Jodoh Pilihan Bunda

Jodoh Pilihan Bunda
Reuni


__ADS_3

Kirani benar-benar tertawa ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Arya tadi, karena memang tadi pagi itu dirinya sudah sempat menelpon Riska untuk memastikan secara langsung dan wanita itu sebenarnya tidak memberikan jawab yang pasti karena semuanya masih menggantung.


hanya saja kira ini berusaha bagaimana caranya agar biar bagaimanapun Riska tetap datang soalnya Ia juga tidak mau temannya itu harus banting tulang terus-menerus, tidak pernah diberikan nafkah oleh siapapun kemudian tidak pernah meminta tolong yang bagaimanapun karena memang kebiasaannya selalu sendiri seperti itu saja.


Riska tidak pernah mengeluh kalau misalnya dirinya benar-benar sedang membutuhkan bantuan, dan juga tidak pernah meminta tolong ketika tidak memiliki apapun karena baginya pantang memberikan Delon makan dengan hasil meminta.


"ya kamu tahu sendiri kan Bagaimana kerjaannya Ibu dosen yang satu itu, dia selalu kalau misalnya kita ajak jalan pasti jawabannya lihat saja nanti kalau misalnya Delon tidak ada kegiatan maka dirinya bisa pergi lebih dulu tapi kalau misalnya Delon ada kegiatannya dirinya harus mengantar jemput anaknya itu! "jelas Qirani membuat Arya mendengus kesal karena Kenapa sih harus selalu Delon yang menjadi nomor satu dan juga kenapa sih anak itu tidak bisa mandiri sedikitpun dan membiarkan Riska sedikitnya bebas dan mungkin bisa lebih menikmati hidupnya dengan begitu baik.


Arya sudah tahu bagaimana posisi Delon bagi Riska dan Memang dari awal ia tidak pernah mempermasalahkan itu Tetapi semakin ke sini pemuda itu semakin menggantungkan hidupnya lebih parah kepada Riska, sampai-sampai wanita itu pun seolah-olah lingkup pergaulannya ya Hanya gitu-gitu saja karena yang ada dalam pikiran hanya Bagaimana caranya supaya nantinya Delon hidup dalam keadaan baik-baik saja tanpa kekurangan apapun.


" Jadi ceritanya di sini aku yang salah lagi, karena sudah mengajaknya pergi dan karena sudah membuatnya tidak fokus lagi kepada anaknya itu? "Arya melontarkan pertanyaan itu dan membuat Qirani kebingungan harus menjawab apa sebab menurutnya pemikiran Arya itu sangat tidak masuk akal Seharusnya kan bisa mengakui kalau seseorang sibuk ya dirinya harus mengatur waktu yang paling tepat untuk melakukan semuanya kan.


"Arya, kamu jangan seperti itulah Dan tolong Pahamilah keadaan Riska yang sebenarnya tidak menolak juga tetapi harus mementingkan anaknya juga dong! biarpun nantinya dia tetap datang tetap aja pikirannya menuju kepada Delon saja maka dari itu dia harus bisa memastikan anaknya itu baik-baik saja dan sudah berada di rumah baru dia bisa bergerak ke manapun, Soalnya orang tua zaman sekarang kan harus lebih mewaspadai pergaulan anaknya Takutnya nanti salah dan orang tua juga yang bakalan pusing! "jelas Kirani berharap agar nantinya bisa membuat Arya itu paham kalau masalah tidak semudah yang dipikirkan dan juga tidak bisa melangkah sesuatu tanpa menoleh ke arah sekitarnya dulu.


Arya terdengar menghela nafasnya kasar sebab dirinya juga sebenarnya sudah dijodohkan dengan seorang pilihan dari orang tuanya dan menurutnya wanita itu juga tidak jelek-jelek amat sih, masa depan wanita itu pun sangat bagus karena merupakan seorang perancang busana yang paling terkenal di negeri ini Dan intinya dia tidak punya anak yang nantinya akan mengganggu aktivitasnya bersama dengan Arya.

