Kalau Jodoh Takkan Kemana

Kalau Jodoh Takkan Kemana
Bab 23


__ADS_3

Jam 12:40, siang hari. Ferdi, tengah mandi di kamar mandi, terbangun karena mendengar suara azan. Shanaya baru saja terbangun, dan kembali merasakan sakit pada bagian tubuhnya.


"Auh!" desis Shanaya, ketika satu kaki di angkat, berniat untuk turun dari ranjang. Pintu kamar mandi terbuka, pertanda sang suami telah selesai dengan ritual mandinya.


Hanya mengenakan handuk saja untuk menutupi asetnya yang berharga, sedangkan dada yang sixpack itu di biarkan begitu saja oleh Ferdi, satu tangan mencoba mengeringkan rambutnya yang masih basah.


Ferdi, menaikan satu alis ketika melihat Shanaya, dengan tatapannya yang diam sembari memperhatikan bentuk tubuh dari sang suami yang begitu bagus.


"Kamu menyukainya, Sayang?" bisik Ferdi, langsung membuat Shanaya sadar dan mengedipkan ke dua matanya beberapa kali, Ferdi berdiri lagi tepat di depan Shanaya dengan senyuman yang menghiasi raut wajah tampan Ferdi.


"Cepat mandi, setelah ini kita turun untuk makan, rasanya seluruh tenaga terkuras habis," ucap Ferdi, mengedipkan satu matanya ke arah Shanaya sembari berbalik dan ingin pergi ke lemari baju.


"Gimana nggak terkuras habis, kalau mainnya ugal-ugalan gitu," cibir Shanaya dengan suara yang begitu pelan, tetapi masih bisa di dengar oleh Ferdi.


"Mas," lirih Shanaya, begitu melihat Ferdi yang mengunci dirinya di tempat tidur, ke dua tangan Ferdi berada di antara tubuh Shanaya kiri dan kanan, menompangnya di atas tempat tidur dan menatap wajah sang istri dari dekat.

__ADS_1


"Sudah berani mengejek aku ya," ucap Ferdi, sembari mendekatkan wajahnya dengan wajah Shanaya, membuat wanita ini salah tingkah dan berusaha untuk menghindari tatapan nakal dari sang suami.


Shanaya mendorong pelan dada bidang Ferdi, agar menjauh darinya. Ferdi meraih baju mandi yang ada di sebelah Shanaya, dan segera memakaikan itu untuk Shanaya, membuat Shanaya terkesiap yang sudah salah menebak jalan pikiran Ferdi, Shanaya berpikir Ferdi akan menciumnya ternyata pria ini hanya ingin memakaikan baju mandi saja.


"Kamu memikirkan hal mesum, Sayang?" tanya Ferdi, menarik hidung mancung dan kecil milik Shanaya.


"Mas!" pekik Shanaya, ketika merasakan sakit pada hidungnya. Ferdi menggendong Shanaya secepat mungkin ketika wanita ini sibuk mengusap hidungnya yang sakit. Shanaya mengalungkan tangannya di leher Ferdi, ketika pria ini melangkahkan kaki menuju kamar mandi, Shanaya merebahkan kepala di dada bidang Ferdi, sembari memejamkan matanya sebentar menghirup wangi khas tubuh Ferdi, yang membuat Shanaya candu beberapa hari ini.


Perlahan-lahan Ferdi meletakkan tubuh sang istri di dalam bathub yang sudah berisi air hangat, membuat Shanaya merasakan sentuhan hangat pada kulitnya membuat dia cukup nyaman.


Shanaya, tersenyum melihat punggung Ferdi, yang sudah berlalu pergi meninggalkan kamar mandi. Wanita ini memukul air beberapa kali dengan kedua tangannya ketika mengingat hal romantis yang di lakukan Ferdi, Shanaya tak menyangka pria dingin yang di ceritakan oleh Juwita ternyata cukup romantis di depannya membuat Shanaya setia hari merasakan indahnya jatuh cinta setelah menikah.


Ferdi, yang baru saja selesai berpakaian santai, tak sengaja melihat notice masuk ke ponselnya. Ternyata itu panggilan masuk dari Clara, begitu selesai melihat panggilan tak terjawab itu, Ferdi menghapusnya tak ingin membuat Shanaya salah paham.


"Sayang," Ferdi, menoleh di saat Shanaya memercikkan air yang ada di tangannya ke arah Ferdi, untuk menggoda sang suami yang sejak dari tadi sibuk menatap layar ponselnya.

__ADS_1


"Kamu berani ?" tanya Ferdi, sembari berkacak pinggang dan menatap mesum ke arah Shanaya yang baru saja selesai mandi, dengan rambut yang masih basah.


Shanaya, hanya menggeleng pelan kepala sambil tersenyum ke arah Ferdi, dan berlalu pergi untuk mengeringkan rambut, Ferdi meminta Shanaya untuk segera turun setelah selesai berpakaian.


Di meja makan, Ferdi dari jauh melihat Kakek Rudi tengah berbicara dengan Bagas, terlihat dari raut wajah Bagas penuh dengan kekesalan, yang di bicarakan mereka mungkin terlalu serius, hanya saja Ferdi tidak dapat menebak apa yang mereka bicarakan.


"Ferdi, dimana istrimu?" tanya Kakek Rudi, saat melihat Ferdi berjalan masuk ke dalam ruang makan, sebelum pergi Bagas menundukkan kepalanya dan berpamitan dengan Kakek Rudi serta dengan Ferdi.


Ferdi, masih melihat ke arah punggung Bagas, yang sudah berlalu pergi meninggalkan meja makan.


"Apa yang kamu lihat? ayo kita makan siang bersama!" ajak Kakek Rudi, tetapi Ferdi mengatakan dia akan menunggu Shanaya, karena Shanaya akan segera turun, dan Kakek Rudi hanya mengangguk menanggapi ucapan sang cucu.


Benar saja, begitu Kakek Rudi selesai makan, Shanaya turun dan menyapa mereka berdua di meja makan. Bi Asih, menyiapkan minuman hangat untuk Shanaya atas permintaan Ferdi, agar membuat tubuh Shanaya kembali membaik.


Bersambung .....

__ADS_1



__ADS_2