Jodoh Pilihan Bunda

Jodoh Pilihan Bunda
Marah


__ADS_3

Arya akhirnya memilih untuk pulang saat tahu bahwa keberadaannya di tempat itu pun tidak diharapkan oleh Riska, karena kalau misalnya diharapkan Ya tentu saja wanita itu tidak mungkin memperlakukannya seperti begitu sebab Bayangkan saja dibiarkan menunggu berjam-jam setelah Ketemu eh malah disuruh pergi ya sama saja bohong kan perjuangan dari tadi dirinya berada di tempat itu.


maka dari itu pria itu memilih untuk kembali pulang ke rumah meskipun nantinya akan ada begitu banyak drama yang terjadi, sebab Bayangkan saja entah nanti bagaimana respon kedua orang tuanya saat dirinya pulang nanti setelah Apa yang dilakukan kepada wanita pilihan mereka yaitu Wanda.


pria itu tahu pasti akan ada konsekuensi yang bakalan ditanggung tetapi mau bagaimana lagi, ketika ini adalah pilihannya sendiri dan tidak akan pernah membuatnya berubah pikiran soalnya yang menjalani adalah dirinya masa iya harus mengikuti semua perintah dari orang lain yang pada akhirnya hanya akan membuat dirinya menjadi seseorang yang sangat tidak berguna sama sekali.


Apapun yang terjadi kedepannya dirinya akan menghadapi masalah itu dengan tidak pernah merasa takut dan juga tidak pernah merasa sedikit Waspada, soalnya hidup itu hanya sekali jadi seharusnya dinikmati dengan begitu baik bukan malah dibuat sengsara karena Percayalah nantinya hanya akan ada rasa penyesalan Kenapa sih harus diberi hidup.


Wanda bukanlah wanita yang tepat untuknya dan juga bukanlah wanita yang maksudnya bisa nyambung dengan sikapnya yang juga tidak kalah keras kepala, entah nanti bagaimana rumah tangga mereka kalau dirinya memaksakan kehendak untuk tetap bersama mengikuti keinginan dari wanita itu mungkin yang ada tiap hari bakalan bentrok.


maka dari itu mungkin nantinya tinggal menjawab saja kalau misalnya saat pulang terus orang tuanya marah ataupun bertanya serta mencari tahu semuanya, kalau dulu mungkin karena dirinya masih kecil masih bergantung hidup kepada mereka makanya setiap perintah yang diberikan mau tidak mau harus dijalankan tetapi sekarang ia sudah dewasa ya bisa mengatur bagaimana kehidupannya ke depannya itu seperti apa.


sesampainya di rumah tampak Sarah dan juga Bayu suaminya Tengah duduk menunjuk kedatangan anak mereka, wajah sepasang suami istri itu memang benar-benar sangat menyeramkan mungkin karena sedang berencana melampiaskan emosi kepada Arya yang sudah mengubah rencana yang mereka susun dari awal.


Arya langsung nyelonong pergi begitu saja tidak ada niatan untuk menyapa sebab menurunnya untuk apa juga menyapa kedua orang tuanya jika nantinya pasti tidak akan digubris sedikit pun, lebih baik waspada saja melakukan pergerakannya sendiri tidak perlu ikut campur dengan urusan orang dalam rumah itu soalnya mereka saja tidak pernah peduli dengan keinginannya.


" Wah semakin ke sini semakin kurang ajar kamu? bukannya menghargai kami orang tua kamu malah sibuk dengan urusan kamu sendiri yang tidak jelas itu dan mungkin bisa dibilang hanya akan merugikan orang lain saja, bayangkan saja Seharusnya kamu datang kemudian mengatakan hal yang membuat kamu berubah pikiran Tetapi malah pergi begitu saja seolah-olah kayaknya orang tua kamu yang tidak butuh penjelasan sedikitpun? " katanya Melisa yang sedikit tersinggung dengan sikap anaknya itu karena bisa-bisanya datang kembali ke rumah tanpa memberikan penjelasan atau mungkin bisa dibilang tidak ada niatan untuk melakukan hal itu.

__ADS_1


Arya terlihat menghentikan langkah kakinya lalu kembali menatap ke arah kedua orang tuanya yang terlihat begitu serius membahas tentang hal yang baru saja terjadi, ya meskipun ini sebenarnya sangat membosankan tetapi memang harus dijelaskan supaya maksudnya mereka tidak salah paham.


Bayu dari tadi terlihat begitu santai dan juga tidak peduli tapi jangan lupakan Kalau pria itu sebenarnya sedang merasa emosi dengan sikap anaknya, karena perjanjian bisnisnya dan juga Broto otomatis akan batal kalau misalnya memang benar-benar Arya menolak pernikahannya dengan Panda akibat lebih memilih wanita di masa lalunya yaitu Riska yang jelas-jelas bukan apa-apa dan juga tidak memiliki apapun yang bisa dibanggakan.


