Kebaikan Ayah Bella

Kebaikan Ayah Bella
Episode 31


__ADS_3

Beberapa minggu di kalimantan, david menhgahabiskan waktunya selain bolak balik ke rumah sakit, dia juga membawa marsya jalan-jalan ke tempat wisata yang ada dikalimantan.


Tiba saatnya mereka untuk pulang ke jakarta, david langsung menuju kerumah, di depan pintu mereka sudah disambut oleh ibuk sonya dan bella.


"assalamu'alaikum tante!!!!!!! sapa bella histeris saking rindunya.


"waalaikumsalam sayang tante!!" marsya langsung memeluk erat bella.  setelah itu menyalami ibuk sonya dengan mencium tanganya.


"sayang, kita masuk dulu ya, kasian tantenya baru sampai" ucap david.


Mereka masuk dan berkumpul diruangan tamu sambil melepaskan rasa saling rindu satu sama lain. Hingga tanpa sepengetahuan marsya ibuk sonya manarik david ke kamar nya.


"bagaimana dengan liora? mama takut dia akan menyakiti marsya!" ucap ibuk sonya sambil menutup pintu kamarnya.


"aku sudah menyuruh orang untuk membereskan nya ma, mama tenang saja" dia tidak akan berani mengganggu marsya" ucap david meyakinkan mamanya.


"kamu sudah melakukan apa? apa kamu yakin liora akan mundur semudah itu?" tanya ibuk sonya lagi.


"aku yakin dia tidak akan berani ma! mama tennag saja" jawab david singkat dan pergi meningglkan mamanya untuk bergabung dengan marsya dan bella.


Setelah beberapa lama bercengkrama bersama david menyuruh marsya ke kamar untuk beristirahat.


"sayang, kamu istirahat dulu sana, kamu harus banyak-banyak istirahat" ucap david ke marsya.


"iya mas, sebentar lagi ya, aku masih rindu dengan bella! ucap marsya manja.


tiba-tiba bella menarik marsya untuk berdiri, " ayok tante aku antar ke kamar, tante tidak boleh kecapean, aku akan temani tante tidur dikamar" ucap bella sambil menarik tangan marsya.


"iya.. iya sayang, terima kasih ya udah temani tante" ucap marsya sambil mengelus-elus puncak kepala bella.


Mereka berdua sudah masuk ke dalam kamar, begitu pun dengan david dia menuju ke kamarnya juga untuk istirahat.


Keesokan harinya david sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, setelah sekian lama tidak menginjakkan kaki dikantor david merasa akan banyak persoalan kerjaan yang akan dihadapinya nanti.


sesampai di kantor david dismabut hormat oleh karyawan nya, tak heran juga ada sebagian karyawan wanita yang sangat merindukan bos ganteng mereka. disaat david sedang sibuk bekerja tiba-tiba ada seseorang yang memaksa masuk disaat sekretarisnya sedang keluar sebentar.


"kamu pikir dengan mengancam perusahaan papa, aku akan menjauhi kamu?" liora menerobos masuk dan membuat david kaget.


"kamu wanita tidak ada sopan santun nya, masuk tanpa izin!" david marah.


"asal kamu tau, apapun cara kamu untuk membuat aku  menjauhi kamu itu tidak akan pernah berhasil, sekalipun itu membuat perusahaan papa ku kehilangan banyak inverstor!" ucap liora. aku tidak peduli dengan keluarga ku jadi semua yang kamu lakukan itu percuma! liora tersenyum sinis kepada david.


"Dasar perempuan gila!!! yang jelas aku juga tidak akan pernah mau menikah dengan kamu, karena aku akan segera menikah dengan marsya". ucap david menatap tajam liora.


"apa kamu bilang? ternyata perempuan itu masih ada dalam kehidupan kamu?" tanya liora sinis.


"Kamu tidak akan bisa memisahkan kami, dan jangan pernah coba-coba untuk menyakitinya lagi! ngerti kamu?!!!!! david mengancam liora.