__ADS_1


namun balik lagi entah mengapa Arya itu sepertinya merasa penasaran dengan keadaan Riska saat ini, Oleh karena itu dirinya sengaja mengundang teman-temannya Reunian di rumahnya supaya nantinya dirinya bisa tahu kabar-kabar orang-orang di masa lalunya yang dulu sangat berarti yang tidak akan pernah hilang dalam pikirannya yaitu Riska.


"aku minta tolong bagaimanapun caranya kamu usahakan agar semua orang bisa berkumpul karena Biarpun kita sudah sibuk dengan dunia masing-masing ya tetap nantinya harus saling memastikan keadaan satu sama lain kan? "Arya akhirnya memilih untuk bersikap santai itu kalau misalnya Riska tidak mau datangpun acara itu tetap bakalan berjalan kan karena kehadiran wanita itu tidak penting-penting amat sih Hanya saja karena termaksud di dalam anggota reunian itu makanya harus diundang.


"baiklah aku akan melakukan seperti yang kamu katakan yaitu menghubungi yang lainnya Dan tolong kamu lakukan yang terbaik ya jangan sampai nanti buat mereka kecewa karena kan kamu yang mengundang kemudian aku yang mewakilkan untuk menyampaikannya, nanti kalau misalnya servis yang diberikan sangat kurang dan juga tidak masuk akal serta membuat mereka kecewa pastinya kita akan menjadi bahan perbincangan sampai seumur hidup mereka!" Kirani adalah teman yang paling dekat bersama dengan enggak Riska Dulu mereka berdua bahkan pernah tinggal satu kost bersama dengan Delon dan gantian mengasuh anak itu ketika harus bekerja paruh waktu dan menurutnya Delon itu anak yang anteng tidak susah untuk diatur dan juga intinya sangat menyenangkan ketika dibawa pergi ke manapun.


" pakai Baiklah aku tetap teleponnya dulu, soalnya sepertinya klienku sudah datang! "jelas Arya lalu segera mematikan panggilan tersebut dan Qirani terdengar hanya menghela nafasnya secara perlahan karena memang ini semua itu sebenarnya sangat rumit.


Arya hanya bisa menatap kosong ke arah depannya ketika mengingat Bagaimana dulu saat dirinya begitu dekat dengan Riska, ya Meskipun sebenarnya tidak ada hubungan yang jelas di antara mereka berdua namun ia begitu merasa nyaman dengan pembawaan wanita itu yang begitu tenang kemudian tidak terlalu banyak maunya.


ceklek


" Halo Sayang, kenapa sih bengong saja seperti itu? jangan bilang kamu sedang memikirkanku, Ah tenang saja aku sudah datang kan di tempat ini untuk menemui kamu!" ujar wanita itu begitu antusias membuat Arya hanya memaksakan senyuman di wajahnya karena dirinya merasa heran kok bisa ya Winda datang ke sini padahal dirinya tidak pernah mengundang wanita itu dan juga tidak pernah memberitahukan kalau saat ini tidak punya pekerjaan sama sekali makanya bisa mengizinkan wanita itu datang sesuka hatinya Lalu setelah itu pergi pun Terserah dari keinginannya.


" kamu Kok bisa ada di sini? perasaan tadi kamu tidak menghubungiku lebih dahulu untuk memastikan Apakah aku ada di kantor atau tidak, Memangnya kamu tidak punya pekerjaan hari ini jadinya keluyuran ke sana kemari yang tidak jelas? "Arya begitu penasaran dengan Winda yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


Winda tertawa ketika mendengar pertanyaannya dilontarkan oleh Arya barusan seolah-olah itu sepertinya tidak senang kalau misalnya dirinya datang ke sini, Namun karena wanita itu yang kebodohan bucinnya minta ampun yang memilih menganggap kalau Arya itu sedang mengatakan kepedulian kepadanya dan mungkin tidak ingin melihat dirinya itu capek serta nanti bakalan kenapa-napa karena terlalu aktif ke sana kemari.


