Kebaikan Ayah Bella

Kebaikan Ayah Bella
Episode 25


__ADS_3

"Dokter, bagaimana keadaan nya?" tanya rayhan penasaran dengan jawaban dokter, dia berharap ada perkembangan.


"Keadaannya semakin memeburuk, kalau begini terus saya takut pasien tidak akan bisa bertahan, kita berdoa saja kepada Allah" terang dokter.


"Astaghfirullah, marsya kamu harus kuat sya, aku tau kamu bisa. ucap rayhan dengan deraian air mata.


"aku tidak bisa terus-terusan menyembunyikan marsya dari david, jika memang dia tidak bisa bertahan setidaknya david bisa melihat marsya untuk yang terakhir kalinya, aku tidak mau dengan perbuatan ku ini aku akan menyesal seumur hidup. batin rayhan sambil menatap marsya dengan linangan airmatanya.


Rayhan keluar dari ruangan marsya, dia mengambil handphone yang ada disakunya, dia mencari nama david.


"tuuut..tuuut...tuuut.." rayhan menelpon david.


Hallo bro, ada apa menelpon? kamu kemana saja? aku kemaren kekantormu tapi tidak ada" tanya david.


"Dav, kamu bisa ke kalimantan hari ini juga?" tanya rayhan dengan nada yang sedikit menahan airmatanya.


"ada apa ray? apa ada proyek yang bermasalah?" tanya david.


"kamu pokoknya kesini dulu dav, nanti aku akan menjelaskannya sama kamu, aku tunggu kamu dav?" ucap rayhan dan langsung mematikan telpon nya.


David merasa bingung, sebenarnya ada apa dengan rayhan? kenapa harus jauh-jauh ke kalimantan, david langsung bersiap-siap dan pamit kepada mamanya, kalau ada urusan keluar kota.


setelah sampai dikalimantan rayhan menjemput david dibandara, disepanjang jalan rayhan hanya diam.


"sekarang kamu jelaskan kepadaku kenapa kamu meminta aku kesini? tanya david.


Rayhan hanya diam menahan airmata nya, dia tidak sanggup untuk bicara.


"sebenarnya kamu kenapa ray? apa kamu baik-baik saja? wajah kamu seperti orang yang habis menangis lama?" tanya david dengan wajah yanga mulai kelihatan cemas.


David melihat arah jalan dan memasuki gerbang dan melihat gedung bertuliskan RS. HARAPAN KITA. david bertambah bingung kenapa tujuannya kerumah sakit.

__ADS_1


"ray, siapa yang sakit?" tanya david. kenapa dari tadi kamu diam saja ray? aku semakin bingung sekarang.


"kamu ikuti saja aku dav, nanti juga kamu bakal tau" jawab rayhan singkat dan sedikit memalingkan wajah nya agar david tidak melihat airmatanya keluar.


Setelah mereka turun dari mobil, david hanya mengikuti rayhan dari belakang dia mulai memasuki lorong-lorong rumah sakit hingga akhirnya tiba didepan ruangan yang bertulis ICU. david semakin bingung, namun dia hanya bisa menuruti perintah rayhan yang menyuruhnya memakai baju khusus itu, kalau ditanyapun percuma, ray pasti tidak akan menjawabnya.


Setelah david selesai mengenakan baju hijau dan mencuci tanganya, dia melangkah kedalam dia melihat kaki dan terus masuk dia melihat seorang wanita tertidur dan dia memperhatikan wajah wanita itu tak asing baginya, dan tenyata dia marsya calon istrinya. David tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, kakinya terasa lemas, dia menahan badannya disudut tempat tidur, dan air mata nya pun pecah meratapi orang yang selama ini dia cari tapi bertemu dengan keadaan seperti ini.


"Marsya....!! Marsya...!! bangun sayang, ini aku david, marsya!!! kamu dengar aku kan? bangun sayang.. ada apa dengan kamu? kenapa kamu bisa seperti ini? hik..hik...hikkk...  david menangis histeris sambil memeluk tubuh marsya yang tertidur.


David berusaha membangunkan marsya tapi alhasil dia tetap saja tidak merespon, david hanya bisa menangis, dia tidak menyangka pertemuannya akan seperti ini. setelah lama david memeluk marsya, dan dia memutuskan untuk keluar.


"aku keluar sebentar ya sayang, kamu jangan takut lagi aku tidak kaan meninggalkan kamu lagi" ucap david dengan mengelus pipi marsya dan berlalu pergi menemui rayhan untuk meminta penjelasan yang semua sudah terjadi.


