Jodoh Pilihan Bunda

Jodoh Pilihan Bunda
Terserah


__ADS_3

Adrian tidak berani membantah sedikitpun apa yang dikatakan oleh Riska saat ini karena pria itu benar-benar tidak berani melakukannya jika hasil akhir nanti dirinya yang bakalan disalahkan lagi, ya biar bagaimanapun di sini posisi Riska itu sebagai dosen dan dirinya hanyalah mahasiswa biasa yang tidak punya kekuatan sama sekali untuk membantah setiap yang dikatakan oleh dosennya Saat ini apalagi dengan sikap Riska yang begitu keras dan tidak suka bermain-main untuk menghadapi anak-anak yang susah sekali untuk diajak kompromi apalagi wanita itu memang paling tidak suka sama sekali dengan semua yang terjadi.


Riska bukanlah tipe orang yang maksudnya punya kesabaran yang begitu banyak karena wanita itu terkadang memiliki sikap yang keras kepala dan juga susah sekali untuk diajak kompromi meskipun alhasil semua keputusannya itu paling tidak disukai oleh semua orang, namun balik lagi wanita itu memilih untuk tetap tidak peduli karena demi mencerdaskan anak bangsa seseorang terkadang harus menjadi pribadi yang egois maksudnya agar anak-anak itu mendengarkan semua yang diperintahkan olehnya karena ini juga demi masa depan mereka bukan untuk dirinya ataupun untuk siapapun sebab kalau misalnya ia Hanya berdiam diri terus yang ada anak-anak itu tidak akan pernah berubah dan lebih parah mungkin daripada yang ini.


Maudy memang dari kemarin sudah terlalu memancing emosi di dalam Riska itu untuk segera keluar dan juga terus memarahinya tanpa ampun, maka dari itu sekarang jangan salahkan jika wanita itu mulai beraksi dan akhirnya membuat Maudy bungkam tidak berani membantah apalagi mencoba untuk mengatakan sesuatu hal yang tidak masuk akal.


Gadis itu memang terkenal sebagai gadis yang Badung dan juga susah sekali untuk diatur dan hal ini pula yang terkadang membuat para dosen di situ sangat tidak menyukai sikapnya dan juga sangat membenci ketika hendak berbicara di dalam kelas tersebut, jadi kebanyakan semua orang pada mengeluh dan alhasil kelas itu akan selalu kosong Sebab murid-murid di dalamnya itu terkenal sebagai orang yang memang tidak ada niatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Adrian mencoba menatap ke arah Riska dan terlihat wanita itu menatap ke arahnya juga dengan Tatapan yang tidak bisa diartikan sama sekali, sebab Riska tidak pernah tergoda dengan bocah ingusan seperti itu dan dirinya juga paling tidak suka ketika ada anak kecil yang berani sekali menentang setiap perkataannya apalagi bersikap seolah-olah menjadi pria dewasa Padahal selama ini saja sikapnya itu tidak benar-benar terpuji dan juga sangat menyebalkan Ketika dilihat secara baik dan juga dipikirkan dengan begitu masak.


kalaupun nantinya susah untuk diatur Ya tidak masalah yang penting intinya tidak sekarang Dan juga tidak di saat semua orang di situ berusaha untuk membuat anak-anak itu menjadi pribadi yang berguna, mereka kalau setiap saat selalu saja menunjukkan sikap seperti itu ya manusia siapapun pasti tentu akan merasa tidak senang dan juga tersinggung serta tidak terima sama sekali karena orang-orang seperti begitu kebanyakan Hanya mengundang masalah tidak pernah memberikan perubahan dalam hidup Tetapi malah menghancurkan hidup sendiri.


semua yang terjadi kedepannya ini harapannya hanyalah menjadi anak-anak yang bisa diandalkan menjadi anak-anak yang benar-benar bisa berguna bukan hanya menjadi anak-anak yang tahunya hanya mengemis kepada orang tua saja, karena itu sama saja bohong dengan membuat mereka tidak ada niatan untuk belajar sebab katanya hanya tidur di rumah saja pasti bakalan mendapatkan penghasilan dari orang tua dan kalaupun Nanti orang tua meninggal Ya sudah tinggal dijual saja perusahaan ataupun segala macam Usaha yang dibangun kemudian hidup dari hasil uang yang mereka dapatkan itu tidak perlu harus bekerja keras lagi.

__ADS_1


"saya sudah berkali-kali mendengar keluhan dari semua dosen yang bekerja di sini tentang kelas ini dan mereka semua tahu kelas ini dosen pembimbingnya adalah saya sendiri karena kebetulan mata kuliah kalian itu merupakan mata kuliah yang saya tangani selama ini, namun Lihatlah yang kalian lakukan Sudah mempermalukan saya secara langsung membuat nama baik saya tercoreng Padahal kemarin-kemarin sebelum lulusan kalian ini mereka selalu melakukan sesuatu yang terbaik yang intinya tidak akan pernah membuat saya merasa kecewa! "jelas Riska dan dirinya paling tidak suka ketika berbicara semua murid itu menundukkan kepala seolah-olah merasa bersalah tetapi saat menanti dirinya keluar dari dalam kelas mereka bakalan menunjukkan taring mereka bahwa apapun yang dikatakan oleh Riska itu bakalan tidak mempan sama sekali dan juga tidak dipedulikan.