"kita liat saja nanti, kamu akan menyesal dengan ucapan kamu" liora pergi meninggalkan david.

__ADS_1


Pikiran david kini mulai terganggu dengan perkataan liora yang terakhir, dia tau liora orang yang nekat dan akan melakukan apa saja untuk memuaskan hati nya.


David memutuskan untuk pulang kerumah dengan keadaan marah dan kuatir dengan keselamatan marsya.


"kenapa kamu jam segini sudah pulang dav?" tanya ibuk sonya.


"sebenarnya pekerjaan ku sangat menumpuk ma, cuma tadi liora ke kantor ku dan mencoba balik mengancam ku, mama kan tau dia orang nekat dan sangat gila karena obsesinya terhadap aku" ucap david yang duduk di sofa sambil meremas rambutnya.


"itu yang mama takutkan, mama tidak mau marsya kembali meninggalkan rumah ini karena ancaman liora" saut buk sonya tertunduk.


"aku akan menjaga marsya ma, tidak akan ada yang bisa memisahkan aku dengan dia, aku akan mempercepat rencana pernikahan ku ma, kalau bisa dalam minggu ini juga!" sucap david tegas.


"iya sayang, kamu harus segera halalin marsya, agar kamu bisa selalu disamping nya" jawab ibuk sonya.


"dimana marsya ma? tanya david masih dengan wajah kusut.


"dia sedang dikamar istirahat, tadi dia baru selesai minum obat bisa saja dia sedang tertidur" jelas ibuk sonya.


"ok lah ma, aku mau kekamar dulu, kepala ku sangat pusing!" ucap david berlalu meninggalkan mamanya.


Keesokan harinya david mengajak marsya kesebuah butik langganan keluarga mereka untuk persiapan pernikahannya minggu depan, marsya sangat kaget melihat baju-baju yang sangat mewah dan harga yang sangat mahal, marsya baru pertama kali ini masuk ke sebuah butik.


Marsya mencoba satu persatu baju yang sudah dipilihkan untuknya, hampir semua baju yang dicoba cocok dengan badannya, sehingga dia juga bingung harus memilih yang mana.


"sayang kamu suka yang mana?" tanya david.


"aku bingung mas, semuanya bagus-bagus, terserah mas saja ya" ucap marsya dengan kening berkerut.


Setelah selesai mencari gaun pengantin, david dan marsya menuju ke sebuah mall untuk mencari cincin pengantin, mereka masuk kesebuah toko perhiasan paling besar dimall itu, marsya kembali kaget melihat banyak perhiasan terpampang disana. setelah mencoba beberapa cincin yang disukai marsya.


"ini bagus sekali mbak, ucap marsya kepada penjualnya sambil memasang ke jari manisnya, "berapa harga yang ini mbak?" tanya marsya lagi dengan santai.


"oh yang ini hanya 600juta saja" ucap penjual tersenyum ramah.


"HAHHH!!!!! hanya 600juta saja??!!?? ucap marsya kaget sambil pelan-pelan melepas cincin yang sudah di coba nya, dia merasa ingin pingsan saja mendengar harga cincin itu.


marsya melirik kearah david yang sibuk dengan handphone nya, marsya meminta karyawan nya untuk mencarikan harga cincin yang paling murah saja, namun tiba-tiba david menghampirinya.


"gimana sayang, kamu sudah menemukan cincin yang kamu suka?" tanya david.


"sudah mas, tapi harga nya terlalu mahal, jadi aku minta cariin sama mbak nya cincin yang paling murah saja" ucap marsya malu.


David hanya geleng-gelang kepala sambil tersenyum melihat tingkah calon istrinya itu.


"Mbak, coba bawa kesini cincin yang calon istri saya suka tadi, dan langsung di bungkus ya?" ucap david tiba-tiba kepada si mbak nya.


