Kalau Jodoh Takkan Kemana

Kalau Jodoh Takkan Kemana
Bab 41


__ADS_3

Setelah pergi mengantar Shanaya, Ferdi kembali ke rumah Adipratama. Firman masih di rumah, Ferdi tak perduli dengan Firman yang terus berteriak memanggilnya ketika Ferdi naik tangga menuju kamar untuk bersiap-siap ke kantor.


Beberapa menit kemudian, Ferdi turun lagi dan melihat Bagas yang ada di ruang tamu. Ferdi menyuruh Bagas untuk mengambil semua surat kontrak perusahaan Adipratama yang telah di batalkan kontrak oleh Firman dengan hartawan.


"Mau kamu apakan surat kontrak itu?" tanya Firman, Ferdi menatap malas ke arah Firman.


"Tentu saja aku ingin kerjasama itu tetap berlanjut, apa papa mau membuat perusahaan Adipratama ini bangkrut? jangan lupa pa, kerjasama dengan Hartawan itu bisa menguntungkan kita sampai milyaran, kalau papa putuskan kontrak, itu sama saja papa membuat perusahaan Adipratama bangkrut!" ucap Ferdi dengan tegas, lalu beralih menatap Bagas, dan segera menyuruh pria itu untuk membawakan semua berkas itu ke kantor.


Tanpa menunggu komentar dari Firman ataupun Bagas, Ferdi telah pergi meninggalkan rumah adipratama. Sebelum Ferdi meninggalkan rumahnya, dia menghubungi seseorang melalui ponselnya dan membuat janji temu dengan orang tersebut, bahkan Ferdi juag membawa hasil rekaman cctv bersama dengannya.


Memakan waktu sekitar 20 menit, Ferdi baru tiba di sebuah restoran yang telah di janjinya untuk bertemu dengan seseorang.


"Apa kamu sudah menunggu lama?" tanya Ferdi begitu tiba di depan meja restoran.

__ADS_1


"Aku juga baru tiba," orang itu menoleh dan langsung berdiri, memberi pelukan untuk Ferdi.


"Aku tahu, semalam kau menginap di rumah, tetapi aku tak menganggumu, karena aku tahu kamu butuh waktu dengan Shanaya. Jadi, aku mengajakmu untuk bertemu di sini saja," tukas Lucki.


"Begitu aku melihat pesanmu, aku segera menelponnya. Rekaman cctv sudah aku masukin semua ke dalam flashdisk ini, kamu bisa memeriksanya,"


Ferdi dan Lucki memutar kembali cctv yang dulu pernah di lihat oleh Ferdi, dan ketika Lucki menontonnya dia langsung sadar, jika cctv telah di potong dan di hapus bagiannya.


"Lihatlah!"


Detik-detik sebelum Shanaya dan Ferdi tiba, ada rekaman cctv menunjukkan jika Clara datang ke rumah itu, tetapi tak ada rekaman lain ketika Clara keluar dari rumah Adipratama. Hal itu, membuat Ferdi, bingung.


"Jika di rekaman cctv tidak ada saat Clara pergi dari rumah Adipratama, itu pertandanya sebagian cctv telah di hapus dan pelakunya pasti orang dalam." Pungkas Lucki, Ferdi langsung membulatkan matanya tak percaya.

__ADS_1


"Kalau kita mau menangkap orang itu, kita harus membuat umpan lain untuk membongkar kejahatannya," ujar Ferdi, Lucki mengangguk dan setuju dengan pendapat dari Ferdi.


Sejenak Ferdi berpikir, semenjak kejadian itu Clara tak lagi menganggu hidupnya atau berkeliaran di depan rumah atau kantor Adipratama.


"Apa kau bertemu dengan Clara dalam dua hari ini?" tanya Lucki, Ferdi menggelengkan kepalanya.


"Kita harus mencari Clara, sepertinya dia mengetahui sesuatu," tukas Lucki, lalu mengirim rekaman cctv itu ke flashdisk miliknya.


"Kamu benar,"


Mereka terus menyimpan bukti rekaman cctv itu, lalu Ferdi dan Lucki berpisah di depan restoran. Ferdi, menghubungi Humairah, untuk bertanya tentang Shanaya, meskipun itu adalah tempat yang aman, Ferdi tetap merasa khawatir dan cemas yang mendalam.


Namun, Humairah mengirim sebuah Vidio dimana Shanaya sedang bersama dengan anak-anak santriwati dan hal itu membuat Ferdi merasa lega, karena tak perlu khawatir akan kondisi sang istri.

__ADS_1


__ADS_2