Kebaikan Ayah Bella

Kebaikan Ayah Bella
Episode 19


__ADS_3

sudah hampir sore namun marsya tidak kunjung terlihat kerumah sakit, membuat david merasa semakin yakin ada yang disembunyikan dari dirinya. dan dia juga melihat wajah mamanya yang terlihat ada raut kesedihan, dan bella juga terlihat sangat sedih walaupun dia sudah mulai membaik. sesaat david merenung tiba-tiba liora datang membesuk.


"ngapain kamu kesini?" tanya david.


"aku kan mau besuk kamu sayang, ucap liora sambil memegang lengan david.


david berusaha melepaskan genggaman itu, dia tidak mau nanti marsya salah pengertian. dipikirannya david saat ini hanya marsya yang tak kunjung dilihatnya.


"liora, kamu ngapain disini?" tanya ibuk sonya yang muncul dari arah pintu dengan ketus.


"ma, apa marsya sudah disini?" tanya david ke buk sonya.


ibuk sonya hanya terdiam, dia bingung harus alasan apa lagi david belum saat nya tau apa yang sudah terjadi.


"haaaaaaah!!" kamu masih menanyakan perempuan kampung itu? hahaahahhahahaha david..david.. david.. ucap liora tertawa senang.

__ADS_1


"maksud kamu apa liora?" tanya david mulai penasaran.


"oke, kalau tidak ada yang mau memberi tahu kamu, biar aku kasih tau ya kalau calon istri kamu yang kampungan itu sudah meninggalkan kamu, jelas liora mendekat ketelinga david dengan lembut tapi menyakitkan.


"tidak..itu tidak mungkin... apa yang sudah kamu lakukan ha???!!! david mulai marah.


"apa yang aku lakukan?!" hahaha, harusnya kamu berterima kasih sama aku, kerena berkat aku kamu masih bisa hidup, darah aku sedang mengalir didalam tubuh kamu. jelas liora memebuat david merasa belum paham.  "kita sudah membuat kesepakatan, kalau aku akan mendonorkan darah aku dengan syarat perempuan kampung itu menjauh dari kamu dan membatalkan pernikahan nya sama kamu", dan dia menyanggupi nya, jadi sekarang kamu itu hanya milik aku david. liora tersenyum puas.


Ibuk sinya tidak sanggup berkata apa-apa memang kenyataan nya seperti itu. marsya memang rela berkorbaan untuk david.


"Aku tidak sudi darah ini mengalir didalam diri aku, lebih baik aku mati dari pada harus menerima darah dari perempuan tidak ada hati seperti kamu". ucap david emosi, namun dia belum bisa banyak bergerak dengan kondisi masih lemas.


"kamu dimana sekarang marsya? kenapa kamu melakukan ini? aku dan bella tidak sanggup hidup tanpa kamu!! batin david dan akhirnya airmata pun jatuh ke pipinya."


Marsya POV.

__ADS_1


"Mas david!!! hik..hik..hik..marsya terisak-isak, "bagaimana keadaan kamu mas?" aku kangen sama kamu dan bella" Marsya hanya bisa menangis.


Marsya pergi dari rumah david langsung menuju ke kalimantan, baginya itu daerah yang cukup jauh untuk pergi dari hidup david, ini dia lakukan demi david agar dia tetap hidup untuk bella dan ibuk sonya. dikalimantan marsya menyewa rumah dari uang yang dia dapatkan dari uang bulanan yang dikirim oleh david kepadanya. david orang yang sangat baik sama semua orang yang ada dirumah itu, dia tidak segan untuk memberikan tambahan bonus untuk para pekerjanya, dia adalah ayah dan sekaligus majikan yang baik.


Marsya membuka sebuah usaha toko kue karena hanya itu yang bisa dia lakukan untung melanjutkan hidupnya. hari-hari marsya lalui dengan berjualan kue kadang dia bisa tiba-tiba menangis ketika mengingat david dan bella, tapi dia berusaha untuk menahannya.


Rumah david.


Hari ini david sudah diperbolehkan pulang, mukanya selalu murung dia terus saja memikirkan marsya, dimana sekarang gadis itu? apakah dia baik-baik saja? david sangat kuatir karena marsya sudah sebatangkara dia sudah tidak punya orangtua dan saudara.


"kamu sekarang makan ya sayang?" bujuk david untuk makan, arena dari tadi makanan yang sudah disipkan bik minah tidak disentuhnya.


"aku tidak selera makan ma, masih kepikiran marsya" apa dia baik-baik saja diluar sana ma?" ucap david.


"kalau kamu tidak makan bagaimana bisa minum obat, kamu tidak pulih?" kalau kamu sembuh kan bisa cari marsya" bujuk ibuk sonya dan akhirnya david mau membuka mulutnya. ibuk sonya mencoba untuk tabah padahal dalam hatinya dia sangat sedih sekali, dia sudah menganggap marsya seperti anaknya sendiri.

__ADS_1


 


 


__ADS_2