Riska sangat mengingat dengan jelas Bagaimana dulu perjuangannya untuk sampai di titik di mana saat ini dirinya yang baik membimbing anak-anak yang berusaha untuk maju, kalau ekonomi orang tua yang menunjang Ya tidak masalah tetapi kalau ekonomi orang tua yang biasa-biasa saja kenapa anak-anak itu seolah-olah tidak sadar diri dan malah bersikap jika mereka itu paling benar dan alhasil Sikap mereka itu juga membuat semua orang menjadi rugi.


" kalau memang kalian tidak ada niatan untuk melanjutkan kuliah di fakultas yang ini ya sudah tidak masalah sekarang juga kalian keluar dari sini kemudian ajukan kepada dekan supaya kalian menentukan mau kuliah di bagian mananya, Bila perlu mau keluar untuk nikah sekalipun juga tidak masalah kemudian mau menjadi pengganggu kehidupan orang lain juga tidak masalah Terserah kalian tetapi Selama masih berada di sini kalian harus tunduk dan juga patuh dengan peraturan yang sudah saya keluarkan tidak peduli apapun kalian dan juga siapapun yang berada di belakang kalian karena sekali peraturan yang sudah saya buat tetap akan seperti itu! " tegas Riska yang terkadang merasa capek dengan semuanya dan juga merasa bosan dengan segala macam perkara yang tidak pernah ada habisnya dan sepertinya semua orang di situ juga hobinya hanya mencari kebenaran saja.


Adrian mengangkat tangannya pertanda tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Riska saat ini sebab menurutnya wanita itu terlalu membesar-besarkan sebuah masalah, kalau memang mereka adalah anak-anak yang pembangkang tentu saja saat wanita itu masuk ke dalam kelas yang mereka tidak akan ada di dalam otomatis kelas itu dalam keadaan kosong tetapi lihatlah saat wanita itu masuk mereka duduk manis di dalam menyambutnya tidak ada niatan untuk melakukan kesalahan tetapi kenapa sekarang di sini mereka malah diperlakukan seperti seorang penjahat yang tidak diberikan kesempatan untuk berbicara tidak diberikan kesempatan buat menjelaskan.


" ya sudah katakan apa yang ingin kamu katakan sekarang kalau misalnya lupa ya sudah diam saja dulu kalau sudah mengingat baru katakan hal itu, tapi Intinya kalau kamu mengatakan hal yang sesuai dengan apa yang saya sampaikan tadi maka saya menolak karena itu adalah bentuk nasehat saya kepada kalian untuk berubah tetapi kalau kamu mau komplain soal mata kuliah maka saya bakalan 100% mendengarkan saran dan kritikan dari kamu itu saja dari saya kalau mau ditambahkan silakan mau dikurangi pun saya tidak terima! "tegas Riska membuat Adrian menghembuskan nafasnya kasar karena Kenapa susah sekali untuk mengajak wanita itu berkompromi dan kenapa Riska itu benar-benar menjadi pribadi yang keras kepala dan juga susah sekali untuk diatur padahal niatan hatinya ya hanya ingin maksudnya meminta maaf ataupun berniat untuk berubah bukan untuk mencari perkara.


" Maafkan saya bu karena di sini Saya hanya ingin menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan kalaupun nantinya anda merasa tidak suka itu terserah Anda karena saya tidak punya pemikiran sampai ke arah sana, dan satu lagi saya hanya ingin melakukan hal yang terbaik yang harus saya lakukan terlepas dari Anda suka atau tidak Anda peduli atau tidak maka saya anggapannya tetap tidak akan pernah peduli karena yang melebih-lebihkan sesuatu adalah anda sendiri bukan kami yang ada di sini dan membuat anda yang merasa terbebani pun sendiri bukan kami karena kami mengikuti alurnya menikmati prosesnya dan seperti begitu saja! "jelas Adrian membuat Riska tertawa.


" Baiklah semuanya kita mulai pelajaran Tolong buka buku kalian nah halaman 69 bagian C kalau saya minta untuk menerangkan di depan Tolong lakukan hal itu karena tugas ini saya sudah kasih dari minggu lalu, Oh ya satu lagi jika ada sesuatu yang ingin ditanyakan maka sebentar bisa melakukannya tetapi setelah sesi tanya jawab untuk sekarang saya tidak mengizinkannya sama sekali! " Riska Tentu saja tidak ada niatan untuk menjawab perkataan dari Adrian tadi karena menurutnya itu sudah terlalu biasa dan terlalu basi nanti kalau misalnya direspon Ya sebentar belum tentu mereka ada niatan untuk berubah dan menghargai perkataannya nanti.

