Kebaikan Ayah Bella

Kebaikan Ayah Bella
Episode 34


__ADS_3

"tidak sayang, aku mau temani kamu disini" ucap david mengelus pipi marsya.


"kan ada bik minah dan mama, kamu ke kantor saja, lagian kemarin juga kamu tidak ke kantor" ucap marsya memandang wajah tampan david.


"tidak apa-apa sayng, aku bisa kerja dari rumah" ucap david.


marsya hanya tersenyum mendengar jawaban david, dia sangat bersyukur mendapatkan seseorang yang sangat perhatian dan penyayang seperti david, memang dulu dia sempat merasa tidak mungkin bisa menjadi istri david, karena melihat dari latar belakang marsya yang jauh dari kata sempurna, memang benar Jodoh, maut dan rezeki itu hanya Allah yang tau.


David memutuskan untuk pergi keruangan kerja nya setelah melihat marsya yang tertidur lelap, dia membuka laptop nya dan memulai pekerjaan nya. Sedang serius memeriksa laporan yang masuk, tiba-tiba david mendengar suara orang muntah-muntah, dia langsung lari ke kamar marsya dengan segera untuk mengecek keadaan istrinya.


"kamu baik-baik saja sayang?" ucap david menggosok tengkuk marsya.


"Mas.. perut aku mual sekali, semua makanan yang masuk keluar lagi" ucap marsya dengan wajah lesu.


"apa masih mau muntah sayang?" tanya david, dia berusaha menenagkan marsya dengan menggosok tengkuk nya, david terlihat sedikit tenang karena ini bukan pertama kali untuk nya.


"sudah agak mendingan mas, aku ingin ke kasur, kepala ku sangat pusing" ucap marsya berjalan di tuntun oleh david.


"sabar ya sayang, ini biasa buat ibu hamil" ucap david.


"apa akan sampai sembilan bulan akan terus begini mas?" ucap marsya sedih.


"tidak sayang, kamu harus bersabar setelah usia 4-5 bulan" ucap david tersenyum.


"apa dulu ibu nya bella seperti ini juga mas?" ucap marsya.


"iya sayang, malah lebih parah, ibu nya bella tidak mau dekat-dekat mas, dia akan terus muntah jika melihat mas, katanya bau badan mas yang bikin dia muntah" terang david.


"hah!!!! separah itu???" marsya kaget," untung aku tidak seperti itu ya mas??" ucap marsya lagi.


David hanya tertawa melihat ekspresi marsya, dia mencoba mengoleskan minyak kayu putih ke leher dan perut marsya, untuk mengurangi rasa mual nya.


setelah beberapa lama mereka tiduran diranjang, marsya tiba-tiba ingin makan nasi goreng yang ada di simpang jalan kompleks rumah mereka.


"mas.. aku mau makan nasi goreng" ucap marsya.

__ADS_1


"oke,kamu tunggu disini, mas suruh bik minah buatkan!?" ucap david berdiri, dan marsya menarik tangan david.


"aku tidak mau bik minah yang buat, aku mau yang ada disimpang jalan komplek rumah kita mas" rengek marsya.


"kamu yakin syanag mau makan nasi goreng itu?" ucap david heran.


"hmmmm" ucap marsya mengangguk.


"baiklah, mas akan pergi sekarang" ucap david mengambil kunci mobil nya.


Marsya sangat menikmati nasi goreng yang sudah dibeli oleh david, namun setelah beberapa menit memakan nasi tersebut, marsya kembali mual-mual, marsya buru-buru lari ke toilet.


"uweeek..uweeekkkk..uuwwweeeeeeeeekkk..week..wekk" marsya memuntahkan semua makanan yang masuk.


"sayang.. kamu istirahat ya, nanti bik minah bawakan kamu buah dan susu" ucap david menyusul marsya ke toilet.


"aku tidak kuat mas, sampai kapan seperti ini?" ucap marsya lemas di pelukan david sambil meneteskan airmata.


"sabar ya sayang, kamu harus tetap kuat demi anak kita, sekarang kita ke kamar saja ya?" ucap david menggendong marsya.


sessampai dikamar marsya tertidur, david menatap wajah istri nya yang sangat lemas akibat memuntahkan isi perut nya, david tersenyum sambil mengelus pipi mulus istri nya.


Marsya melewati masa-masa kehamilan nya dengan bahagia, tidak terasa kandungan nya memasuki usia 5 bulan, rasa mual dan pusing sudah tidak dia rasakan lagi, marsya memutuskan untuk memberikan perhatian ekstra kepada bella, dia tidak mau bella nanti merasa kasih sayang nya berkurang.


"Mas, aku boleh mengantar bella ke sekolah? tanya marsya ke david.


"iya, tapi kamu harus hati-hati, jangan terlalu capek ya sayang?" ucap david.


"siap bosss!!!" ucap marsya sambil mengangkat tangan nya seperti orang hormat bendera.


Marsya turun bawah menuju ke meja makan, dia melihat bella sudah menyantap sarapan nya, marsya mencium puncak kepala bella dan mencium pipi nya bella.


"sayang, hari ini ibu akan ikut mengantarkan kamu ke sekolah" ucap marsya girang.


"hah?!! beneran ibu?? aku senang sekali" ucap bella memeluk marsya.

__ADS_1


"sekarang kita berangkat ya?assalamualaikum" ucap marsya membawa tas bella dan mencium tangan david.


"ayah, aku pergi ya? assalamualaikum" ucap bella sambil salam mencium tangan david.


"waalaikumsalam sayang, kamu yang rajin sekolah nya" ucap david mencium bella.


"sayang, kamu hati-hati ya, jangan sampai kelelahan" ucap david sambil mencium perut marsya.


Marsya dan bella menuju ke sekolah, david pun berangkat ke kantor.


Diseberang sana ada seseorang yang sedang memperhatikan mobil yang di naiki oleh bella dan marsya, dan berusaha mengikuti mobil itu.


"halo nona, wanita itu sedang mengantar anaknya ke sekolah" ucap pengintai.


"kamu ikuti mereka, dan sampai kalian ketahuan" ucap seseorang diseberang telpon.


"baik nona" jawab pengintai dan mengikuti mobil marsya.


Setelah sampai di sekolah, marsya melepas bella dengan ciuman seperti biasa lalu balik kerumah, namun di tengah perjalanan mang dadang merasakan sesuatu namun dia enggan mengatakan kepada marsya, dia hanya terus melirik ke spion nya berkali-kali.


Sesampai dirumah marsya memutuskan untuk beristirahat sejenak, dia harus mengingat pesan suami nya, dia membaca majalah di ruang tamu, namun tiba-tiba perasaan nya tidak enak dia berusaha membawa tidur, mungkin ini hanya pusing karena bawaan bayi.


"nona, kami akan melaksanakan tugas kami sekarang, saat wanita itu menjemput anaknya semua akan berjalan sesuai rencana" ucap pengintai.


"bagus!! pastikan semua berjalan dengan baik" ucap seseorang diseberang telpon.


pengintai meninggalkan rumah marsya, setelah memastikan semua rencana mereka sudah dijalankan.


Marsya bersiap menjemput bella, namun tiba-tiba kepala nya semakin pusing, dia benar-benar tidak sanggup untuk ikut menjemput bella.


"mang dadang, seperti nya saya tidak bisa ikut menjemput bella, nanti bik minah akan ikut bersama mang dadang untuk membeli somay dekat sekolah" ucap marsya kepada mang dadang.


 


Mohon vote dan like nya ya supaya saya lebih semangat nulis nya:) terima kasih.

__ADS_1


 


 


__ADS_2