
Delon gantian menatap ke arah Maudy dan juga ke arah Adrian sebab bisa-bisanya kedua orang itu muncul di saat yang bersamaan, Padahal tadinya dirinya datang ke sini itu untuk menjemput Maudy masa iya tiba-tiba muncul Adrian di tempat itu kalau misalnya mereka berdua tinggal serumah yaitu mungkin masuk akal tetapi ini kan tidak mungkin sama sekali.
apalagi melihat wajah Adrian Yang sepertinya tidak suka ketika tahu bahwa dirinya menyebut Riska dengan sebutan Bunda, padahal seharusnya pria itu sadar panggilan itu memang sudah tertuju kepada wanita itu sejak dirinya masih berusia 0 hari dan seharusnya tidak ada yang masalah dong soalnya Riska itu memang merupakan Bundanya Selain itu ia sudah tidak punya siapa lagi di dunia ini.
maudy jelas saja tidak suka ketika mendengar jika Adrian itu lebih peduli kepada Riska dibandingkan dirinya padahal jelas-jelas hari ini ia begitu bahagia ketika tadi pagi Adrian datang dan meminta tolong kepadanya, agar ia menyuruh Delon datang ke rumah Maudy sebab katanya Ada hal penting yang ingin dibahas kalau misalnya dirinya tahu bahwa hal penting itu tentang Riska ya Mana yang mau dirinya melakukan hal konyol yang hasil akhirnya hanya akan Merugikan dirinya sendiri serta tidak ada keuntungan yang bakalan didapatkan Karena begini Riska itu sangat menyebalkan.
" sekarang kalau misalnya aku memanggil bunda Riska dengan sebutan itu, kenapa jadi kamu yang merasa keberatan ya padahal jelas-jelas biasanya tidak masalah dan kamu juga bukan siapa-siapanya kami jadi harus ikut campur dengan segala macam urusan yang dilakukan seolah-olah kamu itu merupakan orang penting yang mesti didengar serta tidak ada yang boleh membantah sedikitpun?" tanya Delon keheranan.
Adrian Tentu saya tidak terima dengan jawaban yang diberikan oleh Delon tadi yang menyiratkan seolah-olah dirinya itu tidak ada hubungan sama sekali dengan Riska, dan Delon itu lebih berhak dibandingkan dirinya Padahal jelas-jelas di sini Ia hanya ingin memberikan perhatian kepada dosen muda mereka yang selama beberapa saat terakhir ini selalu saja mencari perkara dengannya.
" Maksud kamu berbicara seperti itu apa, memangnya kamu punya hak untuk melarang melakukan semuanya Ataupun mungkin ingin mencari tahu semua kejadian yang ada? " tanya Adrian dengan nada berbicaranya yang sudah tidak bisa bersahabat lagi apalagi menurutnya Delon itu bukanlah lawannya sebab yang ada nanti pria itu yang bakalan Kena masalah Sudah berani membantah setiap perkataan yang dilontarkan olehnya dan juga mencoba untuk maksudnya lebih berani Padahal selama ini perkataan Aturan itu mutlak harus diikuti oleh siapapun dan juga satu orang pun tidak ada yang berani membantahnya.
dalam tertawa kini tatapannya tertuju kepada Maudy dengan penuh rasa kecewa sebab menurutnya wanita itu tiga-tiganya mempermainkannya seperti begini, Memang dari awal ia sudah menaruh minat kepada wanita tersebut tetapi kalau hasil akhir bakalan dipermainkan maka lebih baik biarlah seperti begini saja dan fokusnya hanya tertuju kepada Riska mungkin itu sudah lebih dari cukup daripada peduli dengan orang lain Tetapi malah dibohongi dengan diperlakukan seperti seseorang bodoh yang tidak punya pemikiran sama sekali.
__ADS_1
"terima kasih atas kebohongan yang kamu berikan kepadaku secara terus-menerus tanpa henti seperti begini, Lain kali kalau bisa kebohongan kamu itu lebih kreatif lagi dan juga tidak perlu melibatkan bunda di dalam hal ini! kalau misalnya bunda Riska tahu jika aku dibohongi Maka jangan harap kalian berdua bisa lepas karena Bunda itu tidak tahu apapun tentang sikap kalian yang sangat menyebalkan, selama ini aku selalu berusaha bersikap baik dengan menghormati kamu sebagai seorang wanita karena itulah yang aku dapatkan dari ajaran bundaku selama ini jadi kalau misalnya kamu terus-menerus menguji kesabaranku Maka jangan harap kamu bakalan bisa lolos lagi Sebab aku juga manusia biasa yang punya Batas kesabaran! "tugas Delon yang ingin pergi dari situ tetapi Adrian dengan segera mencabut kunci motornya sebab menurutnya pembicaraan ini belum selesai dan dirinya Tentu saja tidak ingin ditinggalkan begitu saja sebab masih ada hal yang belum jelas tentang bagaimana bisa terjadi status Delon dan juga Riska sebagai ibu dan anak padahal setahunnya Riska itu adalah seseorang yang masih single sebuah ia sudah memeriksa seluruh data para pengajar di kampus mereka dan ketika di lihatnya data Riska benar saja wanita itu masih berstatus single belum pernah menikah sama sekali atau mungkin sedang menyandang status janda maka dari itu tentu saja ada rasa penasaran yang begitu amat sangat tidak masalah dong kalau misalnya mencari tahu secara langsung.
