
Sebelum Ferdi mengadakan rapat di ruangan Kakek Rudi, satu hari dimana pria ini menemukan album usang itu, Ferdi teringat jika dia menemukan kotak besi di dalam ruangan tersebut.
Ferdi, segera memarkirkan mobilnya di halaman rumah begitu sampai di rumah Adipratama. Ferdi melangkah dengan tergesa-gesa tidak memedulikan pengawal yang menyapanya.
"Tuan, sudah pulang?" tanya Bi Asih, Ferdi mengabaikan perempuan tua itu tidak seperti biasanya membuat Bu Asih sedikit bingung.
Tiba di dalam kamar, Ferdi mencari kotak yang kemarin dia bawa pulang, untuk membuka kotak tersebut, Ferdi juga perlu mencari sesuatu agar bisa membuka kotak itu.
Setelah mendapat benda tajam, dan yakin akan bisa membantu untuk membuka kotak tersebut, Ferdi langsung mencoba dan alhasil, ternyata kotak itu dapat di buka.
Ferdi, membuka kotak tersebut sehingga dapat melihat apa saja yang ada di dalam kotak itu, sebuah flashdisk dan selembar foto di dalamnya. Masih ada kotak cincin yang terdapat di dalam itu, Ferdi yakin itu milik Kakek Rudi, tetapi foto siapa yang ada di dalam kotak tersebut, itu yang di pikirkan Ferdi, saat ini. Lalu, Ferdi membawa semua barang yang ada di dalam kotak itu bersama dengannya.
Begitu keluar dari kamar, Ferdi mendapati Firman yang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Kita perlu bicara," ucap Firman, membuat Ferdi menatapnya penuh curiga, setelah melirik ke kanan dan ke kiri, lalu Ferdi mengajak firman untuk masuk ke dalam kamar.
Di tempat lain, ada Lucki yang saat ini mengajak Pengacara Giant untuk bertemu. Keduanya, berada di sebuah restoran dan sengaja memilih untuk duduk di ruang VIP.
__ADS_1
"Aku yakin Tuan Lucki, semua orang yang ada di dalam ruangan Kakek Rudi, saat kami rapat, mereka semua terlihat mencurigakan. Pelakunya pasti salah satu di antara mereka!" tegas Pengacara Giant, lalu meraih gelas kopi dan menyeruputnya.
"Aku juga curiga dengan seseorang, apa tebakan kita sama?" Lucki menatap Pengacara Giant, pria itu mengangguk dan ternyata tebakan mereka sama.
Lucki, memberitahu Pengacara Giant, tentang hilangnya Clara, karena jika di hitung oleh waktu, itu pertandanya hilang Clara di hari meninggalnya Kakek Rudi. Itu yang membuat Lucki semakin curiga kepada orang itu, karena sebelum itu Clara pernah bermasalah di perusahaan Adipratama.
Lucki, mendapat pesan dari Ferdi netra Lucki membulat sempurna ketika membaca pesan itu, Ferdi juga mengirim sebuah rekaman cctv untuk Lucki, dan itu bisa membuktikan jika Shanaya bukan pelakunya.
"Ada apa?" tanya Pengacara Giant, begitu melihat raut wajah tegang Lucki. Pria ini memperlihatkan vidio yang sedang dia lihat, dan itu membuat pengacara tersebut tersenyum lega, akhirnya kasus itu akan terungkap.
"Kita berhasil!" ucap Lucki dengan semangat, sembari mengangkat tangannya ke arah Pengacara Giant. Mereka berdua menyimpan bukti tersebut ke dalam sebuah flashdisk, dan juga Lucki mengirim pesan singkat untuk Kakek Hartawan dan juga Ferdi.
Lucki ataupun Pengacara Giant, bergegas pergi meninggalkan restoran tersebut, tepat di jam 16:30, sore hari.
Sementara itu, di kediaman Adipratama, Ferdi yang sedang berada di ruang tamu, tengah memeriksa kembali berita yang telah menyiarkan berita hilangnya Clara, Ferdi terpaksa menekan berita itu agar pelaku penculikan Clara dapat terungkap.
Tentu saja, atas persetujuan Mariot. Ferdi, sengaja bekerja sama dengan wartawan karena ingin membuat penculik terkecoh. Ferdi, mengirim sebuah pernyataan ke wartawan bahwa Clara telah di temukan, dan saat ini berada di rumah sakit. Ferdi, sengaja berbuat seperti itu, tujuannya adalah untuk mengetahui dimana Clara berada, karena Ferdi telah mengetahui pelaku yang sebenarnya di balik kematian Kakek Rudi.
__ADS_1
"Ferdi, kau di sini?" tanya Firman, pria itu menoleh.
"Emm, kenapa pa?" tanya Ferdi, menutup laptopnya, dan menghampiri Firman.
"Papa mau keluar sebentar, jam 19:10, malam ini. Pengacara Giant, membuat pertemuan dengan kita semua, termasuk Shanaya istrimu," tukas pria ini dan berlalu pergi. Ferdi menaikan ke dua bahu lalu pergi ke kamar, untuk menghubungi Humairah.
Seluruh kota Jakarta di hebohkan dengan berita telah ditemukan anak dari pengusaha sukses Mariot Anthena, dan hal itu mengejutkan semua orang, termasuk pelaku yang telah menculik dan menyekap Clara.
Pelaku dengan langkah terburu-buru pergi untuk memeriksa tempat penyekapan, dari lantai dua Ferdi memperhatikan mobil Firman yang telah melesat pergi meninggalkan kediaman Adipratama.
Dari layar ponsel Ferdi, terdapat sebuah rekaman cctv yang memantau keadaan pelaku yang saat ini sedang pergi untuk melihat keadaan Clara, dan keberadaan Clara saat ini telah di ketahui oleh Ferdi, pria ini tersenyum. Begitu melihat Clara masih di tempat penyekapan pelaku tersenyum sinis.
Namun, pelaku belum bisa memindahkan Clara dari tempat persembunyian, karena saat ini seluruh orang sedang mencari keberadaan Clara.
"Ternyata berita itu hanya untuk membohongi publik," gumam pria itu yang berdiri di depan Clara yang sudah tidak sadarkan diri, wajah pucat dan tubuh yang terlibat tidak bertenaga sama sekali.
Di tempat lain, Ferdi sendiri tertawa begitu keras, sembari mematikan layar ponselnya, dan pergi untuk melihat kotak yang dia ambil di ruang Kakek Rudi, sebelumnya.
__ADS_1
"Dimana kotak itu? kenapa bisa hilang?" gumam Ferdi, yang tidak menemukan kotak tersebut di dalam kamarnya.
Bersambung.....