
Kakek Hardiman, bersama dengan Kakek Rudi, serta Juwita sedang membahas lahan pertambangan yang sempat di ragukan oleh perusahaan Adipratama atas kepemilikannya. Sehingga, Kakek Hardiman memilih untuk memberitahunya sendiri kepada Kakek Rudi, agar Lucki dan Ferdi, tak selalu salah paham akan hal itu.
"Jadi, lahan itu Rocky berikan untuk Shanaya? dan ini suratnya?" tanya Kakek Rudi, dan Kakek Hardiman mengangguk membenarkan pertanyaan Kakek Rudi.
Akhirnya, Kakek Hardiman memberikan bukti salinan untuk Kakek Rudi, berharap semua masalah itu dapat terselesaikan. Agar mereka tak salah paham lagi akan hal itu.
Melihat jam di dinding ruangan itu sudah hampir larut malam, Kakek Rudi memilih untuk berpamitan, dan mereka bertiga meninggalkan ruangan kerja. Tiba di ruang tamu, Kakek Rudi, hanya melihat Lucki yang tertidur di sofa, sedangkan mereka sudah bisa menebak dimana Ferdi dan Shanaya berada. Akhirnya, Kakek Hardiman meminta seorang sopir untuk mengantar Kakek Rudi pulang.
Keesokan harinya....
Di meja makan, ada Kakek Hardiman, Lucki dan juga Juwita. Sedangkan, Ferdi dan Shanaya baru saja turun untuk ikut sarapan bersama dengan mereka.
"Pagi, ma." Sapa Shanaya, mencium singkat pipi Juwita, lalu beralih untuk mencium pipi Kakek Hardiman.
"Kakak nggak?" tanya Lucki, tetapi ketika Shanaya ingin mendekat, Ferdi langsung menarik pinggang Shanaya dan membawanya ke kursi, membuat Lucki kesal akan hal itu.
Ferdi, mengejek Lucki, pria itu menyempitkan matanya pertanda akan membalas perlakuan Ferdi barusan.
__ADS_1
"Kakek, terima kasih untuk bukti yang kakek berikan untuk perusahaan Adipratama. Ferdi, juga berterima kasih sama Kakek yang telah membuka mata kami untuk melihat siapa Tuan Ben, yang sebenarnya,"tukas Ferdi, Lucki melihat ke arah Kakek Hardiman.
"Jadi, kakek sudah memberitahu mereka soal kepemilikan lahan itu?" tanya Lucki, Kakek Hardiman mengiyakan pertanyaan Lucki.
Juwita menyuruh mereka semua untuk melanjutkan sarapan pagi, tanpa membahas pekerjaan di meja makan, karena mereka harus menikmati momen bersama di pagi hari itu.
Baru saja Shanaya ingin memasukan nasi suap ke dua ke dalam mulutnya, tetapi dia merasa cukup mual, dan perutnya serasa diaduk-aduk yang ingin memuntahkan isi perutnya segera.
Shanaya, berdiri dan berlari ke arah dapur, yang membuat Juwita dan yang lain terkejut secara bersamaan. Ferdi yang ikut panik dan cemas, lantas berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Shanaya di dapur.
"Biasa, dia akan merasa mual ketika menstruasinya telat, itu pasti telat lagi, sepertinya dia lupa untuk meminum obatnya," tukas Juwita, yang memang Shanaya tiap bulan akan merasakan hal itu jika menstruasinya tak beraturan, dan itu sangat menganggu dirinya.
Ferdi, memijit pelan tekuk Shanaya, Bi Inah, memberikan obat untuk Shanaya, obat yang biasa di minumnya. Tetapi, Shanaya menyembunyikan obat itu di telapak tangannya.
"Kenapa tidak di minum?" tanya Ferdi, Shanaya menggelengkan kepalanya, dan itu membuat Ferdi penasaran.
"Bi, sudah di berikan obat untuk Shanaya?" tanya Juwita, di saat melihat Bi Inah yang sangat membersihkan meja makan.
__ADS_1
"Sudah, baru saja Nona Shanaya akan meminumnya,"
Bi Inah membereskan meja makan, Juwita kembali ke ruang tamu. Sedangkan, Lucki dan Kakek Hardiman sudah berangkat ke kantor. Kini hanya tinggal Shanaya dan Ferdi, yang bersiap-siap untuk pulang.
"Shanaya, sering-seringlah datang mengunjungi mama ya," Juwita memeluk Shanaya ketika Shanaya berpamitan akan kembali ke rumah suaminya, Ferdi juga berpamitan dengan Mama Juwita, ibunya Shanaya.
Setelah Shanaya masuk ke dalam mobil, dia menurunkan kaca mobil agar dapat melihat Juwita yang berdiri di depan teras, Juwita melambaikan tangannya ke arah mobil Ferdi yang melesat pergi meninggalkan halaman rumah Hartawan.
"Lho, mas ini bukan jalan untuk pulang ke rumah?" Shanaya melihat Ferdi, memilih jalan yang lain untuk mereka kembali ke rumah Adipratama.
"Aku akan membawa kamu ke perusahaan, kakek memintaku untuk membawa kamu ke perusahaan Adipratama, "
"Tapi, untuk apa mas?"
"Nanti juga kamu akan tahu,"
Ferdi, menaikan kecepatan mobilnya agar segera tiba di perusahaan Adipratama.
__ADS_1