
Wanda terlihat begitu tersinggung dengan apa yang dilakukan dan juga yang dikatakan oleh Arya barusan, Bayangkan saja dirinya berusaha melakukan yang terbaik untuk hubungan mereka tetapi pria itu selalu memilih untuk tidak peduli, Kalau sudah seperti begini ya rasa-rasanya hanya dirinya saja yang memperjuangkan hubungan mereka sedangkan Arya terlihat tidak peduli dan juga merasa bahwa itu semua kan tidak perlu untuk membuat dirinya jadi bingung harus melakukan apa.
semua orang berada pada posisi yang sama kalau misalnya melihat calon suaminya melakukan hal yang aneh-aneh di luaran sana padahal dirinya duduk tenang dan juga mencoba menjadi wanita yang baik, kalau ditanya Bagaimana rasa kecewanya Ya tentu saja tidak bisa digambarkan dengan kata-kata Soalnya ini semua itu benar-benar tidak pernah diharapkannya sama sekali jika semua yang terjadi ini hanya untuk membuat dirinya terlihat bodoh dan juga tidak berguna.
Arya bahkan tidak menghargai maksud dan tujuan kedatangan Wanda di tempat itu Ya setidaknya mengobrol dengan wanita itu agar terlihat lebih rileks dan juga santai bukan malah sibuk dengan urusan pribadinya yang sebenarnya hanya untuk mengalihkan perhatiannya saja padahal tidak ada pekerjaan yang sedang dikerjakan olehnya,Wanda bukan anak kecil yang tidak paham dengan arti sikap Arya kali ini dan perubahan itu ada semenjak kedatangan Riska tempo hari saat acara reuni sekolah dan tentu saja wanita itu tidak suka ketika diabaikan.
" Kamu kenapa masih di sini? Apakah belum ada niatan udah pulang, atau melakukan pekerjaan yang lain? " tanya Arya memastikan dan juga terlihat bukannya bersyukur karena Wanda memilih untuk menemaninya biar maksudnya tidak suntuk melakukan semua pekerjaan itu.
Wanda menatap heran ke arah pria yang ada di hadapannya ini karena kata-katanya itu seperti mengusir dirinya secara tidak langsung , padahal maksud dan tujuannya datang berkunjung kemudian menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya selama ini di mana ketika pria itu bertemu dengan Riska semuanya menjadi berubah tidak ada lagi saling menanyakan kabar satu sama lain ya Meskipun dirinya yang harus melakukan lebih dahulu karena kalau mengharapkan Arya maka itu tidak akan pernah terjadi.
" Memangnya salah kalau aku di sini? pekerjaan kamu jadi berantakan atau tidak pernah selesai, jadi aku seharusnya pergi sekarang juga mengikuti apa yang kamu inginkan itu?" tanya Wanda yang benar-benar merasa kecewa dengan Respon yang diberikan oleh Arya atas kehadirannya di tempat ini dan juga sepertinya pria itu tidak pernah memiliki rasa syukur dalam hidupnya karena Wanda merasa yakin jika dirinya selama ini sudah melakukan sesuatu yang paling terbaik.
Arya mendengus kesal saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Wanda barusan, yang seolah-olah menyiratkan kalau dirinya itu tidak pantas berbicara yang ini dan itu karena nantinya hanya akan membuat semuanya menjadi berantakan.
pria itu juga bahkan terlihat sepertinya sudah mulai bosan dengan kelakuan wanita yang keras kepala, Bayangkan saja selama ini dirinya dipaksa bertahan dengan wanita yang hanya mau didengar tetapi tidak mau mendengarkan orang lain padahal yang diinginkan oleh area itu Ya balance maksudnya kalau memang harus didengar tidak masalah tetapi Kalau diartikan pun tidak masalah soalnya kan orang punya kesibukan masing-masing.
Arya merasa kecewa kalau seperti begini terus dan juga tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana, sebab dirinya hanyalah manusia biasa yang terkadang punya Batas kesabaran yang tidak dimiliki oleh semua orang dan menurutnya kesabarannya itu pun tidak bisa membuat orang-orang tersebut merasa baik-baik saja jika hasil akhir seperti begini.
" Kamu itu sebenarnya tujuannya datang ke sini untuk apa? kalau memang ingin mencari tahu apa yang aku lakukan Ya sudah kan sudah melihatnya dari tadi kan, kalau aku itu tidak melakukan hal yang aneh-aneh dan hanya duduk bekerja serta menghabiskan waktu dalam ruangan ini saja! "ujar Arya yang sudah mulai tersulut emosinya.
__ADS_1
Wanda terlihat tertawa ketika mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu yang sepertinya Tengah mencari kebenaran atau sikapnya yang ditunjukkan dari tadi, padahal Bayangkan saja dirinya sedang berusaha melakukan yang terbaik tetapi kalau setiap saat diperlakukan seperti begini ya manusia biasa pun juga pasti akan merasa bosan.
