
GIBRAN GHANIAL (GIBRAN)
Hidupnya terkesan santai dan tidak rumit. Dia selalu melakukan apa pun yang disukainya. Gibran selalu punya pacar. Tapi dia tidak pernah benar-benar mencintai pacar-pacarnya. Baginya pacaran itu seperti teman jalan, tidak lebih.
GITANI DIANZA UTARI (GITA)
Dia selalu terencana dalam segala hal, hidupnya teratur. Pemikirannya terkesan agak rumit. Gita tidak tertarik berpacaran, dia hanya ingin menikah. Sejak kecil dia bermimpi suatu saat bisa langsung menikah dengan laki-laki yang benar-benar dicintainya.
Gibran dan Gita jelas memiliki karakter dan prinsip yang berbeda. Namun mereka berdua bersahabat. Persahabatan mereka dimulai ketika mereka bersama-sama menjadi mahasiswa baru di kampus Teknik. Saat itu Gibran dan Gita tergabung dalam satu kelompok selama kegiatan masa orientasi.
Dalam dua tahun terakhir Gibran sudah tujuh kali berganti pacar. Tercatat hubungannya yang paling bertahan lama adalah lima bulan dan yang paling singkat hanya bertahan dua bulan.
Suatu hari Gibran dan Gita menyadari perasaan mereka masing-masing lebih dari sekedar sahabat. Gibran ingin pacaran, sementara Gita hanya ingin menikah.
__ADS_1
"Apa kita harus pacaran?" tanya Gita suatu hari kepada Gibran.
"Apa kamu benar-benar membenci kata pacaran?" tanya Gibran balik agak keras.
"Apa kamu benar-benar memaksaku?" tanya Gita balik tidak kalah keras.
Hingga suatu hari Gibran yang sudah terlalu lelah selalu berdebat dengan Gita tentang hubungan tanpa status mereka akhirnya menyerah. Dengan spontanitasnya dia mengajak Gita menikah.
"Ayo kita menikah." ajak Gibran.
"Aku hanya ingin memenuhi keinginanmu. Lagi pula sebentar lagi kita lulus kuliah." kata Gibran meyakinkan Gita.
"Itu bukan alasan yang tepat untuk seseorang melamar, Gibran. Bisakah kamu memikirkan yang lebih bagus?" tanya Gita membuat Gibran mengerutkan keningnya. Dia hanya ingin memenuhi keinginan Gita untuk menikah, apa ada alasan lain yang lebih bagus dari itu?
__ADS_1
'Sungguh Gibran tidak peka.' batin Gita. Bagaimana bisa dia mengajak Gita menikah seperti sedang mengajak jalan ke mall?
Seperti orang bilang, terkadang jodoh itu sebenarnya dekat di mata. Apakah Gibran dan Gita benar-benar berjodoh satu sama lain? Apakah mereka benar-benar menikah di usia yang masih cukup muda demi memenuhi keinginan Gita?
Sementara itu ada Alvin, kakak tingkat Gita yang juga mencintai Gita sejak lama. Meskipun Gita selalu menghindar, tapi dia tetap tidak menyerah, bahkan saat dia mendengar rencana pernikahan Gibran dan Gita.
Ada Andra, kakak kelas yang dulu pernah bersahabat dengan Gibran sewaktu SMA. Suatu hari dia tidak sengaja bertemu dengan Gita dan tertarik padanya. Andra siap mengungkapkan masa lalu yang menyebabkan persahabatannya dengan Gibran berakhir.
Ada Melati, teman kost Gita yang sepertinya tidak asing di mata Gibran. Melati menyukai Gibran sejak pertama kali bertemu. Apa hubungan Melati dengan masa lalu Gibran?
Dan tentu saja ada Lodya, mantan pacar Gibran. Lodya ternyata menyimpan sebuah rahasia besar yang siap membuat hidup Gita terusik. Sesuatu yang membuat Gita tiba-tiba kehilangan kepercayaannya terhadap orang terdekatnya. Apakah Gibran berhasil meyakinkannya kembali?
Silahkan mengikuti dan menikmati alur kisah Gibran dan Gita. Kisah ini mungkin berbeda dengan kisah lainnya. Dalam kisah ini, Gibran bukan CEO atau pria kaya yang nyaris sempurna. Gita juga bukan gadis yang sangat menawan dan paling beruntung di seluruh dunia. Mereka hanya manusia biasa.
__ADS_1
Selamat membaca...!!! 😊😊😊