" Mama mau mendengar penjelasan yang kayak bagaimana lagi? Bukankah tadi aku sudah mengatakan secara langsung Kalau aku tidak ada niatan untuk melanjutkan pernikahan ini, Tapi kan kalian bisa fokus malah memilih untuk peduli dengan urusan anaknya orang lain sampai-sampai keinginan anak sendiri saja tidak dimengerti soalnya kan kebiasaan kalian seperti begitu! Jadi kalau misalnya mau mencari tahu semuanya rasa-rasanya sudah sangat terlambat, lebih baik seperti begini saja tapi Intinya jangan lagi memaksakan kehendak karena aku tidak akan pernah menjalankan seperti yang kalian inginkan, " ujar Arya yang tetap pada pendiriannya membuat kedua orang tuanya merasa tidak terima.


Melisa merasa tersinggung dengan apa yang diucapkan oleh anaknya itu sebab bisa-bisanya mengatakan hal-hal yang menurut mereka sangat keterlaluan , bayangkan saja kalau apa yang mereka lakukan ini sebenarnya hanya untuk kebaikan anaknya itu di masa depan supaya nanti pekerjaannya bakalan lancar ditopang oleh kehidupan istrinya yang mapan bersama dengan orang tuanya tetapi kalau misalnya sudah seperti begini Jangan menyesal jika nantinya Sarah dan juga Broto bakalan menjodohkan anak mereka dengan orang lain lagi.


" Jadi maksud kamu yang namanya Riska itu lebih tinggi derajatnya daripada Wanda wanita yang sudah kami berikan untuk kamu, apa sih yang bisa kamu banggakan dari janda beranak satu itu mau merawat anaknya supaya bisa dibilang kamu itu memiliki jiwa sosial yang tinggi? Eh asal kamu tahu ya Semua ini kan sebenarnya kita sudah bahas waktu kamu masih sekolah dulu kan kalau kami tidak akan pernah menyetujui Jika kamu menjalin hubungan dengan wanita itu, dan bukannya dulu kamu sudah ikut serta setuju dengan apa yang menjadi keinginan kami tetapi kenapa sekarang malah berubah pikiran? Jangan berharap kamu bisa memilih apapun setelah sudah dewasa seperti ini karena sudah memiliki pekerjaan, karena itu semua tidak akan pernah terjadi selagi kamu masih hidup dan juga bernaung di bawah rumah ini maka kamu akan selalu turut pada semua perintah kami tanpa terkecuali! " ujar Melisa yang menurut Arya benar-benar sangat keterlaluan karena selalu sering memperlakukan dirinya layaknya anak kecil yang tidak pantas untuk dihargai.


" Ya terserah mau kalian berbicara seperti apapun karena aku tidak peduli sama sekali karena bagiku semua keinginanku itu mutlak aku sendiri yang akan melakukannya, kalau memang kalian merasa rugi karena aku selama ini sudah hidup dan hanya mengharapkan apapun pemberian dari kalian Oke tidak masalah kalau begitu aku bakalan pergi dari rumah ini sekarang juga dan juga tidak akan pernah menganggap apapun pemberian dari kalian karena bagiku 1000 pemberian dariku maka Harga Diriku juga akan kalian jatuhkan sebanyak itu, " ujar Arya membuat kedua tuanya benar-benar tidak menyangka jika anak yang selama ini Mereka sekolahkan tinggi-tinggi ternyata etitude-nya semakin hancur saat bertemu dengan Riska.


apa yang terjadi ini membuat kedua orang tuanya benar-benar tersinggung dan juga tidak terima sebab Bayangkan saja anaknya itu lebih mementingkan orang lain dibandingkan Keinginan mereka sebagai orang tua, Kalau sudah seperti begini ya percuma saja meminta yang kayak bagaimanapun tetap saja tidak akan pernah didengar dan juga tetap saja tidak akan pernah dihargai sama sekali.


" wanita itu yang selalu kamu banggakan, Memangnya Apa sih yang sudah dikasih ke kamu? Kekuasaan dan nama yang paling besar di antara orang lain sehingga kamu paling dihargai, atau mungkin derajat kamu yang lebih tinggi saat bersama dengan dia? jangan lupakan satu hal kalau Wanda itu lebih di atas segala-galanya dibandingkan wanita tersebut, karena Wanda itu masih single tidak punya tanggungan sama sekali Dan intinya memulai berasal dari bibit bobot yang jelas bukan seperti wanita itu yang tidak tahu asal-usulnya dari mana orang tuanya siapa dan juga kenapa bisa cerita yang memiliki seorang anak? " tanya Melisa yang ingin mendengar kira-kira Respon yang diberikan oleh anaknya bakalan seperti apa soalnya sebagai orang tua dirinya penasaran kenapa anaknya itu begitu ngotot untuk bisa memiliki Riska padahal ada Wanda yang jelas-jelas lebih sempurna.


Arya tertawa ketika mendengar apa yang dikatakan oleh mamanya yang begitu percaya diri sampai-sampai lupa jika semakin tinggi derajat seseorang maka semakin juga dia lupa di mana tempat dia berpijak, sebab Bayangkan saja Bagaimana sikap Wanda selama ini Baik bertemu dengan orang baru ataupun orang lama tetap saja bakalan menginginkan dan juga menunjukkan sikap angkuhnya.