"Mas.. jangan mas, itu sangat mahal.. aku tidak terbiasa memakai nya, lagian sayang sama uang nya, kita masih banyak pengeluaran yang lain" ucap marsya tertunduk.


"tenang saja sayang, aku sudah mempersiapkan semuanya, lagian kan perhiasan ini bisa jadi tabungan kita" ucap david memegang pundak marsya tersenyum.

__ADS_1


Marsya hanya pasrah saja, dia sebenarnya tahu sebenarnya jangan kan cincin jika pesawat pun marsya minta david bisa membeli nya.


Setelah selesai mencari cincin david dan marsya mancari makan siang direstorant dalam mall, namun saat sedang manyantap makanan, tiba-tiba seseorang menghampiri mereka.


"hai david, kamu disini rupanya" liora menyapa dengan nada sedikit sensual dengan menyentuh bahu david. marsya yang melihat sedikit cemburu dan mencoba menahan amarah nya memutuskan untuk memaksakan tetap menyantap makanan nya.


"lepaskan!! ngapain kamu disini?" tanya david.


"ya mau makan lah sayang" ucap liora sambil melirik marsya. "kamu datang dengan wanita kampung ini? pasti dia baru pertama kali makan makanan mewah mangkanya dia seperti orang kelaparan" lanjut liora dengan senyum sinis nya.


Marsya tiba-tiba menghentikan makan nya mendengar kata-kata liora, dia tidak bisa menahan nya lagi, hingga airmatanya pun terjatuh.


"Liora!!! jaga kata-kata kamu, dia itu calon istri aku, calon nyonya wiraguna, jadi kamu jangan coba-coba menghina dia" ucap david dengan nada emosi sambil berdiri menarik marsya keluar dari restoran itu.


liora sangat marah, dia tidak terima dan berniat akan membalas perbuatan david tadi, hingga liora pergi meninggalkan restorant itu.


David memutuskan untuk membawa pulang marsya, di dalam perjalanan menuju rumah marsya masih saja menangis.


"kamu tidak apa-apa? aku tidak bisa melihat kamu menangis" ucap david.


"liora sudah keterlaluan mas, hati aku sakit dengan perkataan dia tadi, aku malu sama kamu mas" ucap marsya tertunduk.


"kamu tenang saja, dia tidak akan lagi berani menghina kamu setelah kita menikah, 1 minggu lagi sayang!, sekarang kamu jangan mennagis lagi ya,aku sangat mencintai kamu, dan menerima kamu apa adanya, nanti kalau bella lihat mata kamu merah, dia bisa nanya macam-macam" ucap david memegang puncak kepala marsya sambil menyetir.


Marsya berusaha menghapus airmata nya dan tersenyum, dia sangat senang dengan ucapan david barusan, david memang pria yang baik.


Setelah beberapa menit mereka pun sampai dirumah, marsya langsung menemui bella yang berada dikamar.


"hai sayang, kamu lagi ngapain dikamar?" tanya marsya.


"lagi main aja tante" jawab bella tersenyum.


"maaf ya tante sama ayah gak ajak kamu" ucap david menyusul masuk ke kamar bella.


"iya ayah, bella tidak marah tapi ayah beliin mainan kan buat bella? tanya bella sambil memeluk david.


"iya sayang, tadi ayah bellin kamu ini" david mengeluarkan boneka tedyy pink.


"terima kasih ayah!!!! bella suka sekali" ucap bella tertawa senang.


"ayah ada kabar baik buat kamu" ucap david sambil memeluk bella.


"kabar baik apa ayah?" tanya bella lagi.


"sebentar lagi kamu mau punya ibu, ayah sama tante marsya akan menikah minggu depan" ucap david.


"Asiiiikkkkk!!! berarti nanti bella panggil tante marsya ibu ya ayah??!" bella meloncat memeluk marsya.


David dan bella tertawa bahagia melihat bella se senang itu dan mereka saling berpelukan.

__ADS_1


 


 


__ADS_2