Kebaikan Ayah Bella

Kebaikan Ayah Bella
Episode 41


__ADS_3

"iya ibu, bella ingin cepat-cepat sampai dirumah" ucap bella girang.


setelah semua perlengkapan bella selesai dikemas, marsya, david serta bella menuju ke mobil, namun bella kelihatan bingung setelah didalm mobil, dia melihat ke arah kemudi, bella melihat seseorang yang asing mengemudi mobil ayah  nya.


"ayah, bapak ini siapa? kok kita pakai mobil ini? kok mang dadang tidak menjemput kita? tanya bella.


marsya yang mendengar langsung melihat ke arah david, apa yang harus mereka jawab kepada bella, bella sayang dekat dengan mang dadang.


"hmmm, ini mang kosim sayang, supir baru kita, mang dadang..mang dadang.. mang dadang dia pulang kampung, karena orangtua nya sakit" jawab david mencoba mencari alasan.


"untuk sementara nanti mang kosim yang akan mengantar kamu sekolah" sambung marsya dengan tersenyum, namun dalam hatinya sangat sedih.


"owh.. tapi mang dadang balik lagi kan yah??"tanya bella penasaran.


"ayah juga tidak tahu sayang, sepertinya dia akan menetap disana" ucap david.


Tangis bella pecah, dia sangat sedih harus berpisah dengan mang dadang, orang yang sudah dianggap seperti ayah keduanya,.


"hu..hu..hu...hu.. ibuuuuuu.. aku mau tidak mau mang dadang pergi... ibuuuu.. aku mau mang dadang kembali.." bella menangis kencang.


"iya sayang.. bella jangan nangis donk, nanti mang dadang nya tidak tenang dikampung" ucap marsya menahan airmatanya, bella begitu sangat menyayangi dadang sampai dia sesedih ini mendengar mang dadang tidak akan kembali menjadi supirnya, padahal kenyataan nya mang dadang memang sudah tidak bisa kembali lagi kedunia ini.


David yang mendengar bella menangis pun mencoba untuk menahan airmatanya, david juga merasa kehilangan, david tahu betul bagaimana dadang menyayangi bella dari bayi.

__ADS_1


setelah sampai dirumah, bella buru-buru masuk menuju ke kamarnya  dan menangis, ibuk sonya yang melihat bella seperti itu bertanya-tanya, ada apa dengan cucunya yang baru sembuh.


"Bella kenapa dav?" kok dia buru-buru ke kamar sambil nangis?" tanya ibuk sonya.


Marsya mengikuti bella dari belakang karena dia kuatir dengan kondisi kesehatan bella, karena dia baru keluar dari rumah sakit.


"hmmm, dia marah ma, karena david bilang mang dadang pulang kampung dan tidak balik lagi bekerja disini, david bingung harus menjelaskan kepada bella ma" ucap david duduk di sofa sambil tertunduk.


"kamu yang sabar ya dav, suatu saat bella pasti bisa mengerti, mama juga kadang sangat sedih, dirumah ini terasa sepi dan beda karena bik minah dan dadang tidak ada lagi dirumah ini" ucap ibuk sonya sambil melihat kearah dapur yang biasa tempat bik minah menyiapakn minuman jika mereka lagi duudk di sofa ruang TV.


Marsya mencoba membujuk bella yang terus mennagis, marsya berfikir keras alasan apa yang harus dia kasih agar bella bisa mengerti dan berhenti menangis.


"bella saynag" sapa marsya, "bella sayang sama ibu dan ayah kan?" tanya marsya sambil membelai rambut bella. Bella hanya mengangguk.


"tidak mau bu"ucap bella menatap marsya yang sesegukan.


"nah, begitu juga mang dadang, jadi kita harus mengiklaskan mang dadang, bella tidak boleh nangis, nannti mang dadang disana tidak tenang" ucap marsya mencoba tegar untuk tersenyum, dan menahan airmata nya.


"iya ibu, bella akan selalu mendoakan mang dadnag supaya orangtua cepat sembuh" ucap bella menghapus airmata.


"nah.. gitu donk, sekarang bella istirahat ya, ibu temanin kamu disini" ucap marsya sambil menarik selimut menutupi tubuh bella.


Setelah bella tertidur marsya kembali ke kamar nya, dia merebahkan tubuh nya diatas kasur, badan nya terasa lelah sekali, perut nya yang buncit membuat nya sedikit susah untuk naik ke atas tempat tidur. David yang melihat marsya yang kesulitan menaiki tempat tidur nya tertawa dan membantu marsya.

__ADS_1


"perut kamu yang memebesar membuat kamu kesulitan untuk bergerak, menaiki tempat tidur ini saja sudah susah" ucap david membimbing marsya.


"kamu meledek aku ya mas??" marsya ngambek memajukan bibir nya.


"hehehehehe, semakin gemes mas melihat kamu ngambek" ucap david sambil mencupit hidung nya dan mendekap marsya kedalam dada bidang nya.


"oya mas, bagaimana perkembangan kasus kecelakaan bella? apa kamu mengenali pelaku nya? tanya marsya tiba-tiba.


"hmmm,,kita sangat mengenali pelaku nya sayang" wajah david berubah serius.


"maksud mas? siapa orang nya?" marsya kaget mendengar perkataan david, dia langsung menyingkirkan kepalanya dari dada david.


"Liora!!!" jawab david smabil mengepal tangan nya.


"apa??!!! liora mas? kenapa dia bisa tega melakukan itu kepada bella?" ucap marsya.


"Kata orang suruhan nya, sebenarnya sasaran utamanya adalah kamu sayang, namun karena kamu tidak ikut menjemput bella pulang sekolah jadi kamu tidak terlibat dalam kecelakaan itu, taapi siapapun yang ingin dia celakai, jika itu masih bersangkutan dengan keluarga mas, mas tidak akan memaafkan mereka" ucap david dengan mata memerah.


"astaghfirullah... (marsya menangis) jadi karena ingin mencelakai aku, bella jadi korban nya" marsya menangis dipelukan david.


 


Terima kasih yang sudah membaca cerita ini, jangan lupa like dan komentar positif nya ya, doakan author supaya selalu sehat dan tetap semangat melanjutkan cerita ini.

__ADS_1


__ADS_2