" ya kamu tahu sendiri kan kalau misalnya aku itu tidak bisa seharian kita tidak melihat wajah kamu itu, makanya aku ke sini soalnya nanti sebentar agar malam dan sedikit ya baru aku pergi menuju ke rumah kamu soalnya di sana kan hari ini ada pesta kan dalam rangka reunian kalian? " tanya Winda memastikan membuat area kebingungan harus mengatakan apa soalnya dirinya benar-benar tidak ingin diganggu oleh wanita itu hanya satu hari ini saja.


Arya bukan ingin menyembunyikan Winda agar tidak diketahui oleh semua orang, hanya saja Takutnya nanti wanita itu bakalan melakukan hal yang konyol soalnya dirinya sudah pernah mendengar cerita soal Riska.


Riska tidak pernah melakukan kesalahan kepada Winda Tetapi entah mengapa mungkin karena di doktrin oleh orang tuanya Arya sehingga membuat wanita itu juga ikut-ikutan membenci yang namanya Riska, Jadi kalau misalnya sebentar mereka bertemu pastinya akan terjadi begitu banyak hal yang sangat tidak diinginkan jadi daripada nanti bakalan menimbulkan sebuah masalah yang begitu besar ya lebih baik seperti begini saja karena mau melakukan apapun juga percuma jika hasil akhir akan terjadi perang dingin yang tidak pernah berkesudahan sedangkan area hanya ingin menjalin silaturahmi dengan Riska dan juga sekaligus memastikan keadaan wanita itu saja.


" pesta itu hanya untuk reunian Teman sekolahku dan kamu tidak masuk di dalamnya, jadi Bisakah kamu untuk tidak ikut di dalam situ Soalnya kamu tahu sendiri kan yang ada nanti kamu bakalan tidak nyambung karena di sana kan orang sini semua! "saran Arya berharap agar Winda mau menghentikan keinginannya untuk datang ke rumahnya malam ini karena dirinya memang benar-benar sedang tidak ingin diganggu oleh wanita itu.


Winda mau masang wajah cemberutnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Arya itu, karena menurutnya penolakan yang dilakukan oleh pria itu ya sama saja menyiratkan kalau sebenarnya dirinya tidak diterima di komunitas dari para sahabatnya Arya dulu.


" ya kamu tenang saja karena nanti aku juga bakalan membawa adik sepupuku ikut serta, karena kebetulan dia sudah pindah kuliah di sini dan daripada dia tidak melakukan apapun makanya aku ajak dia saja buat kenalan sama kamu, " ujar Winda yang benar benar tidak ingin kalau misalnya tidak di ijinkan untuk pergi.


Arya terlihat menghela nafasnya kasar bukan karena merasa tidak suka jika Winda datang bersama dengan sepupunya tetapi yang tidak dirinya inginkan yaitu Winda tidak bisa membiarkan dirinya bergerak bebas walau hanya satu hari saja, karena setiap kali dirinya melakukan pekerjaan apapun dan berkumpul dengan siapapun pasti wanita itu akan selalu menguntit di belakangnya dan juga tidak akan pernah membiarkan dirinya didekati oleh siapapun terlebih klien wanitanya.

__ADS_1


" ya terserah kamu saja mau melakukan apapun yang penting intinya tolong Jangan menggangguku apalagi mencoba untuk membuat ruang kerak aku menjadi sempit seperti biasanya, yang datang Ini semua adalah teman-temanku yang otomatis Aku harus bisa berbaur dengan mereka seperti dulu lagi tanpa ada kamu yang selalu mengganggu! Kalau misalnya kamu mau menjaga jarak Ya sudah lebih bagus karena hanya untuk kali ini saja Aku mengharapkan hal itu, kedepannya Terserah kamu mau melakukan apapun sedikitpun Tidak ada niatan untuk melarangnya soalnya aku juga capek kalau misalnya berbicara terus kepada kamu tetapi tidak paham sama sekali! "jelas Arya lalu segera memilih untuk fokus dengan berkas yang ada di hadapannya saat ini.


__ADS_2