Kalau Jodoh Takkan Kemana

Kalau Jodoh Takkan Kemana
Bab 50


__ADS_3

"Itu artinya, di saat Tuan Firman dan Pengacara Giant datang kesini, kalian semua sudah tahu, dan hanya ingin menjebakku?" tanya Bagas, dengan rahang yang mengeras.


"Iya, karena aku sudah tahu sejak dari dulu, kalau kamu anak Tuan Rudi, tetapi aku tak menyangka kau tega menghabisinya hanya karena harta. Padahal Tuan Rudi, telah menyiapkan sebuah rumah dua lantai untukmu, dan beliau berniat membangunkan sebuah perusahaan untukmu, serta ingin mengakui kamu adalah anaknya. Tetapi, kamu malah tega membunuhnya!" teriak Pengacara Giant di ujung kalimatnya membuat semua orang tertegun, ini pertama kali Pengacara Giant berteriak di depan mereka semua.


"Aku tidak pernah menyesal melakukan itu, karena pria tua itu ibuku mati, dan karena pria tua itu hidup aku seperti sampah! aku tidak pernah menyesal telah membunuhnya!" teriak Bagas dengan lantang, membuat kesabaran Ferdi habis, dan langsung menendang Bagas hingga terjatuh.


"Kau memang manusia sampah, kau pantas di berlakukan seperti itu, kau tidak akan hanya mendekap di penjara, tetapi kau akan mendapatkan hukuman mati setelah itu," Ferdi, menatap nyalang ke arah Bagas, yang sedang berusaha untuk berdiri.


Gelak tawa Bagas memenuhi ruangan itu, dan membuat Lucki dan Pengacara Giant memicingkan matanya, begitu juga dengan Ferdi, yang tak bisa lagi menahan amarah, karena gara- gara Bagas istrinya Shanaya di tuduh sebagai pembunuh.

__ADS_1


"Kalian semua mengelabuiku, dengan membuat statemen seolah-olah semua orang patut di curigai? dan yang sialnya aku terjebak, tak pernah menyadari jika kalian bersekongkol untuk melakukan itu semua!" teriak Bagas, dengan netra yang memerah serta rahang yang keras, tetapi Ferdi hanya tersenyum, begitu juga dengan Lucki serta Pengacara Giant.


"Bagaimana? apa kau tertarik?" cibir Ferdi, Bagas melempar vas bunga yang ada di atas meja ke arah Ferdi, untuk pria itu cepat mengelak, jika tidak benda tersebut akan mengenai kepalanya.


"Kau berharap kami menyimpan semua barang bukti di dalam ruangan ini?" tanya Lucki, kini pandangan Bagas tertuju ke arah pria itu.


"Jadi?"


Bagas langsung menyerang Ferdi, dan ingin kabur, tetapi Lucki dengan sigap membantu Ferdi untuk melumpuhkan Bagas. Begitu juga dengan Pengacara Giant, yang sudah lebih dulu menelpon pihak yang berwajib.

__ADS_1


"Kau kalah!" ucap Lucki, membuat Bagas memberontak di dalam genggaman Pengacara Giant yang ingin menyerang Lucki ataupun Ferdi.


Tetapi, sekali lagi Bagas tertawa cukup keras, membuat mereka bertiga saling pandang satu sama lain, apa yang ingin pria itu lakukan.


"Aku belajar darimu kita memang harus menjadi orang pintar, sebelum rencana pertama gagal, kita sudah menyiapkan rencana ke dua," tukas Bagas, membuat Ferdi menoleh ke arah Lucki, laku mereka sadar dari arah lain muncul asap, berarti Bagas telah membakar ruangan milik Ferdi, dimana di dalam ruangan itu tersimpan banyak berkas penting.


"Jika aku tidak dapat memilikinya tak ada siapapun yang bisa memilikinya!" Bagas kembali tertawa, membuat Ferdi menyeringai.


"Kamu memang bodoh, kau lihat?" Ferdi menunjukkan layar ponselnya dimana Firman bersama dengan Kakek Hardiman, sedang memadamkan api yang belum terlalu besar di dalam ruangan Ferdi.

__ADS_1


Tak lama datang beberapa orang dari pihak kepolisian, dan menangkap Bagas, membawa pria itu ke kantor polisi. Meskipun Bagas berteriak dan memberontak, tangannya telah terborgol, Ferdi juga tak peduli, sampai Bagas dan pihak kepolisan kini tiba di lantai bawah, ternyata wartwan telah menunggunya di lantai bawah, untuk meliput berita.


Hal itu sengaja Firman lakukan untuk menghapus tuduhan kepada menantunya.


__ADS_2