
Adrian sudah sampai di sekolah tepat ketika pelajaran pertama baru saja dimulai karena kebetulan tadi pagi ada pertemuan mendadak di antara para dosen jadi proses belajar mengajarnya sedikit terganggu, dirinya tinggal nyelonong masuk begitu saja tidak peduli dengan dosen yang sedang mengajar yang tengah berkoar-koar menyampaikan materi karena menurutnya itu kan merupakan tugasnya dosen dan tugasnya adalah masuk ke dalam kelas duduk dengan manis kemudian menikmati semua pembelajaran yang diberikan..
Pak Sastro hanya bisa berdiam diri tidak ada niatan untuk berkomentar ketika tahu siapa yang baru masuk dalam kelas belakangan, sebab kalau misalnya berbicara panjang lebar nanti urusannya bakalan bertemu dengan ibu Sisilia sedangkan dosen Riska saja sempat-sempatnya dibantah oleh ibu Sisilia apalagi dirinya hanyalah seorang dosen biasa yang juga baru masuk mengajar di tempat itu selama 2 tahun lebih.
Adrian tidak peduli juga dengan tatapan tidak senang parah mahasiswa yang ada di situ yang merasa sepertinya posisi mereka bakalan terancam, soalnya para mahasiswa begitu histeris ketika melihat kedatangan Adrian bahkan ada yang meliukkan tubuh mereka layaknya cacing yang lagi kepanasan.
__ADS_1
" Baiklah karena kamu yang baru muncul di dalam kelas ini bisakah kamu memperhatikan materi yang sudah saya tulis di depan kemudian menjelaskannya kembali jika memang kamu paham, Tetapi kalau misalnya kamu tidak paham ya sudah tidak masalah nanti tinggal sesuaikan saja soalnya saya tidak punya waktu lagi untuk mengulangnya! "jelas Pak sastra tetapi Adrian hanya memilih mengangkat kedua bahunya pertanda tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh pria itu sebab menurutnya Apapun yang terjadi Sastro harus mengajar lagi karena dirinya dibayar dan bayarannya itu setimpal dengan apa yang dilakukan kalau misalnya datang hanya duduk doang tidak melakukan apapun kemudian menyuruh para mahasiswa yang bekerja keras untuk mendapatkan materi ya sama saja percuma kan.
maudy dari tadi sudah tidak fokus lagi dengan apa yang diajarkan oleh Pak Sastro karena dirinya sekarang hanya fokus ke arah Adrian yang dari tadi sepertinya tidak merasa nyaman dengan kehadiran Maudy di sampingnya, dirinya sudah mengatakan kepada wanita itu agar jangan coba-coba mengganggu ketenangannya tetapi balik lagi Maudy yang urat malunya sepertinya sudah putus tidak peduli sama sekali dengan semuanya.
maka dari itu daripada terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan lebih baik mewaspadai saja karena biar bagaimanapun Riska itu orang yang paling tidak suka mendengar bantahan dari setiap perkataan yang dilontarkan, daripada nantinya timbul perdebatan kemudian Riska mungkin menghentikan segala macam pembiayaan dalam hidupnya soalnya kan dia kan masih bergantung 100% dari Bundanya itu maka dari itu sebaiknya ia tidak terlalu banyak bertingkah sebut manusia juga kan punya Batas kesabaran yang tentunya tidak bisa dimiliki oleh semua orang jika memang ingin hidupnya selalu baik-baik saja.
__ADS_1
" Maudy Bisakah kamu fokus dengan pelajaran yang sedang saya jelaskan di depan bukan malah tebar pesona seperti itu, memangnya selama ini satu tidak cukup untuk kamu dan ingin mencari yang lebih lagi? "tanya Pak Sastro yang merasa jengah ketika aku mau tidak peduli sekali dengan dirinya yang sedang mencoba untuk membuat para generasi muda bangsa itu menjadi orang yang cerdas kemudian berwawasan luas'
Maudy memasang wajah cemberutnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Pak Sastro kepadanya sebab dirinya juga punya perasaan malu kali ketika langsung ditegur di depan kelas seperti itu, dan lihatlah para mahasiswa yang lain menatap ke arahnya dengan tatapan mengejek sebab menurut mereka mau dia itu terlihat terlalu murahan bisa-bisanya itu berpesona ke arah Adrian yang dari tadi tidak peduli kepadanya.
" kalian bisa tidak jangan menatapku seperti itu, memangnya ada hal yang mengganggu pikiran kalian sampai membuat merasa bahwa apa yang aku lakukan ini salah? pak Sastro silakan lanjutkan mengajarnya dan buatlah semua orang ini menjadi pintar, Jangan peduli dengan urusan orang lain yang jelas-jelas bukan merupakan urusan Anda. "Maudy benar-benar murid yang keras kepala mungkin kalau disandingkan dengan Adrian keduanya merupakan sebuah kesatuan yang sangat cocok.
__ADS_1