini sebenarnya emosinya sedikit tidak terkontrol hanya karena semua yang terjadi ini benar-benar sangat tidak membuat dirinya merasa nyaman.
Riska merasa harus segera pergi dari situ karena ini bukanlah tempatnya dari dulu di mana berada dalam lingkaran orang-orang yang menatap tidak suka ke arahnya seolah-olah hidupnya ini merupakan sebuah hal yang pantas untuk dijauhi dan tidak pantas untuk maksudnya saling mengenal satu sama lain, berbeda dengan Qirani yang merasa bersalah dengan apa yang terjadi kepada wanita itu tapi balik lagi dirinya tidak bisa berbuat banyak jika sampai Riska sudah marah.
__ADS_1