
Arya Tentu saja tidak peduli dengan apapun yang terjadi dan juga bagaimana Respon yang diberikan oleh Riska untuk dirinya, sebab Biar bagaimanapun dirinya hanya ingin berbicara secara baik kemudian membahas apapun tentang mereka berdua juga secara baik-baik Soalnya biar bagaimanapun segala sesuatu yang terjadi itu ya istilahnya mungkin bisa dijadikan bahan pelajaran biar nantinya besok lusa tidak akan pernah Mengulangi kesalahan yang sama karena wanita selalu saja menyimpan dendam ketika seorang pria dengan sadar melakukan kesalahan dan terkadang setiap kali ada pertengkaran ya hal-hal sepele itu yang bakalan diungkit.
segala sesuatunya itu tidak mudah kalau memang kita menjalaninya dengan baik-baik saja kalau memang kita menjalaninya dengan hal-hal yang tidak pernah saling memusuhi satu sama lain, sebab Biar bagaimanapun Terkadang kita merasa bahwa apa yang dilakukan itu ya sudah benar tapi balik lagi ketika dicek secara baik salah lagi tidak ada yang bisa dipertanggungjawabkan kemudian tidak ada juga yang bisa membuat semuanya menjadi gampang.
Arya tahu dan juga sadar jika saat ini Riska benar-benar marah dan juga tidak suka dengan kehadirannya di sekitarnya, tapi balik lagi dulu ya sudah pernah melakukan kesalahan dengan mengabaikan Riska begitu saja maka dari itu sekarang tentu saja dirinya tidak ingin melakukan kesalahan yang sama lagi yang membuat semuanya bakalan menjadi lebih tidak nyambung sebab pada akhirnya semua orang akan berubah menjadi orang yang egois.
Wanda sebenarnya adalah tipe wanita yang sempurna di dunia ini karena tidak ada cacat tidak ada celah daripadanya dan juga memiliki pendidikan yang tinggi, namun balik lagi Justru karena pendidikan tinggi itu tidak menjamin seseorang menjadi pribadi yang lebih baik lagi tidak menjamin kalau orang itu tahu menghargai perasaan orang lain dan juga tidak akan melakukan hal-hal yang nantinya hanya akan membuat suasana semakin tidak baik saja karena kata-kata yang dilontarkan.
Riska adalah wanita yang sempurna karena dirinya bisa bertanggung jawab menjaga seorang anak kecil yang ditinggalkan oleh ibunya yang menjadi korban dari yang namanya hamil diluar nikah, sampai saat ini tidak pernah mengeluh bahkan harus mengajar menjadi seorang dosen dengan di rumahnya tidak ada asisten rumah tangga yang bisa membantu tidak ada siapapun yang bakalan meringankan pekerjaannya sebab wanita itu memang benar-benar terlihat begitu Mandiri.
semua orang tentu saja ingin yang terbaik tetapi balik lagi kalau yang terbaik itu hanya menyusahkan saja kenapa harus dipertahankan, kalau yang baik itu akan semuanya menjadi indah ya sudah dipertahankan jangan malah yang buruk yang dijaga sepenuh hati.
Arya terlihat seperti orang bodoh di depan teras rumahnya Riska sampai-sampai pria itu begitu heran saat melihat Adrian juga ikutan masuk ke dalam Kompleks di mana ada rumah Riska di tempat itu, pemuda tersebut bahkan nekat mendorong motor besarnya itu secara perlahan agar bisa segera masuk ke dalam pekarangan rumah supaya suara motor itunya tidak mengganggu Riska dan juga dengan begitu wanita itu tidak sadar jika ada orang di luar.
" kamu untuk apa ada di sini, Memangnya Ibu Rizki ada di mana? "tanya Adrian yang merasa heran saat melihat ada Arya tanpa melakukan apapun malah Tengah duduk bengong.
Arya memicingkan mata menatap ke arah pemuda yang ada di hadapannya saat ini sepertinya dirinya memang tidak asing dengan Pemuda tersebut dan juga pernah bertemu dengannya tapi entah di mana Dirinya masih bingung dan tidak tahu harus mengingatnya lagi atau tidak soalnya otaknya sekarang itu lagi sedang tidak berfungsi dengan benar, Adrian merasa tersinggung ketika pertanyaannya seperti tidak dihiraukan sama sekali padahal sebenarnya pertanyaannya itu singkat padat dan juga jelas masa iya tidak ada jawaban yang didapatkan rasanya seperti seseorang yang memang Tengah berbohong kepadanya atau mungkin orang itu seperti sedang balas dendam melampiaskan emosi yang dirasakannya.
__ADS_1
"eh mas yang merupakan calon suaminya Kak Wanda, saya tanyanya serius ada ibu Riska tidak di dalam?" tanya Adrian sekali lagi membuat area akhirnya sadar kalau sebenarnya pemuda ini adalah orang yang diajak Riska waktu Reunian di rumahnya tempo hari dan menurutnya pemuda ini juga yang waktu itu sempat terlalu pecicilan dengan Riska entah apa maksud dan tujuannya padahal sebenarnya jelas-jelas Riska adalah dosennya sedangkan anak itu adalah para pelajarnya yang maksudnya masih kecil kemudian lagi berusaha untuk menemukan jati dirinya pokoknya intinya semuanya terasa begitu berbeda namun Kenapa hari ini terasa begitu agresif dan juga ingin tahu sekali Sebenarnya apa yang mau dilakukan.