__ADS_1


semua orang tidak ada yang peduli dengan kehidupannya dulu saja dirinya harus berjuang sendirian Berusaha menjadi pribadi yang pintar dan paham segala sesuatunya agar nantinya bisa diperhitungkan bukan malah dijadikan budak ataupun dijadikan orang yang paling bodoh, ia membesarkan Delon dengan keringatnya sendiri bukan mengharapkan imbalan dari siapapun namun Lihatlah sekarang bukannya dihargai malah diperlakukan dengan begitu buruk dan alhasil hidupnya pun seperti begini saja tetapi ada rasa bersyukur dalam dirinya ketika melihat tumbuh kembang anaknya begitu baik dan juga pendidikannya begitu layak serta kehidupannya sehari-hari pun terlihat tanpa kekurangan satupun karena memang Riska selalu berusaha untuk memenuhinya.


Gunawan dan istrinya hari ini Berencana untuk mengunjungi kampus di mana Adrian berada karena mereka ingin bertemu secara langsung dengan Riska yang merupakan dosen pembimbingnya Adrian dan juga sekaligus wanita tangguh karena berhasil membuat anak mereka itu tidak berani untuk membolos, jarang sekali mendapatkan wanita tangguh seperti itu yang kalau misalnya ada masalah selalu dihadapinya sampai habis tidak pernah membiarkannya setengah-setengah apalagi meminta bantuan kepada orang lain karena memang ciri-ciri wanita seperti itu pertanda bahwa hidup yang mereka jalani selama ini begitu keras tidak ada waktu untuk menangis tidak ada waktu untuk meminta tolong orang lain makanya harus dihadapi sendiri.


sesampainya di kampus terlihat Sisilia menyambut mereka dengan begitu baik karena kebetulan Gunawan itu merupakan rekan kerja dari suaminya Sisilia yang sekarang tengah menunggu temannya itu datang, wanita itu benar-benar antusias ketika salah satu donatur terbaru dari kampus itu datang kemudian mengunjunginya itu pertanda bahwa nanti kemajuan kampus ini bakalan semakin lebih baik lagi dan mungkin semakin banyak perubahan yang terjadi.


"Selamat Datang Di kampus Ini Gunawan dan juga mbak Seli, mohon maaf jika sambutannya kurang menyenangkan soalnya lagi ada proses belajar mengajar Dan ini juga rencana kunjungannya begitu dadakan jadi tidak bisa kami persiapkan! "jelas Sisilia yang merasa tidak enak hati Namun Gunawan dan istrinya merupakan orang yang tidak terlalu gila hormat maka dari itu mereka tidak masalah jika maksudnya kunjungan ini begitu biasa saja karena memang mereka juga tidak terlalu menuntut hal yang terlalu muluk-muluk yang mereka harapkan ya biasa saja maksudnya ada yang menghargai kedatangan mereka itu sudah lebih dari cukup.


"Kalau boleh saya pergi melihat ruangan di mana Adrian berada, soalnya saya penasaran kira-kira di dalam ruangan itu dia lagi bikin apa ya karena anak itu paling susah ketika mendengar orang lain berceramah di depan kelas?" tawar Selly yang sudah sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh anaknya di dalam sana karena selama ini laporan yang selalu didapatkan jika para dosen itu kesulitan untuk membuat Adrian fokus sebab Kebiasaan kalau dosennya Lagi mengajar di depan Adrian selalu sibuk dengan game online yang ada di ponselnya.


" Oh boleh malah tentu saja saya akan mengantarkan kalian ke sana kalau misalnya nanti ke sana kalian mendengar cara mengajar bu Riska Saya harap anda sedikit maksudnya memahami karena memang caranya seperti begitu, Percayalah Hal itulah yang terkadang membuat anak-anak tidak ada yang berani membantah soalnya kan orangnya terlalu otoriter tetapi bukan untuk keburukan ini semua demi kebaikan! "jelas Sisilia dan akhirnya membawa Gunawan dan istrinya pergi berkunjung ke ruangan di mana ada Riska di sana yang sedang serius mengajar anak-anak.


" Oh iya teman-teman semuanya menjadi seorang bisnis itu adalah sebuah keharusan dalam hidup karena Artinya kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan buat orang lain dan juga memberikan penghasilan untuk keluarga kita sendiri serta orang lain itu, jika kita yang selama ini selalu mengharapkan pemberian dari orang tua tidak ada salahnya kan kalau kebalikannya dari itu yaitu kita memberikan apa yang kita punya kepada orang-orang terdekat kita mungkin dengan begitu kinerja dan juga kontribusi kita di dunia ini terasa begitu nyata? "tanya Riska sambel tersenyum karena memang setahun juga kebanyakan anak-anak Di kampus Ini hanya mengharapkan pemberian dari orang tua mereka saja.

__ADS_1


__ADS_2