"Dav, aku akan menjelaskannya sama kamu" ucap rayhan sesaat david keluar dari ruangan marsya.


"aku akan mendengarkan penjelasan kamu" ucap david yang langsung duduk dikursi depan ruangan marsya.


"aku minta maaf dav, sebenarnya waktu aku ke kalimantan beberapa bulan lalu aku sudah bertemu dengan marsya, aku sudah membujuk dia untuk balik ke jakarta namun dia menolaknya, dia juga melarang aku untuk memberitahu kamu. tapi dengan keadaannya yang sepeti ini aku tidak mau menyesal seumur hidup dav". terang rayhan.


"maksud kamu ray?" tanya david tidak mengerti maksud kata-kata ray.


"Dokter bilang keadaannya semakin memburuk, dan dia mungkin tidak akan bertahan lama, jadi mangkanya aku rela melanggar janji aku kepada marsya untuk memberitahu kamu kalau aku sudah menemukan dia dav" ucap rayhan tertunduk sambil menangis.


"aku tau kamu sangat mencintai marsya, jadi aku memutuskan untuk mempertemukan kalian" sambil rayhan lagi.


kali ini david begitu terlihat cengeng, dia tidak henti menangis, dan menyalahkan diri nya sendiri yang tidak bisa menjaga calon istrinya dengan baik.


David memutuskan untuk ke mushola, setelah sholat david berdoa kepada Allah agar memberikan kesembuhan kepada marsya.


setelah selesai sholat, david menju keruangan marsya lagi, saat david menundukkan kepalanya ditangan marsya tiba-tiba jari tangan itu bergerak pelan, david yang menyadari hal itu langsung melepon dokter dengan telpon emergency yang ada di dalam ruangan itu. tak lama dokter datang dan memeriksa marsya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya david cemas.


"Alhamdulilllah, pasien sudah sadar dari komanya, untuk sekarang keadaan nya masih belum stabil, kita tunggu perkembangan nya lagi besok". ucap dokter dengan meberikan senyuman.


"alhamdulillah sayang, aku yakin kamu pasti bisa melewatinya, aku tidak akan meninggalkan kamu, aku selalu ada disini menunggu kamu sayang, jadi kamu harus cepat buka mata kamu ya?" ucap david yang terus menggenggam  tangan marsya sesekali menciumnya.


David tiba-tiba teringat mamanya dan bella, dari semnejak dia pergi sampai sekaranag dia belum memberikan kabar kepada mereka. pasti ibuk sonya dan bella merasa kuatir karena tidak ada kabar dari david. david segera mengambil hp nya dan mencari kontak mamanya.


"tuuuuttt...tuuuttt... david menelpon ibuk sonya.


"Hallo david, kamu diaman nak? kok baru sekarang ngasih kabar ke mama? mama juga  nelpon tidak kamu angkat?" begitu banyak pertanyaan di lontarkan ibuk sonya.


"maaf ma, aku sudah buat mama kuatir, aku baik-baik saja ma. jawab david dengan suara nya yang parau menahan tangis.


"kamu kenapa nak? kenapa suara kamu berbeda?" tanya ibuk sonya cemas.


akhirnya tangis david pecah, dia tidak bisa menyembunyikan kesedihanya kepada mamanya.


"Marsya ma...!!! huhuhuhuhuhu david menangis.


"kenapa dengan marsya nak? kamu sudah menemukan dia? tanya ibuk sonya dengan perasaan yang tidak enak.


"Marsya... Marsya koma ma hik..hik..hik di kalim..hik..hik..hik..mantan ma!! huhuhuhu dia jadi korban perampokan ma" david tidak bisa menahan airmatanya.


"astaghfirullah, sekarang bagaimana keadaan marsya nak?" ibuk sonya terduduk di sofa, kakinya sangat lemas.


"dia masih belum sadar ma, cuma tadi tangan nya sedikit bergerak, tapi sampai sekarang dia belum bangun-bangun ma" david takut marsya kenapa-kenapa" ucap david menangis.


"mama sama bella akan langsung kesana sayang, kamu jangan pernah berhenti berdoa sama Allah, kamu yang sabar ya sayang?" ibuk sonya mencoba menenangkan david walupun dia sendiri sangat sedih dan tidak dapat menahan airmata nya. tidak lama setelah ibuk sonya menutup telpon bella sudah ada didepan pintu rumah, dia masih begitu tidak semangat seperti dulu sebelum marsya meninggalkannya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2