
satu jam tiga puluh menit menempuh perjalanan dan akhirnya sampai dikota jakarta, mang dadang sudah menunggu mereka dibandara, karena david sudah menghubungi mang dadang sebelumnya.
Marsya dna david sudah masuk kedalam mobil, mereka berdua mengambil posisi duduk dibelakang, suasana hening didalam mobil tiba-tiba marsya membuka pembicaraan. "Mas, aku sudah tidak sabar bertemu bella, dia sudah pulang sekolah belum ya mas?" tanya marsya.
"sebentar lagi kamu akan bertemu dengan bella sayang" ucap david melirik hp nya sambil melirik ke marsya dengan senyuman lembutnya.
"gimana kalau kita langsung kesekolah bella mas, kita jemput sekalian kasih kejutan ke bella" usul marsya.
"sepertinya kamu memang sudah tidak sabaran ya" ucap david.
"yaudah mang, kita ke sekolah bella ya" perintah david ke mang dadang.
"baik tuan" jawab mang dadang.
sesampai disekolah bella, anak-anak belum keluar marsya dan david menunggu didalam mobil karena jam pulang sebentar lagi. akhirnya beberapa menit kemudian bella keluar dari kelas nya dan berlari menuju mobil, pas membuka pintu belakang betapa kagetnya bella melihat sosok wanita yang selama ini dia rindukan.
"tante marsya!!!!!" bella memeluk erat marsya, dan begitu juga dengan marsya ternyata airmata mengalir begitu saja saking kangen nya dengan bella.
"Tante!! kenapa kok tidak pernah telp aku lagi? aku padahal nunggu-nunggu VC tante dikamar bik minah" bella memajukan mulut nya.
David kaget dengan kata-kata bella, tenyata selama ini masih berkomunikasi tanpa sepengetahuan david.
"jadi kalian masih berkomunikasi sayang?" tanya david ke bella.
Bella yang merasa keceplosan ;angsung menutup mulutnya, dia saking senangnya lupa pesan marsya. "hehehehehe" iya ayah" bella cuma bisa nyengir melihat marsya yang tersenyum.
"pantasan kamu tidak pernah menangis meminta tante marsya kembali, hmmmm kalian bersengkongkol ya" david menggelitik bella. "haaaaa aku ingat, ternyata kamu senyum-senyum di kafe pas kita makan siang saat aku cerita tentang bella. ucap david lagi.
"iya mas, aku telpon bik minah, karena aku tidak bisa menahan rasa rindu dengan bella, dan aku juga sangan cemas dengan bella" jawab marsya.
__ADS_1
"liat saja, aku akan membuat perhitungan dengan bik minah" ancam david karena sudah membiarkan selalam ini seperti orang gila mencari marsya.
"kamu mau ngapain sama bik minah? itu juga instruksi aku mas, awas aja kalau kamu pecat bik minah, aku kabur lagi ni" ancam marsya balik
"iya..iya deh nyonya david" david mulai pasrah.
sesampai dirumah bella berlari kedalam rumah sambil mencari neneknya, dan marsya dan david hanya bisa geleng-geleng melihat bella yang sangat terlihat girang.
"neneeeeeekkkkk!!! bella pulang nek" teriak bella.
"iya sayang, kenapa teriak-teriak gitu?" tanya ibuk sonya.
"nek, liat siapa yang datang?" tanya bella lagi.
Ibuk sonya berusaha melihat kearah pintu dan dia melihat marsya dan david jalan beriringan, ibuk sonya melihatnya senang tapi bercampur bingung, banyak sekali pertanyaan yang ada didalam kepala ibuk sonya tentang semua yang dilihatnya.
"assalamu'alaikum buk, sapa marsya sambil mencium tangan ibuk sonya. dan diringi dengan david menyalami mamanya.
"iya ma, nanti aku ceritakan semuanya sama mama, sekerang aku capek mau istirahat. dan kamu marsya kamu boleh ke kamar kamu yang lama. ucap david.
"saya mau ke kamar bella dulu, ganti baju bella ya mas, buk" jawab marsya.
"kamu memangnya tidak capek nak?" tanya ibuk sonya.
"tidak buk, saya juga masih kangen sama bella" jawab marsya tersenyum sambil merangkul bahu bella.
"ya sudah, pergi sana, ibuk mau ke kamar dulu" jawab buk sonya tersenyum lebar.
sesampai dikamar buk sonya yang diikuti oleh david, dan buk sonya menagih penjelasan nya kepada david, dan david menceritakan nya semua kepada mamanya, dengan rasa haru dan bahagia ibuk sonya mendengarkannya.
__ADS_1
"apa jadinya kalau rayhan tidak menemukan marsya saat itu nak" ucap buk sonya setelah mendengar ceita dari david.
"iya buk, mangkanya aku sangat berterima kasih kepada sahabatku itu" dan satu lagi ma, aku akan melamar marsya secepatnya, aku tidak mau dia pergi lagi dari aku ma, david meminta izin kepada mamanya.
"iya nak, lakukan apa yang membuat mu bahagia, mama akan merestui nya. ucap buk sonya sambil mengelus pipi anaknya yang mulus.
"terima kasih ma, I love U" david mencu=ium pipi kiri kanan buk sonya.
Keesokan harinya david memulai aktivitasnya dikantor da marsya merasa tidak mau hidup dengan gratisan dirumah itu sebelum resmi jadi menantu ibuk sonya memutuskan untuk menjadi pengasuh bella, mengantar jemput sekolah bella dan membantu bik minah di dapur, walaupun ibuk sonya dan david sudah melarang.
Dikantor david bekerja seperti biasa, namun tiba-tiba ada seorang anita menuju keruangan david namun dihadang oleh sekretaris david, karena dalam agendanya bos nya tidak ada janji dengan siapapun hari ini.
"maaf mbak, anda ada perlu apa denga pak david, apakah anda sudah membuat janji?" tanya sekretaris nya david.
"kamu sekretarisnya david ya? apa kamu tidak mengenal saya? saya ini tunangannya bos kamu" jawab liora sombong.
"ma-maaf buk, saya tidak tau, saya baru 1 minggu bekerja disini, ucap sekretaris itu sambil menunduk.
Liora dengan muka tak tahu malu masih saja berani menemui david setelah apa yang dia lakukan dengan marsya yang sudah mengaku-ngaku tunangan nya.
"mau apa kamu datang kesini?" tanya david ketus.
"ya jelas mau menemui kamu lah david" jawab liora percaya diri sambil mencoba menggoda david.
"maaf saya sedang sibuk" saya tidak mau diganggu oleh siapa-siapa hari ini." ucap david yang terus menatap laptopnya, tanpa melirik ke liora.
__ADS_1