
Delon tahu apa yang dilakukannya itu sebenarnya sangat tidak sopan karena biar bagaimanapun ada Riska yang lebih pantas untuk menasehati anak-anak kalau misalnya terlalu sulit untuk diatur seperti Adrian, Namun karena merasa bahwa sikap pria itu terlalu kelebihan dosis dan juga sepertinya tidak menghargai Riska Ya tentu saja dirinya sebagai seorang anak tidak terima dengan apa yang dilihatnya tadi.
maka dari itu mau Apapun yang terjadi ya harus mengambil keputusan ini dengan membungkam kelakuan Adrian agar berhenti bersikap kurang ajar, dan benar saja ketika dirinya menggebrak meja pria itu langsung terkejut dan menatap tanpa ekspresi ke arahnya mungkin karena merasa tidak terima atau apalah itu.
" saya tidak peduli Mau status orang tua kamu sebagai apa dan juga mau yang bagaimana tetapi intinya tolong saat sampai di dalam kelas kamu patuhi Semua peraturan yang ada, ibu Riska dari tadi sebenarnya belum memberikan izin kamu untuk kembali ke kelas tapi kenapa kamu malah melakukan hal itu ? " tanya Delon dengan tatapan matanya yang tajam membuat Adrian tersenyum mengejek karena menurutnya itu sangat lucu karena pemuda yang ada di hadapannya ini terlihat sangat peduli dengan Riska Mungkinkah mereka berdua ada hubungan soalnya kan Adrian masih baru jadi belum tahu Apapun yang terjadi di antara kedua orang itu.
__ADS_1
Adrian paling tidak suka ketika ada yang berani mengatur kehidupannya dengan orang tuanya saja sudah membuat dirinya merasa sangat emosi apalagi seperti Delon saat ini, maka dari itu tanpa banyak berbicara dirinya pun berdiri kemudian memegang kerah baju pemuda itu membuat semua anak-anak yang di dalam situ berteriak histeris tetapi berbeda dengan Riska.
wanita itu tentu saja merespon biasa saja ketika ada anak yang coba melakukan kejahatan dalam kelas, karena menurutnya anak-anak seperti begitu sepertinya memang harus butuh yang namanya sebuah acara yang paling keren supaya maksudnya bisa sadar untuk melakukan apapun itu harus dipikirkan lebih dahulu.
" kebetulan tangan kamu masih bisa digerakkan dari tahu berbuah harus tahu bertanggung jawab dan Jangan coba-coba melakukan yang namanya keributan di dalam kelas saya, kalau misalnya kamu coba untuk melanggar Maka jangan menyesal kalau saya juga akan ikut melanggar dan lebih parah mungkin daripada yang kamu bayangkan, "Riska membuat Adrian mengerutkan keningnya sebab jika dulu di kampusnya yang lama ketika ia melakukan kebenaran dan yang mengajar merupakan dosen wanita biasanya mereka langsung berlari kemudian memanggil dosen yang pria untuk datang melerai tetapi berbeda dengan wanita yang ada di hadapannya ini yang sedikitpun Tidak bisa terintimidasi dengan apa yang dirinya lakukan.
__ADS_1
Semua mahasiswa di situ memang sangat tahu bagaimana kejamnya Riska ketika dirinya mengamuk saat orang-orang melakukan sesuatu tidak sesuai dengan keinginannya,Adrian kali ini menjadi orang yang serba bingung tetapi intinya dirinya masih tetap tidak akan pernah kalah dari seorang wanita.
"Siapa yang menyuruh kamu untuk datang ke tempat ini dan juga siapa yang menyuruh kamu untuk masuk ke dalam kelas saya tanpa seizin dari saya , kamu mau berani macam-macam dengan saya dan juga berani melakukan sesuatu yang menurut kamu semua orang bakalan takut? "tanya Riska.
"Maaf bu Riska tetapi saya yang mengizinkan Adrian untuk masuk ke dalam sini soalnya ini yang merupakan hari pertamanya dan tidak pantas kita menghukumnya seperti itu, apapun kesalahannya bisa dibicarakan dengan baik-baik karena ini merupakan hari pertama dan selama ini kita juga belum tahu sifatnya seperti apa, "Riska terlihat menghela nafasnya kasar ketika di depan pintu saat ini ada direktur umum dari Universitas tersebut yaitu ibu Sisilia.
__ADS_1
Sisilia merupakan istri dari rekan bisnisnya Gunawan yaitu Papanya Adrian dan kebetulan tadi Gunawan sempat menelpon rekannya itu untuk memberi kabar tentang keberadaan Adrian di sekolah tersebut, jadi ketika Sisilia tahu bahwa orang yang dihukum oleh Riska itu merupakan anak dari rekan bisnis suaminya ya dirinya langsung menghentikan hukuman tersebut tanpa membicarakan hal itu dulu kepada Riska.
Riska jelas saja tidak terima ketika ada namanya diskriminasi di kampus ini karena jika seperti begitu terus, maka anak yang nakal tidak pernah akan berubah karena merasa diri bahwa mereka akan dibela.