__ADS_1


Kalau sudah seperti begini mau memaksakan diri yang kayak bagaimanapun tetap tidak akan pernah ada ujungnya sama sekali, maka dari itu lebih baik ya seperti begini saja menjalani segala sesuatunya tanpa harus ikut campur dan juga peduli dengan semua perkataan orang di luar sana.


"Wanda menurut kalian adalah wanita paling sempurna? sekarang pertanyaannya kalau dia saja kalian sebut sempurna, Bagaimana dengan wanita yang selama ini menjunjung tinggi harga diri seorang pria dan juga bagaimana Tahu menjaga nada bicara yang dikeluarkannya kira-kira akan membuat orang lain merasa nyaman atau tidak? "tanya Arya yang ingin melihat kira-kira Respon yang diberikan oleh orang tuanya bakalan seperti apa soalnya kalau dibiarkan semakin ke sini Mereka terus menerus menyanjung tinggi Wanda sehingga terkadang membuat dirinya bingung apa sih yang dikasih Wanda untuk kedua orang tuanya sampai-sampai terlihat begitu memuja dirinya sehingga melupakan wanita itu juga ada kekurangannya.


" kalau kamu bertanya seperti itu sekarang giliran Mama yang balik bertanya kira-kira apa sih yang dikatakan orang lain tentang wanita yang memiliki anak tapi tidak punya suami, Apakah mereka dikatakan sebagai korban atau mungkin dikatakan sebagai seseorang yang mau bersedekah dengan menampung segala sesuatunya? "tanya Melisa dengan tatapan mengejek membuat Arya hanya bisa menggelengkan kepala karena sebenarnya dari awal kan sudah dikatakan olehnya secara terus-menerus dan juga berulang kali kalau Delon itu bukan merupakan anaknya Riska tetapi anaknya dari kakak wanita itu hanya saja waktu melahirkan Delon kakaknya itu meninggal maka gantian Riska yang mengurus anaknya itu.


" Ya sudah terserah kalian mau berpikir seperti apa soalnya mau aku menjelaskan yang kayak bagaimanapun tetap kalian tidak akan pernah mengerti karena di dalam otak kalian itu sudah timbul yang namanya kebencian, orang yang tidak bersalah kalian benci sedangkan orang yang selama ini selalu saja melakukan hal-hal sesuka hatinya kalian sanjung kalian puja dan katakan bahwa dia merupakan orang yang terbaik , " ujar Arya yang terkadang merasa bosan dengan apa yang dipikirkan oleh kedua orang tuanya yang menurutnya tidak pernah mengikuti ataupun menghormati sedikitpun dari apa yang dikatakan olehnya karena mereka terkesan memaksakan diri kemudian terkesan seolah-olah dirinya yang paling salah di tempat ini.


"jangan sampai bisnis papa kamu menjadi hancur karena kamu tidak menjadi menikah dengan Wanda, karena asal kamu tahu saja ya tadi Broto dan juga Sarah istrinya pergi dari rumah ini dalam keadaan marah dan entah nanti Bagaimana caranya agar kita bisa bertemu dengan mereka dan memperbaiki kesalahan! " jelas Melisa yang bingung karena anaknya itu masih saja tetap keras kepala dan juga tidak mau mendengarkan apa yang mereka katakan.


Arya mengangkat kedua bahunya pertama tidak peduli kalau misalnya orang tuanya itu merasa stres dengan apa yang terjadi, soalnya kan dirinya tidak punya maksud dan tujuan yang lain Kalau memang mereka merasa bahwa apa yang dilakukan ini nantinya bisa berbahaya untuk bisnis Ya sudah bukankah mereka yang harus berusaha Bagaimana caranya agar bisa bertemu dengan kedua orang tuanya Wanda kemudian membahas hasil kerjasama mereka tidak melibatkan hubungan anak-anak.


" sebenarnya kalau dia itu murni ingin melakukan bisnis kerjasama Diantara Kalian berdua Ya tentu saja tidak ada membawa anak-anaknya di dalam hal ini kan, tapi buktinya dia hanya ingin menggunakan kesempatan ini untuk membuat anaknya itu laku karena memang di luaran sana sih Apa sih yang mau dengan wanita yang sombong seperti itu? "tanya Arya yang ingin membuka maksudnya jalan pikiran orang tuanya agar jangan terlalu berada dalam satu tempat saja.


" Terserah kamu mau mengatakan apa yang penting Intinya jangan sampai kamu mendekati wanita itu lagi, karena kalau sampai hal itu terjadi jangan menyesal jika mama bakalan membuat wanita itu akan kesulitan nantinya baik dalam hidupnya ataupun dalam pekerjaannya, "ancam Melisa membuat Arya menggelengkan kepalanya karena menurutnya Mamanya itu benar-benar tidak punya hati nurani karena maunya menyakiti seorang wanita hanya untuk mendapatkan apa yang diinginkan olehnya.


Melisa bahkan terkesan tidak peduli sama sekali dengan apapun yang akan terjadi kepada Riska nantinya, padahal dirinya sudah tahu jika wanita itu yatim piatu dan tidak punya kerabat dekat yang bisa menopang hidupnya nanti,

__ADS_1


__ADS_2