"maksud kamu apa mengambil kunci motorku seperti begitu, kamu tahu sendiri kan aku mau pergi ke kampus karena tadi ada pesan dari Bunda aku tidak boleh terlambat?" tanya Delon dengan suaranya yang sudah begitu meninggi karena menurutnya sudah dibohongi untuk datang ke tempat ini saja sudah memancing kemarahannya apalagi sekarang malah dipermainkan seperti begini kan rasa-rasanya seperti sesuatu yang benar-benar tidak mungkin namun apa adanya sedang terjadi.
Adrian ingin sekali tertawa ketika mendengar suara Delon yang sudah seperti seorang penjaja makanan keliling yang hobinya berteriak kesana kemari, tetapi baginya ini juga sedikit hiburan yang paling bagus sebuah pria itu sepertinya tidak ada niatan untuk berkata jujur tentang apa yang membuat dirinya merasa penasaran.
"sudah aku katakan dari awal kalau aku tidak akan mengganggu kamu Jika kamu sudah Memberitahukan apa yang ingin aku ketahui, lagian itu tidak terlalu susah kok dijelaskannya pakai mulut saja bukan kamu harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk memberikan penjelasan kepadaku lagi kan?" tanya Adrian sambil mengangkat kedua bahunya seolah-olah sikapnya yang sangat menyebalkan itu benar-benar bisa diterima oleh semua orang yang ada di tempat tersebut padahal sejatinya Adrian itu terkadang tidak punya hati nurani dalam bersikap sebab dari dulu sampai sekarang apapun yang menjadi keinginannya harus diikuti oleh semua orang tanpa terkecuali Meskipun orang itu statusnya lebih tua dan juga lebih tinggi darinya namun pria itu tetap dari dulu tidak peduli akan segala sesuatunya yang dipikirkannya itu hanyalah Bagaimana membahagiakan diri sendiri kebagian orang lain itu bukanlah merupakan urusannya.
Delon yang sudah tidak ingin berdebat ya memilih untuk menjelaskan saja daripada nantinya ia bakalan telat datang ke kampus Lalu setelah itu Riska bakalan marah-marah, lebih baik menghadapi orang lain dibandingkan menghadap Bundanya sendiri yang jelas-jelas tidak bisa dilawannya setiap perkataan yang dilontarkannya karena Riska itu sangat rapuh baru dibentak sedikit langsung mengeluarkan jurus air matanya.
"Adrian kamu baik-baik saja kan, kenapa sih kamu malah bengong seperti itu Lagian apa sih Hebatnya dari wanita yang bernama Riska dia kan hanya dosen saja?" tanya Maudy penasaran saat melihat Adrian yang sudah tidak tahu lagi harus berbuat Bagaimana padahal sebenarnya harusnya responnya juga biasa saja soalnya dirinya dan Riska juga tidak punya hubungan apapun.
adrian gantian menatap ke arah Maudy karena dirinya tahu wanita itu pasti tahu bagaimana jalan cerita hubungan antara Delon dan juga Riska, soalnya wanita itu kan pastinya sudah lama berkuliah di tempat ini dan tentunya tahu bagaimana cara Riska bersikap dan juga bagaimana sepak terjang seorang Riska selama ini yang terlihat sangat keras kepala dan juga susah untuk didekati.
__ADS_1
"kamu tahu apa yang terjadi di antara mereka berdua dan juga kenapa sampai ada panggilan Bunda dan juga anak diantara mereka, kalau memang tahu ya sudah ayo kamu ikut aku ke cafe di seberang kampus supaya kita mengobrol lebih baik lagi Tetapi kalau misalnya kamu tidak tahu apapun lebih baik kamu jujur dari sekarang karena aku tidak ingin membuang waktu untuk hal yang percuma?" Adrian itu adalah orang yang sangat to the point tidak ingin mengulur waktu bersama dengan orang yang menurutnya hanya akan membuang-buang waktunya percuma maka dari itu lebih baik memastikannya secara sadar dan juga langsung supaya nantinya tidak akan ada penyesalan di dalam hidupnya Soalnya kalau menyesal saat sudah terjadi itu kan Rasanya sangat menyebalkan dan juga percuma saja untuk dilakukan.
