Kebaikan Ayah Bella

Kebaikan Ayah Bella
Episode 22


__ADS_3

"tapi aku sudah berjanji kepada mbak liora ray ,hik..hik..hik.. kalau dia mau mendonorkan darah nya aku akan pergi jauh". marsya tidak bisa menahan tangisnya.


"tapi david tidak menginginkan itu, dia rela mati sya dari pada harus menerima darah dari perempuan itu" terang rayhan lagi. "tapi itu terserah kamu, aku tidak mau terlalu memaksakan kamu, kalau kamu lebih bahagia hidup seperti ini, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa" jelas rayhan.


"aku sebenarnya ingin sekali bertemu mas david ray, tapi aku tidak bisa melanggar janji aku sama mbak liora, bagaimanapun dia sudah menyembuhkan mas david, aku tidak baik-baik saja disni ray, tapi aku akan terus berusaha sekuat tenaga aku ray" batin marsya sambil menatap wajah rayhan.



"hari sudah sore, aku balik ke hotel dulu dan besok aku akan kembali lagi kesini, sekarang kamu jangan menangis lagi, kalau ada apa-apa kamu jangan segan-segan menghubungi aku ya sya" ucap tayhan sambil memegang bahu marsya.

__ADS_1


Rayhan pergi berlalu dari toko marsya, dan marsya masih terduduk menangis teringat kata-kata rayhan tentang david tadi, dia rasanya ingiiiiin sekali pulang ke jakarta tapi dia teringat janji nya kepada liora.


keesokan harinya rayhan kembali menemui marsya dia mencoba untuk membujuk marsya untuk kembali ke jakarta dan rayhan juga bermaksud untuk menawarkan pekerjaan dikantornya, namun marsya menolak penawaran itu, karena dia tahu jika dia balik ke jakarta dia yakin pasti akan bertemu dengan david. itu akan membuat dia semakin sulit untuk melupakan david dan bella.


"aku ingin menanyakan sekali lagi? apa kamu yakin akan tetap disini? tanya rayhan.


"i-iya ray, aku sudah memutuskan untuk tetap disini" jawab marsya menahan air matanya dan mencoba untuk tersenyum walaupun terpaksa.


"kamu hati-hati ray, dan kamu jangan pernah mengatakan kepada siapaun kalau aku disini dan anggap saja kamu tidak pernah ketemu aku" pinta marsya kepada rayhan.

__ADS_1


"aku janji sya, kamu juga hati-hati disini", jaga diri kamu baik-baik". rayhan langsung memasuki mobilnya dan meninggalkan marsya.


sepeninggal rayhan airmata marsya akhirnya jatuh, dari tadi dia mencoba menahan air itu jatuh namun rasa sedih nya begitu dalam sehingga dia tidak bisa menahan nya lagi.


David terlihat semakin kacau, dia sekarang lebih sering pulang larut bahkan pernah sampai tidak pulang kerumah, ibuk sonya yang melihat david galau seperti ini merasa sangat sedih, dia tidak tau harus berbuat apa yang david butuhkan saat ini hanyalah marsya, ibuk sonya hanya bisa berdoa agar marsya bisa kembali kerumahnya.


Pagi itu david sudah bersiap-siap berangkat kekantor, dia sekarang sangat jarang menyentuh sarapan yang ada dimeja makan, bella yang merasa perubahan ayah nya semakin membuat dia sedih dan seperti anak yang kurang akan kasih sayang orangtuanya. sebelum berangkat ke kantor ibuk sonya memanggil david.


"david, kamu sekarang kenapa menjadi seperti ini nak?, mama tau kamu sangat kehilangan marsya tapi kamu juga tidak bisa seperti ini, ingat david! kamu masih ada bella yang butuh kasih sayang kamu, apa kamu tidak sadar kalau belakangan ini dia selalu kesepian dan kurang kasih sayang dari kamu?" ucap ibuk sonya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2