"menurut kamu, kenapa sampai aku ada di sini sekarang? Kalau misalnya aku merasa kamu baik-baik saja dia tidak mungkin aku datang kemudian memastikan secara langsung, kalau kamu bosan jika aku terlalu berlebihan posesifnya Ya sudah aku minta maaf terus tapi ini kan kebiasaan aku masa iya harus dirubah sama orang lain dan jelas-jelas orang lain itu lebih nyaman dengan kehidupan masa lalunya."Wanda merasa bahwa kesabarannya sudah habis soalnya setiap saat selalu terjadi uji seperti ini setiap saat selalu saja dipermainkan kayak begini padahal dari awal maksud dan tujuannya itu baik.
" Sudahlah! Aku harap sekarang juga Kamu pergi, jangan mengganggu pekerjaanku karena kamu tidak akan paham ketika berada di Posisiku seperti ini! kalau kamu mau mencari tahu sesuatu ya sudah nanti jangan sekarang juga kan, karena setiap orang itu punya kesibukan masing-masing Yang intinya tidak bisa ditinggalkan dan kalau misalnya kamu mengganggu kesibukanku yang ada pekerjaanku tidak pernah bakalan habis. "Arya merasa bahwa kesabarannya sudah habis kalau misalnya terus-menerus seperti begini dan tidak masalah kan kalau misalnya dirinya melakukan sesuatu itu menggunakan caranya terserah mau tersinggung seperti apapun tidak masalah yang penting Intinya jangan sampai membuat segala sesuatu itu menjadi tidak nyaman hanya karena pelakunya.
Wanda menghafalkan tangan yang menahan emosi karena menurutnya ini semua sudah tidak bisa ditoleransi dengan begitu baik, karena dirinya harus membuat perhitungan ketika bertemu dengan wanita yang bernama Riska itu terserah mau dia sedang melakukan apapun yang penting intinya dirinya harus melampiaskan segala sesuatunya itu sekarang juga.
"baiklah kalau memang kamu mengusirku seperti itu, Oke aku tidak masalah karena aku bakalan pergi sekarang juga! akan tetapi aku harap Kamu jangan kaget ketika tahu kejutan yang aku berikan itu benar-benar tidak sesuai dengan ekspektasi kamu selama ini yang berpikir jika aku adalah wanita menurut, karena menurutku orang lain tidak boleh bahagia di atas penderitaanku Terserah mau dia itu siapa dan juga sekarang ada di mana karena aku tetap akan membuat perhitungan Biar dia sadar dan juga berpikir dua kali untuk mengganggu milik orang lain," jelas Wanda penuh ambigu dan segera keluar dari situ sedangkan Arya masih mencoba mencerna setiap perkataan yang di keluarkan tadi itu kira-kira maksudnya seperti apa.
Arya merasa bahwa sebenarnya Jalan pikirannya Wanda itu ada sedikit masalah soalnya setiap kali berbicara itu selalu saja tidak jelas, maunya didengar tetapi tidak mau mendengarkan orang lain dan maunya dipedulikan tetapi tidak mau mempedulikan pemikiran orang lain.
Wanda pergi dari ruangan Arya itu sambil membawa perasaan emosi yang begitu menggebu-gebu, Bayangkan saja kalau misalnya dirinya bertemu dengan Riska saat ini juga entah apa yang bakalan dilakukan olehnya yang penting intinya itu tidak mengarah kepada sesuatu yang baik.
" kurang ajar sekali wanita itu! kalau misalnya dia tidak hadir waktu itu di acara reunian pasti tentunya Arya tidak memperlakukanku seperti begini, Tetapi semenjak wanita itu muncul maka Disaat itu pula Aku merasa seperti tersisihkan dan aku tentu saja tidak terima dengan apapun yang terjadi ini Karena bagiku semua sangat tidak masuk akal, " batin Wanda yang terlihat begitu tersulut emosinya dan juga terlihat tidak suka dengan semuanya dan pada akhirnya akan memilih melakukan sesuatu itu dengan caranya sendiri.
Riska tentu saja kali ini memilih untuk bekerja biasa saja tidak ada niatan untuk mengganggu hubungan orang lain apalagi kecuali dengan orang-orang di masa lalunya, kalau misalnya perpisahannya dengan Arya waktu itu baik-baik saja bukan karena statusnya yang memiliki anak yang tidak masalah tetapi waktu itu kan dirinya dihina habis-habisan masa iya sekarang mau memilih kembali?
wanita itu memilih menjadikan masa lalunya itu sebagai pelajaran untuk menjalani hidupnya di masa depan, kalaupun nanti semua orang itu tidak suka dengan sikapnya pun tidak masalah yang penting intinya dirinya sudah berusaha melakukan yang terbaik sudah berusaha bersikap yang membuat dirinya merasa nyaman dengan semuanya ini.
