Kebaikan Ayah Bella

Kebaikan Ayah Bella
Episode 9


__ADS_3

Setelah selesai makan siang mereka memutuskan untuk pulang, karena bella juga sudah tertidur. marsya yang sedari tadi merasa tidak nyaman dengan kehadiran liora merasa sedikit lega setelah david mengantarkan nya pulang. sekarang hanya ada mereka bertiga dan marsya pindah ke kursi depan dengan meninggalkan bella tertidur dibelakang.


Mobil sudah memasuki gerbang rumah, marsya menggendong bela yang tertidur melihat dia sedikit kewalahan david berinisiatif mengambil bella dari gendongan marsya, namun tiba-tiba tangan mereka bersentuhan malah david mengenggam tangan marsya dia kira itu masih bagian dari tubuh bella.


sontak saja jantung marsya bendegup dengan kencang begitupun dengan david, diamerasa aliran darah nya mengalir dengan kencang. cepat-cepat marsya mengalihkan tangan nya dan david bergegas membawa bella kedalam.


"maaf" ucap david singkat, bella hanya menggangguk sambil menunduk.


Beberapa bulan marsya tinggal dirumah keluarga david, marsya merasa dia bukan seperti pengasuh malah seperti saudara sendiri karena buk sonya sangat baik kepadanya begitupun dengan david dia sangat menghargai marsya dirumah itu.


hingga suatu saat liora datang kerumah david untuk menemui ibuk sonya. namun karena ibuk sonya didalam kamar marsya yang membukakan pintu karena bik minah juga pulang kampung ada keluarga nya yang sakit.


"saya mau bertemu dengan majikan kamu, buk sonya" ucap liora ketus.


marsya yang mendengar itu berusaha untuk sabar, dia tidak mau terpancing dengan kata-kata liora.


"sebentar, beliau ada dikamar" silahkan masuk mbak. ucap marsya

__ADS_1


Setelah beberapa lama ibuk sonya menemui liora marsya juga tidak tau apa yang mereka bicarakan, kerena dia langsung masuk ke arah dapur. namun saat liora pemit ke toilet dia menemui marsya dan memperingati marsya untuk jangan pernah coba-coba merayu david. Marsya yang mendengar nya pun terkejut kenapa tiba-tiba liora berbibicara seperti itu.


"asal kamu tau ya gadis kampung, kamu tidak pantas buat david, karena david itu hanya pantas buat aku" kami sebentar lagi akan bertunangan" ucap liora berbohong.


Marsya merasa dihina dan mendengar merekan akan segera tunangan, membuat hari nya sakit sekali dan marsya memilih untuk meninggalkan liora menuju ke kamar. Didalam kamar marsya menangis, disisi lain dia merasa sedih karena sudah dihina oleh liora, dan sisi lain dia merasa sedih karena david akan bertunangan dengan liora.


"kenapa aku merasa sangan sakit hati dan sedih mendengar merekan akan bertunangan?" apakah aku memang sudah mencintai pak david? selama ini memang pak david selalu baik dan perhatian sama aku, memenuhu semua kebutuhan aku tapi ternyata dia baik hanya kerna dia mengganggap aku sudah menyayangi anaknya, tidak lebih dan sebentar lagi dia akan dimiliki orang lain. Hik..hik...hik.. marsya hanya bisa menangis. setelah lelah menangis marsya tertidur dan dikejutkan dengan kepulangan bella dari sekolah.


"tante aku pulang" teriak bella didalam kamar marsya, kebetulan kamarnya tidak dikunci.


"iya sayang, sekarang kita ganti baju dulu ya" aja marsya.


"ya allah, apa aku tega meninggalkan anak ini, aku sudah sangat menyayangi dia, dia sudah saya anggap anak sendiri. tapi kalau aku biarkan perasaan ini aku takut tidak akan sanggup menerima kenyataan kedepannya. batin marsya.


tidak terasa butir-butir airmata jatuh satu persatu, dan dia cepat-cepat menghapusnya agar bella tidak melihat nya.


Malam harinya saat semua sudah tidur, marsya terbangun dia melihat jam 00.15 WIB kerongkongan nya terasa kering dan memutuskan untuk ke dapur mengambil air, namun saat sampai didapur dia mendapati david sedang sibuk mencari sesuatu.

__ADS_1


"pak david"sapa marsya, membuat david terkejut. bapak ngapain malam-malam didapur.


"kamu kenapa belum tidur?" balik bertanya. saya ingin membuat teh namun bingung gula dimana.


"o-owh! saya mau mengambil minum pak., bapak duduk saja dulu biar saya saja yang membuatkan nya. pinta marsya.


mendengar marsya yang akan membuat, david langsung memilih duduk dimeja makan. dengan style yang masih mengenakan jas marsya tau kalau tuan nya baru pulang kerja.


"ini pak teh nya" marsya meletakkan didepan david.


"iya terima kasih, kamu temanin aku minum disini dulu ya," pinta david. mau tidak mau marsya duduk di samping david yang berjarak satu kursi makan.


Marsya berusaha menyembunyikan jantung nya yang berdegup kencang, dia berusaha untuk bersikap santai dan sesekali menatap david.


david pun merasa ada yang aneh, kenapa jantungnya selalu berdebar setiap dekat dengan marsya, namun dia juga merasa nyaman jika bisa dengan nya. apa david juga sudah mulai mencintai marsya?.


 

__ADS_1


 


__ADS_2