"Wanda dan juga keturunannya yang lain itu memang memiliki sikap yang sama saja yaitu hobinya hanya mengganggu orang lain mengganggu ketenangan siapapun dan juga intinya hanya membuat orang-orang sekitarnya merasa tidak nyaman, sekarang pertanyaannya kamu datang ke sini tuh untuk apa lebih baik urusi saja sekolahmu dan juga urusi saja sepupumu itu yang benar-benar gila! "ujar Arya yang kembali mengingat kelakuan Wanda.
pria itu jelas saja tidak bisa melupakan kelakuan wanita yang menurutnya tidak punya Attitude yang baik terhadap orang lain terhadap segala sesuatu yang di sekitarnya kemudian merasa diri paling benar padahal sebenarnya orang lain itu hanya mempunyai Batas kesabaran yang lebih besar saja, karena jika tidak bisa dipastikan mungkin Wanda selama ini sudah terkena imbas dari perbuatannya sendiri karena terlalu banyak menyakiti orang dengan perkataan kemudian perbuatannya dan juga segala macam yang buruk dalam hidupnya itu maka dari itu ketika mengingat bahwa Adrian merupakan keluarganya Wanda ya Di Saat itu pula emosi Arya kembali memuncak.
meskipun dirinya tahu sebenarnya Adrian itu tidak salah hanya terlibat dalam hubungan kekeluargaan saja, namun bagaimana ketika dirinya melihat sikap pria itu malam waktu reunian kemudian sekarang dengan begitu lancang datang ke tempat ini ya Otomatis ada begitu banyak pertanyaan yang muncul yang semuanya itu tidak bisa dijelaskan satu persatu tetapi intinya sangat membingungkan.
saat mendengar apa yang dikatakan oleh Arya itu Ya jelas saja membuat Adrian bingung soalnya yang dirinya ketahui kalau Wanda itu merupakan calon istrinya pria yang ada di hadapannya saat ini, dan kenapa sekarang mereka malah terlibat seperti bermusuhan padahal Seharusnya kan di saat merencanakan pernikahan ada mempelai wanita dan juga prianya biar nyambung kemudian biar acara sesuai dengan harapan dan juga intinya tidak akan ada permusuhan yang terjadi kalau misalnya mereka saling mengerti satu sama lain dan juga saling mengingatkan seperti yang selama ini dilakukan.
" kalau Boleh saya tahu kenapa kamu yang ada di sini, Bukankah yang kamu tahu kalau sebenarnya Kak Wanda itu paling tidak suka dengan ibu Riska? soalnya kan semua orang sudah tahu kalau ibu Riska itu merupakan orang di masa lalunya anda dan sepantasnya Anda menghargai perasaannya juga nah yang nantinya pasti akan merasa tidak nyaman, Tetapi kalau misalnya setiap saat diganggu kemudian segala macam pergerakannya dibatasi ya manusia siapa saja juga pasti akan tersinggung dan hal itu mungkin yang akan dirasakan oleh ibu Riska saat melihat anda muncul di tempat ini," jelas Adrian yang sebenarnya merasa tidak suka ketika melihat ada orang lain yang juga berada di rumah ini padahal dirinya sedang berupaya Bagaimana caranya agar bisa berbicara dengan Riska.
"Kenapa ada suara orang ribut ya didepan ,atau orang mabuk yang terobos masuk karena pagar depan lupa dikunci tadi saat mereka pergi? "gumam Delon yang akhirnya memilih untuk keluar rumah untuk memastikan kira-kira Sebenarnya ada siapa di depan.
Delon benar-benar terkejut saat melihat ada Arya dan juga Adrian di teras rumah tersebut dalam keadaan yang sepertinya Tengah memperdebatkan sesuatu hal, entah sesuatu itu apa yang penting intinya pokoknya semua isi dalam rumah itu benar-benar merasa terganggu dan hasil akhir hal ini pula yang membuat Delon tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana.
"kalian Kenapa datang ke sini, Memangnya ada barang kalian yang ketinggalan sampai-sampai harus bolak-balik tidak jelas? orang lain itu butuh privasi kemudian ketenangan dan juga hidup yang bahagia tanpa gangguan, tapi kalian malah berubah menjadi pengganggu dalam kehidupan orang lain yang mungkin berpikir bahwa apa yang kalian lakukan itu masih batas wajar? " tanya Delon tidak suka membuat Riska yang kebetulan mau beristirahat karena pekerjaan rumahnya sudah selesai merasa terganggu soalnya kan semakin banyak orang yang berbicara dengan nada tinggi dia bakalan semakin terdengar jelas sampai ke dalam rumah.