__ADS_1
Adrian yang dari tadi seolah-olah Tengah menjadi perkara dengannya pun tidak dihiraukannya sama sekali karena menurutnya Adrian itu masih anak kecil, yang Terkadang plin-plan untuk menjanjikan sesuatu Jadi untuk apa dirinya sebagai seorang dewasa ikut campur dan juga peduli segala sesuatunya yang hanya akan membuat dirinya capek sebab tidak tahu harus bersikap Bagaimana dan juga tidak tahu harus merespon Yang kayak bagaimana lagi kalau misalnya semua ini terjadi secara terus-menerus.
" Permisi ibu, seperti janji saya tadi kalau misalnya ada yang saya bingung saya datang bertanya maka sekarang saya datang untuk memastikan itu! "jelas Adrian lalu tanpa banyak berbicara anak muda itu meletakkan buku yang dipegangnya itu tepat di hadapan Riska membuat wanita itu menatap heran ke arahnya.
Riska tentu saja merasa bingung dengan sikap yang ditunjukkan oleh Adrian karena apa? sebab tadi kan dirinya baru saja keluar dari dalam kelas mereka dan penjelasan panjang kali lebar sudah diberikan olehnya, masa iya sekarang belum paham juga dan juga seperti tidak peduli dengan apapun yang dikatakan olehnya?
dan aku tidur kamu tadi kan di kelas saat saya mengajar pun kamu sepertinya tidak punya pertanyaan sama sekali, Terus kenapa di dalam kelas tidak punya pertanyaan malah datang menemui saya secara pribadi? kalau misalnya di dalam kelas kamu merasa tidak nyaman untuk bertanya ya alasannya apa, takut nanti dibilang orang bodoh yang selama ini hanya belagu dan juga menunjukkan taringnya padahal sebenarnya isi otaknya tidak ada sama sekali? "sarkas Riska yang terlihat begitu kasar.
Riska merasa benar-benar dipermainkan oleh Adrian saat ini dan juga sepertinya setiap perbuatan yang dilakukan olehnya tidak pernah dihargai sama sekali, coba kalau misalnya dihargai Ya tentu saja tidak akan ada pertanyaan yang seperti begini lagi dan tentu saja tidak akan ada yang namanya mencari tahu dengan segala macam kekurangan yang ada.
Adrian kalau misalnya sikapnya begini terus ya lebih baik mencari dosen pembimbing pribadi yang hanya khusus untuk mengajar dirinya yang hanya fokus kepada perkembangannya bukan malah menjadi seperti dirinya, sudah capek-capek mengajar di depan menjelaskan secara terperinci usahakan agar anak didiknya itu bisa masuk ke dalam otak mereka tetapi pada hasil akhirnya nih hal besar ya sama saja bohong!
" ya maksud saya bukan seperti itu juga sih. memang saya masih kurang paham makanya saya datang ke sini, kalau misalnya Saya sudah paham untung apa juga saya datang ke tempat ini yang ada hanya membuang-buang waktu? "ujar Adrian tanpa ada rasa bersalah sedikitpun membuat Riska benar-benar tidak terima sama sekali dan hasil akhirnya mengangkat bukunya Adrian kemudian mengembalikan kepada pemuda itu.
" pergi kembali ke rumah kamu kemudian katakan kepada kedua orang tua kamu untuk mencari dosen pembimbing pribadi, Saya punya pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan Dan ini juga semua menyangkut murid-murid yang lain bukan hanya kamu saja! kalau misalnya hal ini kamu jadikan kebiasaan maka saya yakin semuanya tidak akan pernah ada perubahan sama sekali, dan Kalau misalnya tidak ada perubahan seperti itu maka orang yang tidak akan pernah bangkit dan juga maju adalah orang-orang seperti kamu yang terlalu banyak sikap malas tahunya! "setelah mengatakan hal itu Riska pun mendorong tubuh Adrian agar segera keluar dari ruangannya sebab dirinya tidak punya banyak waktu untuk ngeladeni hal-hal yang seperti begini.
Adrian tentu saja mengelak karena dirinya sudah capek-capek Mencari waktu yang pas untuk datang ke tempat ini Eh malah diusir pergi begitu saja, sebagai seorang manusia hidup tentu saja dirinya tidak terima sama sekali dan menurutnya Ini adalah sebuah penghinaan yang begitu besar dalam hidupnya.
" tidak bisa begitu Ibu! saya datang ke sini untuk belajar bukan untuk menggoda Anda apalagi mencoba untuk mendapatkan hati anda, karena saya punya kriteria tersendiri dan jelas saja orang itu bukan anda maka dari itu tolong profesional dalam pekerjaan karena saya datang buat membahas soal pendidikan bukan membahas soal hal pribadi."Adrian benar-benar tidak peduli kalau kata-katanya itu akan menyinggung perasaan dari Ariska sendiri sebab wanita itu kan dari awal tidak pernah berpikiran ke arah sana Entah kenapa Adrian malah mengatakan hal itu dengan penuh keyakinan juga dirinya sebenarnya punya perasaan terhadap pemuda itu padahal sejatinya jangankan perasaan yang ada hanya emosi saja terus-menerus.
__ADS_1