
"kenapa setiap dekat kamu aku selalu berdebar marsya? apa aku mulai menyukai kamu? apa aku sudah jatuh cinta sama kamu? batin david yang sambil menatap marsya. marsya yang merasa dipandangi david merasa malu dan grogi.
"ka-kalau begitu saya ke kamar dulu ya pak?" pamit marsya sambil tertunduk malu.
"hmm" angguk david pelan sambil tersenyum kecil.
sampai didalam kamar marsya tidak bisa menutupi perasaannya, dia tersenyum-senyum sendiri. tapi sontak dia langsung mengingat liora tunangan nya david. wajahnya kembali berusah, dia tidak bisa mnyukai orang yang sudah punya orang lain.
"aku tidak bisa begini terus" batin marsya.
hari-hari masrya berlalu dengan memendam perasaan nya, dia menyadari akan derajatnya terlalu jauh kebawah dengan david. hari ini bik minah datang dari kampung otomatis pekerjaan nya diambil alih kembali oleh bik minah. dan ini juga kesempatan nya untuk menjauhi keluarga ini.
subuh hari marsya pergi menemui ibuk sonya, dia melihat ibuk sonya sudah selesai sholat subuh.
"buk sonya, aa-aa-ada yang mau saya biacarakan buk" kata marsya
"kamu mau bicara apa nak?" jawab buk sonya.
"saya mau pamit buk, saya tidak bisa terus-terusan tinggal disini buk". ucap marsya sambil menunduk menahan tangis.
__ADS_1
"kenapa marsya? apa kamu merasa tidak betah disni? kamu kesulitan mengurus bella? atau david kasar kepada kamu?" buk sonya banyak melontarkan pertanyaan dengan terkejut.
"ti-tidak buk, saya sangat senang tinggal disini, malah saya sangat menyayangi bella seperti anak sendiri dan pak david pun sangat baik sama saya" jelas marsya.
"terus kenapa mau pergi dari rumah ini?" tanya buk sonya lagi.
"saya..saya... saya tidak bisa buk, karena saya mulai menyukai pak david buk, saya tidak bisa lama-lama memendamnya seperti ini. mangkanya saya memutuskan untuk pergi dari sini suapaya perasaan ini tidak terlalu dalam buk, dan saya akan mencoba menghilangkan perasaan ini buk" jelas marsya dengan perasaan gugup.
buk sonya hanya diam, dia tidak tau harus mengatakan apa karena dia juga tidak bisa memaksakan marsya untuk tetap tinggal disini jika alasan nya maslah hati dan perasaan.
"tapi kamu mau kemana nak?" kamu kan tidak punya siapa-siapa dijakarta? ucap buk sonya dengan wajah sedih.
"hik..hik..hik..marsya tidak sanggup menahan airmatanya. saya akan pergi jauh dari sini buk, saya akan mencari kerja diluar sana dan mencari kos kosan" marsya tidak sanggup berkata lagi. sebenarnya saya berat buk, tapi saya tidak bisa menahan perasaan saya terhadap pak david, saya juga tahu mbak liora sangat mencintai pak david.
"saya mohon buk, jangan langsung ke bella kalau saya pergi dari sini ya buk, katakan saja kalau saya pulang ke kampung. pinta marsya.
"kamu tenang saja, ibuk akan mencoba bujuk bella" ucap buk sonya.
Marsya menghapus air matanya dan meninggalkan ibuk sonya menuju ke luar. ibuk sonya tidak sanggup menahan tangis nya. dia sudah begitu dekat dengan marsya seperti memiliki anak perempuan.
__ADS_1
Bella bangun tidur langsung menuju kamar marsya, dia tidak melihat marsya berusaha memanggil-manggil marsya. ibuk sonya yang sedari tadi menagis dikamar mencoba mengahpus airmatanya dan menghampiri bella.
"bella sama nenek ya mandinya". ucap buk sonya.
"emang nya tante marsya kemana nek?" tanya bella
"tante marsya tadi dapat telp kalau keluarganya ada yang sakit, jdi dia buru-buru pergi tanpa memberitahu kamu sayang, tapi dia nanti kembali lagi kok" bujuk buk sonya.
"tante beneran balik lagi kan nek?" bella ragu.
"iya sayang, tante marsya sayang sama kamu, dia pasti akan balik lagi kesini, bujuk buk sonya sambil menahan air matanya.
David yang mendengarkan marsya tidak berada dirumah merasa terkejut, dia meminta mamanya menjelaskan apa yang sudah terjadi. Buk sonya langsung menceritakan semuanya termasuk persaaan marsya terghadap nya.
David yang mendengar hal itu merasa sangat bersedih dan merasa sangat rapuh, entah mengapa perasaan nya seperti saat ditinggal mendiang istrinya. David hanya mengurung dirinya dikamar dia merenungi kata-kata mamanya, ternyata perasaan mereka sama, kenapa dia tidak pernah menyadari hal itu? david mengutuk dirinya.
Dikantor david tidak konsentrasi bekerja, dia terus memikirkan marsya sedang apa dia sekarang, apakah dia sekarang bai-baik saja? hanya itu saja yang ada dipikiran david.
"aku tidak bisa seperti ini terus, aku harus mencari marsya dan membawa nya kembali kerumah, aku baru menyadari kalau aku sudah mencintai dia, ****..****..****...".batin david.
__ADS_1