Maudy memilih hanya menganggukan kepala karena memang sebenarnya saat masuk pertama kali di tempat itu ya perasaannya juga sama seperti Adrian yaitu merasa penasaran dengan semua yang terjadi di hadapannya, kalau bisa dibilang kenapa sampai ia merasakan perasaan itu ya memang benar apa adanya kalau misalnya ini semua dibiarkan berlarut-larut pasti akan muncul berbagai pertanyaan yang tidak jelas yang hasil akhirnya akan Merugikan dirinya sendiri kalau misalnya ada keuntungan yang didapat Ya tidak masalah tetapi kalau misalnya hanya akan membuat Adrian semakin menjauh Ya tentu saja dirinya bakalan merasa tidak terima sama sekali.
" sudah kalau begitu kita pakai mobilnya kamu saja deh soalnya kan kamu yang mengajakku pergi ke cafe, nanti Ingat ya kalau misalnya aku sudah cerita pokoknya hari ini kamu yang bakalan temani aku pergi kemanapun tanpa terkecuali! "mau dipikir bahwa Adrian itu adalah seseorang yang bisa Maksudnya dikendalikan olehnya seperti para pria yang sebelumnya sudah berkenalan dengannya yang selalu saja mengikuti apapun yang diinginkan olehnya tidak pernah membantah bahkan menurut mereka permintaan dari melodi itu seperti sebuah keharusan yang harus dijalani saat itu juga.
Adrian mendengus kesal ketika melihat tipe wanita yang seperti ini yang ketika ditawarkan sesuatu malah meminta Berlebihan, kalau misalnya setiap saat ditemani jalan terus pertanyaannya kapan bakalan mencari hidup kapan bakalan melakukan sesuatu yang berguna bukan malah membuang-buang waktu untuk hal yang sangat tidak masuk akal.
"ya seperti yang aku katakan tadi Kalau informasi yang kamu berikan itu akurat dan aku juga sedang menunggu informasi tersebut ya artinya kemauan kamu bisa aku pikirkan lagi, tapi kalau misalnya informasi yang kamu berikan itu benar-benar merupakan Informasi yang tidak masuk akal ya artinya kamu sudah bersiap diri untuk pulang jalan kaki Karena aku tidak peduli dengan orang-orang yang sudah pandai berbohong saat mereka masih muda! "setelah mengatakan hal itu Adrian pun memilih untuk masuk ke dalam mobilnya saat itu juga tidak ada yang namanya drama membukakan pintu mobil ataupun sekedar basa-basi memberikan perhatian karena menurutnya dirinya dan Maudy itu bukan pasangan dan juga bukan sedang berkomitmen untuk menjalin sebuah hubungan sebab sekarang itu sebenarnya mereka hanya ingin mendapatkan sesuatu yang saling menguntungkan satu sama lain.
sesampainya mereka di cafe di seberang kampus terlihat suasana kampus itu sebenarnya masih sedikit ramai karena kebetulan kemarin sudah ada pemberitahuan bahwa hari ini kelas jam pertama dikosongkan soalnya para tenaga pendidik sedang mengatur rencana kunjungan ke berbagai daerah jadi otomatis tidak ada satupun yang bakalan masuk ke dalam kelas, maka dari itu anak-anak masih berkeliaran bebas ke sana kemarin Dan intinya masih terpimpin tidak melakukan hal anarkis lainnya yang nantinya akan merugikan pihak kampus maupun para mahasiswa itu sendiri.
berbeda dengan Adrian dan juga Maudy yang kini saling duduk berhadapan di cafe tersebut dengan wajah Adrian yang sebenarnya malas sekali ketika melihat Maudy dari tadi selalu mencuri pandang ke arahnya, sebab Bayangkan saja dirinya kan tidak mau maksudnya melakukan apapun tetapi lihatlah wanita itu malah dengan percaya diri mengatakan semua hal yang sangat tidak jelas yang tentu saja hanya akan Merugikan dirinya sendiri dan melakukan hal-hal seperti itu.
__ADS_1
" bisa tidak tatapan kamu itu mengarah ke tempat lain jangan terlalu kepadaku saja, ingat ya tujuan awal kita datang ke tempat ini bukan untuk menatapku seperti itu tetapi kamu mengatakan tentang hal yang ingin sekali aku ketahui? " tanya Adrian dengan suaranya yang sedikit maksudnya tidak menyenangkan Untuk didengar soalnya memang kesabaran pria itu rasa-rasanya sudah sangat habis ketika terus-menerus dipermainkan seperti ini dan juga segala macam keinginannya sepertinya tidak dihargai sama sekali padahal sebenarnya keinginannya itu juga tidak terlalu susah hanya tinggal ngomong doang kalau sudah selesai ngomong ya sudah masalahnya bakalan langsung beres tidak ada yang namanya bikin pusing lagi kan?