Kalau Jodoh Takkan Kemana

Kalau Jodoh Takkan Kemana
Bab 49


__ADS_3

"Kejutan!"


Begitulah tulisan yang ada di dalam brankas, dan tiba-tiba seluruh lampu yang ada di dalam ruangan tersebut menyala, dan membuat pria berpakaian hoodie tersebut terkejut hingga senter di tangannya terjatuh dan menggelinding hingga ke pintu ruangan dan mengenai kaki orang yang baru saja datang ke ruangan tesebut.


Ferdi, bersama dengan Lucki, serta Pengacara Giant ada di sana, datang untuk menangkap pelaku yang sesungguhnya saat ini sedang ingin mencuri barang bukti.


"Apa kamu menemukan apa yang kamu cari?" tanya Ferdi, melangkah mendekat ke arah pria itu, nampak jelas dari raut wajah pria hoodie tersebut kalau dia sedikit tertekan dan gugup, apalagi saat ini tiga orang yang sedang memegang kasus itu, ada di dalam ruangan yang sama dengannya, lebih tepatnya telah menjebak dia untuk datang ke ruangan tersebut.


"Bagas!" tekan Lucki, ketika menyebut nama pria tersebut, netra Bagas memerah dan memanas seketika di saat kejahatannya terbongkar.


"Sejak kapan kalian mengetahuinya?" tanya Bagas yang berusaha membuka penutup mulutnya, dan juga menurunkan topi hoodie sehingga barulah kini pria berpakaian hoodie menampakan wajah jahatnya di depan orang lain.


"Sejak hari dimana kamu menuduh Clara yang telah mencurangi kantor Adipratama, sedangkan hari hilangnya berkas itu, Clara baru saja masuk tidak mungkin dia pelakunya. Bagas, apa yang membuatmu tega membunuh kakek? Oh bukan, harusnya kau memanggil dia dengan sebutan ayah bukan?"


Bagas membelalakkan matanya ketika mendengar penuturan Ferdi, yang telah berhasil mengetahui masa lalu ibunya Bagas, dan bahkan mereka telah berhasil menemukan pelaku atas kematian Kakek Rudi.

__ADS_1


"Kamu bertanya?" Bagas menatap nyalang ke arah Ferdi, pria ini memicingkan matanya yang tak paham akan maksud dari ucapan Bagas, tentu Ferdi butuh jawaban dan alasan dari Bagas, karena Kakek Rudi adalah ayahnya.


30 tahun yang lalu....


Lydia mengaku hamil kepada Rudi, setelah melewati malam panjang mereka berdua, malam yang tak sengaja Rudi lewati bersama dengan Lidya atas jebakan Lydia sendiri, waktu itu Rudi adalah pria kaya, mampan dan juga tampan serta bertanggung jawab kepada keluarganya membuat Lydia iri dan tertarik untuk menggoda. Tetapi, Rudi tidak pernah tertarik sama Lydia sehingga wanita itu melakukan cara kotor untuk mendapatkan Rudi.


Rudi, memberikan sejumlah uang untuk Lydia agar menggugurkan kandungannya, tetapi wanita ini malah mempertahankan janinnya agar suatu saat bisa merebut Rudi kembali.


Lydia hilang dari pandangan Rudi hampir 11 tahun lamanya, tetapi setelah 11 tahun itu tiba-tiba Lydia muncul lagi di hadapan Rudi, dengan membawa anak laki-laki, yaitu Bagas kecil.


Ternyata, Lydia tidak berhenti di situ saja, Lydia meminta 50% saham Adipratama untuk Bagas, tetapi Rudi menolak, di saat keduanya berantem dan berdebat, tanpa sengaja Rudi membunuh Lydia, dengan memukul wanita itu dengan sebuah patung hingga mati.


Perbuatan Rudi di saksikan langsung oleh Bagas kecil, sehingga anak ini menyimpan dendam terhadap keluarga Adipratama. Setelah kematian Lydia, Bagas mendapatkan 5% saham dari perusahaan Adipratama, sebagai pengawal pribadi Ferdi.


Selang dua bulan istri sah Rudi meninggal karena terjatuh dari tangga, tidak ada yang curiga kalau itu adalah pembunuh berencana yang di lakukan oleh Bagas kecil.

__ADS_1


Di usia Bagas genap 15 tahun, dan Ferdi 19 tahun, keduanya semakin akrab seperti saudara kandung. Ibu Ferdi tanpa sengaja mendengar perdebatan antara Rudi dan Bagas waktu itu tentang kematian nenek Ferdi yang disebabkan oleh Bagas, tetapi di saat Ibu Ferdi menguping Bagas mengetahuinya, tanpa sepengetahuan Rudi, Bagas merencanakan pembunuhan untuk ibu Ferdi, dan wanita itu tewas dalam perjalanan pulang bersama dengan Rocky, Ayah dari Lucki.


Bulan berganti tahun, Bagas dan Ferdi tumbuh bersama, Kakek Rudi menyimpan rahasia itu sendiri, dan ternyata Juwita mengetahui semua tentang rahasia Kakek Rudi yang memiliki anak dari wanita lain, tatapi Juwita tidak pernah tahu siapa dan dimana anak itu, karena hal itu di tutup rapat oleh Kakek Rudi.


Alasan Bagas membunuh Kakek Rudi, karena pria tua ini mengingkari janji dengan Bagas. Jika Bagas bisa menutup mulut dan tidak memberitahu orang kalau dia anak kandung Rudi, maka Rudi akan memberikan saham perusahaan 50% untuknya, seperti yang di minta oleh Lydia sebelum wanita ini meninggal, tetapi ternyata Kakek Rudi malah memberikan saham terbanyak untuk Shanaya, yang membuat Bagas marah, dan ingin menjebak Shanaya dalam kasus kematian Kakek Rudi, agar seluruh hak warisan Shanaya bisa jadi milik Bagas, setelah Shanaya tertangkap Bagas ingin mengumumkan kepada dunia kalau dia adalah anggota keluarga Adipratama yang sah.


Bagas terpaksa menculik Clara, karena di saat Bagas sedang berdebat dengan Kakek Rudi, Clara melihatnya, bahkan wanita itu menjadi saksi terbunuhnya Kakek Rudi. Itulah alasan kenapa Bagas menculik dan menyekap Clara di gudang bawah tanah rumah Adipratama.


Ponsel Ferdi, berdering membuat Bagas dan Ferdi bergeming setelah bergelut dengan cerita masa lalu.


[Mas, kami telah membawa Clara ke rumah sakit,] itu adalah suara Shanaya, Firman dan Juwita sudah berhasil menolong Clara dari anak buah Bagas.


Ferdi, menyeringai setelah panggilan itu terputus, dan sekali lagi raut wajah Bagas terlihat begitu panik.


Ternyata semua orang bekerja sama untuk menjebak Bagas, Firman terpaksa memaki dan membenci Shanaya meskipun sudah tahu bukan Shanaya pelakunya, itu semua bagian dari rencana mereka.

__ADS_1


__ADS_2