__ADS_1
wanita itu mendengus kesal karena merasa bahwa hari ini merupakan hari terburuk dalam hidupnya Soalnya ada saja gangguan yang datang, Coba bayangkan saja kalau misalnya mereka Paham jika dirinya juga butuh istirahat ya mungkin mereka bakalan berpikir dua kali untuk melakukan hal itu tetapi sepertinya orang-orang itu memang sudah mati rasa sampai-sampai tidak bisa membedakan yang namanya orang nyaman dan juga tidak.
" Ya ampun Astaga, kalian kenapa kumpul rame-rame di sini? Memangnya kalian tidak punya pekerjaan lain lagi jadi harus mengganggu kesibukan orang lain, Kamu juga tadi kan sudah aku bilang urus saja calon istrimu itu biar dia jangan datang kemudian mengamuk lagi dan melakukan tindakan kriminal soalnya pipiku ini masih rasa sakit loh akibat kelakuannya tadi! "ujar Riska karena tidak suka saat perlakuan kekerasan yang diberikan oleh Wanda kepadanya padahal dari awal harusnya dirinya yang boleh marah siapa wanita itu datang kemudian marah-marah dan memakainya tidak jelas padahal dari awal dirinya tidak pernah melakukan hal yang seperti dituduhkan itu.
Adrian mengerutkan keningnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Riska barusan tentang kelakuannya Wanda, sebab setahunya wanita itu kan maksudnya sudah ada hubungan apapun dengan Riska tapi kenapa malah melakukan kekerasan yang dituduhkan begitu.
" Tunggu dulu! Memangnya Apa yang dilakukan Kak Wanda terhadap ibu Riska tadi, apa dia melakukan kekerasan soalnya pipi ibu itu kayaknya mau merah? " tanya Adrian penasaran membuat Arya menepisnya jauh-jauh sebab menurut Arya Adrian itu masih anak kecil tidak pantas untuk ikut campur dan masuk di dalam lingkup pergaulan orang dewasa apalagi masuk dalam perdebatan mereka.
" saya tadi kan sudah katakan kepada kamu untuk kembali dan juga urusi saja sepupu kamu itu biar Jalan pikirannya tambah pintar dan juga tambah benar bukan malah melakukan hal yang tidak tidak, kalau kamu seperti begini terus yang ada dia bakalan datang mengamuk lagi dan mengatakan jika Riska itu mempengaruhi kita ini dan itu pokoknya intinya semua hal yang paling buruk yang tidak akan pernah bisa kita bayangkan sebelumnya soalnya kelakuan wanita itu kan memang dari dulu seperti itu! "Arya merasa bahwa Wanda itu benar-benar bukan merupakan wanita yang tahu menghargai orang lain yang dipikirkannya adalah Jalan kehidupannya sendiri kesenangannya sendiri dan juga kebahagiaannya sendiri.
" kamu bisa diam tidak? saya sedang berbicara dengan ibu Riska sekarang dan saya butuh jawaban bukan malah kamu yang menjawab, Wanda itu adalah sepupu saya jadi otomatis apapun menyangkut dia Ya setidaknya saya juga tahu biar mungkin bisa bantu menyelesaikan masalahnya! "ujar Adrian tetapi Riska menggelengkan kepalanya sebab menurutnya sudah terlambat mau melakukan apapun mau menasehati yang bagaimanapun jika orang di dalam hatinya sudah terlanjur membenci sesuatu maka dia akan tetap menanamkan kebencian itu sampai kapanpun.
" Kalian tidak perlu bekerja keras untuk membantu hidup saya karena saya sendiri juga bisa menyelesaikannya ,jadi kalian tidak perlu untuk melakukan sesuatu hal yang percuma karena saya bisa mengurusi kehidupan saya semdiri," tolak Riska yang benar benar tidak ingin diganggu oleh siapapun saat ini.
Arya jelas saja tak terima dong jika dirinya diabaikan seperti itu padahal ia sudah menunggu dari tadi tanpa kepastian di tempat ini dan sekarang ketika diusir pergi lagi ya jelas aja harga dirinya dan juga perasaannya benar-benar hancur berantakan nantinya, segala macam upaya sudah dilakukan olehnya untuk bisa bertemu dengan Riska kemudian berbicara secara baik-baik dengannya maksudnya biar mereka tidak mengingat lagi kelakuan Wanda yang sudah terjadi tadi dan sekarang intinya membahas dan juga memperbaiki apa yang telah terjadi di antara mereka berdua sebelum kehadiran Wanda.
Adrian juga merasakan perasaan yang sama ketika mendengar juga Riska mengusir mereka berdua padahal perjuangannya untuk tahu alamat rumah wanita itu juga penuh dengan drama, saat harus memaksa Maudy kemudian menjanjikan ini dan itu agar wanita itu bisa memberitahukan alamat rumah tersebut Namun balik lagi saat sudah sampai eh malah diperlakukan dengan tidak menyenangkan yang manusia hidup apapun di dunia ini pasti merasa tidak suka dan juga tidak senang sebab usahanya tidak dihargai sama sekali dan bukan ditanya maksud tujuan nya ketempat ini untuk apa ?
__ADS_1
"Maaf Buk,saya ada perlu datang kesini," jelas Adrian .