Jodoh Pilihan Bunda

Jodoh Pilihan Bunda
Tidak Bisa


__ADS_3

Riska bukanlah seseorang yang maksudnya akan mengerti dengan keputusan orang lain ketika keputusan yang diambil itu menurutnya sangat tidak masuk akal, jika sudah seperti begini terus yang ada mereka bakalan menyusahkan dirinya dan mungkin ketika membuat peraturan yang baru lagi tetap tidak akan pernah diikuti sama sekali.


Adrian tersenyum mengejek lalu kali ini duduk dengan begitu santai dan juga tatapannya mengarah kepada Delon seolah-olah menyiratkan kalau dirinya itu adalah orang penting yang tidak bisa dikalahkan oleh siapapun termasuk oleh mereka, sedangkan Delon mengepalkan tangannya menahan emosi karena dirinya paling tidak suka ketika ada anak yang terlalu percaya diri dan melakukan semua ini.

__ADS_1


" sabar! jadi maksud ibu hukuman yang tadi saya berikan kepada dia dicabut tanpa persetujuan dari saya dan juga tanpa tahu apa yang dia lakukan, pertanyaannya kalau misalnya seperti begini terus murid-murid yang lain nanti bakalan seperti apa? kalau bisa apa yang saya lakukan ya dihargai dan juga kalau mau memasukkan seseorang saat kelas saya seharusnya melalui persetujuan saya dulu bukan langsung asal begitu saja, saya tahu memang posisi anda merupakan pemimpin di sini tetapi saya adalah pengajar yang Setiap keputusan tentang murid ya harus mendengarkan melalui saya juga kan?"Riska tidak suka ketika peraturan di tempat itu berubah hanya dalam sekejap akibat kedatangan Adrian Memangnya Seberapa pentingnya sih anak itu sampai-sampai harus disegani oleh semua orang termasuk Sisilia yang merupakan orang terpenting di sini.


Sisilia tersenyum ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Riska karena memang sebenarnya seperti itu tetapi untuk Adrian kan tidak ada yang salah kan jika mungkin mereka memberikan pengecualian, Lagian baru masuk hari pertama setidaknya mereka memberikan kompensasi maka dengan begitu mungkin suatu saat anak itu ada niatan untuk berubah?

__ADS_1


"kamu, iya kamu yang tadi baru saja mendapatkan pengecualian dari Sisilia! sekarang maju ke depan dan tunjukkan kemampuan kamu kepada teman-teman semua di sini dan barulah saya akan mengakui kamu sebagai murid Saya di sini, tetapi jika kamu tidak bisa diandalkan sama sekali maka saya harap lebih baik kamu pulang kemudian berdiskusi dengan kedua orang tua kamu untuk menentukan sebenarnya mata kuliah apa yang pas untuk kamu. " Riska memilih untuk duduk di belakang kelas kemudian memberikan kode kepada Adrian untuk segera mengajar karena menurutnya anak laki-laki itu berbuat seolah-olah dirinya sudah paham apapun jadi tidak perlu harus ada yang mengajarnya menjadi orang pintar jadi setidaknya biarkan Riska menjadi mahasiswi sedangkan Adrian menjadi dosen dadakan kali ini.


Adrian tentu saja dapat melakukan hal itu dengan mudah karena biar bagaimanapun otaknya itu sebenarnya bisa dibilang sangat pintar hanya saja mungkin karena terlalu malas untuk menunjukkannya , karena ia paling tidak suka ketika disebut sebagai penjilat dengan cara ketika guru mengajar dan mengatakan semuanya bisa Lalu setelah itu dipuji.

__ADS_1


Adrian maju ke depan kelas dengan tatapannya yang penuh percaya diri bahkan kini sudah mengambil materi yang siap diberikan oleh Riska tadi kemudian menjelaskannya secara santai kemudian nyaman sehingga membuat para mahasiswi menjadi betah, bahkan Riska yang jelas-jelas merupakan dosen mata pelajaran tersebut juga merasa nyaman dengan apa yang diajarkan oleh Adrian karena sesuai dan juga sangat pas serta penyampaiannya itu begitu sederhana sehingga dapat dipahami oleh anak-anak yang sebenarnya pengetahuannya tentang pendidikan itu sangat minim Dan juga mungkin bisa dibilang otaknya sangat tidak nyampai ke arah sana.


__ADS_2