Kebaikan Ayah Bella

Kebaikan Ayah Bella
Episode 35


__ADS_3

"mang dadang, seperti nya saya tidak bisa ikut menjemput bella, nanti bik minah akan ikut bersama mang dadang untuk membeli somay dekat sekolah" ucap marsya kepada mang dadang.


"baik buk"ucap mang dadang sedikit menunduk.


Bik minah dan mang dadang pergi menuju kesekolah, sesampai disekolah bik minah pergi untuk membeli somay dan mang dadang menunggu bella di dalam mobil, setelah beberapa menit bella keluar dan langsung masuk ke dalam mobil.


"loh, ibu kemana mang? kok tidak ikut?tumben bik minah ikut?" tanya bella melihat hanya bik minah yang dia lihat.


"ibuk lagi tidak enak badan non, bik minah disuruh ibuk beli somay disimpang sekolah non" jawab bik minah.


"owh, ya udah kita langsung pulang ya mang, aku kuatir sama ibu dirumah" ucap bella.


"ok non" ucap mang dadang tersenyum.


saat dalam perjalanan, mang dadang merasa mobil yang dikendarai nya semakin tidak nyaman, dari rumah menuju ke sekolah tadi memang sudah tidak beres, tapi mang dadang masih bisa mengendalikannya, tapi ini semakin tidak bisa dikendalikan, mang dadang tidak bisa menurunkan kecepatan mobil nya, rem nya tidak berfungsi saat di injak berkali-kali, mang dadang berusaha tetap tenang, namun bella dan bik minah merasa ketakutan, bella berusaha memeluk bik minah dengan erat.

__ADS_1


"mang, bik, aku takuuuuuttt!!!!??? ucap bella mennagis sambil memeluk bik minah.


"ti-tidak ap-appa-apa nooon, kita berdo'a saja semoga tidak terjadi apa-apa" ucap bik minah ketakutan.


"Mobil ki-kita ken-napa mang???!!!" tanya bik minah.


"saya juga tidak tau bik, sepertinya rem mobil ini blong" mang dadang terus mengendalikan sambil memencet klakson agar orang bisa memberikan mereka jalan.


namun tiba-tiba BRAAAAKKKKKKK!!!!!!!!!!! mobil menabrak pohon besar dipinggir jalan raya, Bella, bik minah, dan mang dadang tidak sadarkan diri, hingga seseorang yang melihat kejadian menelpon rumah sakit.


Marsya semakin gelisah, perasaan nya makin tidak enak, tapi dia tetap berusaha untuk tenang, dia mencoba untuk membawa tidur namun mata marsya tidak bisa terpejam, marsya memutuskan untuk menghidupkan televisi agar pikiran nya bisa tenang.


"hallo, iya ada apa?? jawab david.


"Hallo pak, saya cuma mau memberikan informasi bahwa mobil yang menjemput anak bapak mengalami kecelakaan dan mereka semua luka parah dan tidak sadarkan diri, sebaiknya bapak cepat kemari" ucap penelpon dari rumah sakit.

__ADS_1


"APAAA?!!!!!!! B-ba-ba-baik saya akan segera kesana! ucap david langsung berlari menuju parkiran.


"Ya Allah, semoga anak, calon anak dan istri hamba tidak kenapa-napa, selamatkan lah mereka Ya Allah!!!!!!!!" david menangis sambil menyetir mobilnya dengan cepat, david belum mengetahui jika marsya tidak ikut bersama bella, dan pihak rumah sakit tidak menjelaskan siapa-siapa saja yang berada didalam mobil tersebut.


Sesampai dirumah sakit david langsung menuju keruangan dimana mereka dirawat, david melihat hanya bella dan bik minah yang disana, david tidak menemukan mang dadang dan marsya.


"astaghfirullah!!!!!!BELLA!!!!!! Kenapa bisa begini nak???" david histeris sambil menangis melihat tubuh anaknya terbaring tidak sadarkan diri


"dimana istri dan supir saya dokter?" ucap david dengan menangis.


"Mohon maaf pak, supir anda tidak bisa kami selamatkan, lukanya cukup parah, jadi dia meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit" ucap dokter tertunduk sedih.


"Astagfirullah.. innalillahi wa innailaihi roji'un..., lalu istri saya dokter??? ucap david sambil berpikir sesuatu yang tidak-tidak terhadap istrinya.


"Kami tidak menemukan istri bapak dilokasi kecelakaan, karena hanya ada mereka didalam mobil tersebut" ucap dokter.

__ADS_1


 


 


__ADS_2