Jodoh Pilihan Bunda

Jodoh Pilihan Bunda
Biasa saja


__ADS_3

satu jam lebih Adrian menjadi dosen Dadakan di depan kelas sedangkan Riska memilih untuk tetap tenang fokus tetapi sambil memainkan ponselnya, dan Adrian jelas saja tidak suka ketika dirinya bekerja keras di depan sedangkan wanita di belakang itu malah memainkan ponselnya maka dari itu dengan berani dirinya menuju ke arah Riska kemudian menyita ponsel tersebut dan membawanya ke depan kelas.


Riska bahkan sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh pemuda itu sampai-sampai mulutnya hanya bisa terbuka dan matanya melotot sempurna antara percaya dan juga tidak dengan apa yang terjadi di hadapannya kini, begitu pula dengan para mahasiswa yang lain yang berada di ruangan itu benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Adrian sampai-sampai bisa melumpuhkan dosen killer yang selalu saja menjadi juri dalam kehidupan para mahasiswa di tempat itu.

__ADS_1


"karena posisi saya sekarang menjadi dosen dadakan hari ini maka dari itu siapapun yang berada di dalam kelas ini dilarang memainkan ponsel ketika saya sedang mengajar di depan, tidak peduli posisinya sebagai apa tidak peduli otaknya sudah sampai di mana karena itu merupakan peraturan saya dan siapapun harus menurutinya tanpa membantah sedikitpun,"Adrian mengatakan hal itu dengan penuh ketegasan membuat Maudy klepek-klepek melihat kegantengan dan juga kewibawaan dari Adrian yang ada di hadapannya saat ini.


" pak dosen masih jomblo kah, Kalau iya bolehkah saya daftar ya mungkin biarpun masuk dalam antrian nomor 2 tidak masalah? "tanya Maudy membuat Adrian menatap ke arah Riska sambil menaik turunkan alisnya memberikan kode kalau sebenarnya pesonanya sudah mulai dari sekarang dan entah nanti bagaimana ke depannya pastinya dirinya akan punya begitu banyak fans yang akan mengantri di belakangnya sehingga membuat Riska akan menjadi bosan melihatnya.

__ADS_1


delon terlihat biasa saja sebab menurutnya untuk apa juga harus mempermasalahkan sesuatu Bukankah ada suatu saat nanti di mana Adrian bakalan kena batunya, soalnya tidak selamanya dalam kehidupan orang lain itu mulus sesuai dengan yang diinginkan terkadang dia bakalan naik turun bagaikan roller coaster yang hasil akhir Terkadang untuk hanya menguji kesabaran seseorang itu saja.


Riska hanya bisa menggelengkan kepala dan menundukkan wajahnya sambil tersenyum karena tidak percaya jika Adrian itu selain konyol dan juga percaya dirinya terlalu tinggi, Sejak kapan dirinya bisa diperintah oleh orang lain dan oleh bocah ingusan seperti itu yang terlihat sepertinya sudah salah pergaulan.

__ADS_1


"Ya sudah pak dosen silakan lanjutkan penjelasannya dan semoga betah menjadi seorang tenaga pendidik di sini ya, dan juga satu lagi kalau bisa kepintarannya dibawa terus menerus Jangan hanya hari ini doang karena sayang dong para fans yang sudah didapatkan dengan bersusah payah malah hilang begitu saja. "Riska sengaja mengejek Adrian maksudnya kalau memang pintar ya Sampai besok lusa dan seterusnya hingga tamat dari tempat ini bukan hanya ketika berada di depannya saja.


kini sudah lewat 1 jam lebih dan Riska memilih untuk keluar dari ruangan tersebut dengan mengambil ponselnya tepat di depan Adrian yang duduk di depan kelas dan juga buku mata kuliah yang tadi dipakai oleh pemuda itu, jarak tubuh mereka sangat dekat dan Adrian bisa mencium dengan jelas para pemain yang digunakan oleh wanita itu yang menurutnya sangat nyaman hingga membuat dirinya sedikit merasa ada perasaan yang berbeda namun ditepisnya karena Bad Boy sepertinya tidak akan mudah luluh oleh wanita yang sangat susah diatur seperti dosennya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2