
"antarkan aku ke tempat bella mas, aku mau melihat bella, aku mohon mas" ucap marsya menangis memohon.
"iya sayang, mas akan mengantarkan mu ke kamar bella, tapi kamu harus janji untuk tetap kuat melihatnya" ucap david sambil mengusap kening marsya.
"hmmmm" ucap marsya mengangguk sambil menahan airmata nya.
David memimbing marsya menuju kamar rawat bella, marsya tiba didepan pintu kamar bella dia berusaha menarik napas dalam untuk tidak menangis, marsya berusaha untuk tegar dan kuat didepan bella yang belum sadarkan diri, sesampai didalam marsya melihat ibuk sonya yang ketiduran disebelah bella, sepertinya ibuk sonya kelelahan.
"maa... mama..." marsya mencoba membangunka ibuk sonya, Ibuk sonya terbangun, dari tidur nya.
"Mama tidur di kamar khusus lantai 2 saja ya, bella biar aku yang jaga sama mas david" ucap marsya lembut kepada ibuk sonya.
"tidak apa-apa marsya, mama akan tetap disini sampai bella bangun, mama tidak tenang sebelum melihat bella siuman" ucap ibuk sonya meneteskan airmata. marsya yang melihat ibuk sonya menangis, airmata nya tidak bisa tertahan lagi.
"maa... bella anak yang kuat, marsya yakin dia akan segera sadar dan berkumpul bersama kita lagi, mama jangan nangis lagi, nanti kalau bella lihat pasti dia akan ikut nangis" ucap marsya memeluk ibuk sonya.
"iya sayang, aamiin" ucap ibuk sonya menghapus airmata nya.
"oya ma, keluarga bik minah sudah dikasih kabar? tanya masrya tiba-tiba.
"sudah sayang, tadi mama sudah menepon nya, mungkin nanti malam baru akan sampai disini" ucap ibuk sonya.
Marsya duduk di samping bella, dia menatap bella dengan sayu, marsya mencoba untuk menguatkan diri, marsya mengenggam tangan bella dan beberapa kali mencium nya.
__ADS_1
"sadarlah nak, ibu disini, ibu yakin bella anak yang kuat, bangun naakkk!!!" marsya kembali menjatuhkan airmata nya.
David yang melihat mencoba memeluk marsya dari belakang, david mencoba memebrikan kekuatan kepada marsya.
"sayang, bella akan segera sadar, kamu jangan mennagis lagi ya, kasihan anak kita yang ada disini" ucap david sambil mengelus perut marsya yang sudah besar.
"iya mas"marsya hanya bisa menjawab singkat.
Oya mas akan ke kantor polisi untuk meminta keterangan polisi penyebab kecelakaan bella, kamu disini dulu sama mama ya, kalau ada apa-apa nanti langsung telpon mas" ucap david bersiap-siap mengambil kunci mobil nya.
"iya mas, kamu hati-hati ya" ucap marsya menyalami david, dan david pamit kepada ibuk sonya dengan menyalami nya.
Dikantor polisi
"selamat sore pak david" ucap polisi yang menangani kasus kecelakaan anaknya.
"begini pak, dari hasil penyelidikan kami, sepertinya mobil yang dikendarai oleh anak bapak mengalami rem blong, sehingga supir bapak tidak bisa mngendalikan nya, dan dari hasil pemeriksaan rem blong itu di duga di sengaja, karena terdapat bekas potongan tapi mereka sepertinya tidak langsung memotong habis tali rem nya, kami juga sudah memeriksa rekaman CCTV di sekitar sekolah anak anda, tapi tidak ada tanda-tanda seseorang mengerjai mobil itu, malahan supir anda tetap berada di dalam mobil saat anak anda belum keluar dari kelas nya, kami ingin melihat rekaman CCTV di parkiran halaman rumah anda, kemungkinan pelaku mengejai nya disana" polisi itu menjelaskan panjang lebar.
"Astaghfirullah, siapa yang tega melakukan ini?, david menarik napas panjang nya. "baik pak, nanti saya akan mengutus asisten saya untuk mengantarkan rekaman CCTV yang ada di halamn rumah saya, kalau begitu saya permisi dulu pak, semoga pelaku nya cepat tertangkap" ucap david dan meninggalkan kantor polisi, david langsung menuju ke rumah sakit.
setiba dirumah sakit david memutuskan untuk langsung keruangan rawat bella, dia melihat marsya masih tetap menunggu bella sadar, itu membuat david kuatir dengan kesehatan marsya.
"assalamualaikum" ucap david masuk ke dalam.
__ADS_1
"waalaikumsalam mas, bagaimana mas penjelasan polisi? tanya marsya kepada david.
"kata polisi kemungkinan kecelakaan ini motif kesengajaan, karena rem mobil nya mang dadang terbadap bekas di potong, tapi polisi masih mnyelidiki nya lebih dalam, dan mencari pelakunya" ucap david tertunduk.
"Astaghfirullah, siapa yang tega melakukan ini kepada keluarga kita mas?" ucap marsya menangis.
"Kamu yang tenang ya, kita pasti akan mengetahui siapa pelaku nya, sekarang kamu istirahat, mas tidak mau kamu kenapa-kenapa" ucap david memeluk marsya.
"iya mas, aku akan tidur di ruangan ini saja, aku tidak mau meninggalkan bella" ucap marsya.
Marsya mulai mencoba memejamkan matanya, dia mulai terlelap di sofa ruangan yang lumayan besar, namun disaat terlelap marsya kembali mengingau.
"BELLA..SAYANG KAMU MAU KEMANA NAK?? SINI SAMA IBU, KAMU JANGAN TINGGALKAN IBU NAK.. IBU SANGAT SAYANG SAMA BELLA.. BELLA..BELLA.BELLAAAAAAAAA!!!!!" marsya terbangun dengan keringat yang bercucuran.
David mendengar marsya mengigau mencoba menenangkan dan membangunkan istrinya, dia kuatir dengan keadaan marsya yang selalu mengigau tentang bella.
"kamu kenapa sayang, kenapa kamu memanggil bella??" ucap david.
"maaaas...(marsya terisak) aku takut bella kenapa-napa mas, bella seperti menjauh dari aku mas" ucap marsya mennagis dan berlari memeluk bella. "sayang... kamu bangun sayang, jangan pernah tinggalkan ibu, ibu sangat sayang sama bella, banguun sayang bella, banguuunnnn nak!!!!" marsya memeluk erat bella yang masih tidak sadarkan diri.
__ADS_1
keybord laptop author sampai basah nulis BaB ini, bella cepat sadar ya?? kasian ibu marsya!!!
author selalu berdoa bella tidak kenapa-napa ya.. jangan lupa like dan vote agar author semangat melanjutkan nya :)