
"Assalamualaikum" ucap bella.
"waalaikumsalam sayang, cucu nenek sudah pulang" ibuk sonya mencoba menghapus airmatanya supaya bella tidak melihatnya.
"nenek kenapa? nenek nangis?" tanya bella dengan kening berkerut karena penasaran.
"tidak sayang, nenek tadi abis dari dapur ngeliat bik minah ngupas bawang merah, jadi mata nenek perih" jawab nenek berbohong.
"owh, bella pikir nenek abis nangis" kata bella tersenyum.
"bella besok kita susul ayah kamu ya?, kamu mau ikut nenek kan?" ucap ibuk sonya.
"tapi nek, bella kan besok sekolah.. ada acara apa sih nek? kok kita pakai suusl ayah segala, ntar kalau tante marsya pulang gak ada kita gimana nek?" ucap dengan wajah murung.
Jantung ibuk sonya berdetak saat bella menyebut marsya akan pulang. "Tante marsya gak akan pulang nak, justru kita akan menemui tante marsya mu kesana" batin buk sonya menahan airmatanya.
"Nanti nenek akan menelpon ke sekolah bella, kalau bella seminggu kedepan akan mengambil izin" jawab buk sonya lagi.
"ok deh nek" jawab bella lalu pergi ke kamar untuk mengganti bajunya.
Keesokan harinya ibuk sonya, dan bella menuju bandara, bik minah juga di ajak buk sonya untuk mengurus bella disana, karena mereka di kota itu tidak ada saudara atau rumah singgah pribadi. Bella tidak tau kalau dia akan bertemu dengan marsya sebentar lagi tapi dengan keadaan yang tidak baik, ibuk sonya kuatir bella akan terpukul melihat keadaan marsya nanti.
Setelah beberapa jam di udara, akhirnya mereka sampai di kota kalimantan, ibuk sonya menaiki taxi dan langsung menuju ke rumah sakit, setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka tiba dirumah sakit.
"nek kok kita kerumah sakit? siapa yang sakit? atau jangan ayah sakit ya nek?" tanya bella sambil menangis.
"bukan sayang, ayah kamu sehat-sehat aja, nanti kalau sudah di dalam kamu pasti akan tau sayang, sekatang kita masuk dulu ya?" jawab nenek benrjongkok mencoba membujuk bella yang menangis.
mereka melewati lorong rumah sakit, setelah hampir hampir sampai diruangan marsya bella melihat ayahnya yang duduk.
"ayaaaahhhhh!!! teriak bella sambil berlari mengejar ayahnya.
__ADS_1
David mencoba untuk tersenyum kepada bella, dia tidak mau anaknya nanti bertanya yang macam-macam.
"ayah, kenapa kita disini?" tanya bella yang berada dalam gendongan david, "siapa yang sakit yah? kita gak boleh lama-lama disni, soalnya rumah gak ada orang, nanti kalau tante marsya pulang kasihan sendirian" ucap bella dengan sedikit manja.
Mata david mulai berkaca-kaca mendengar perkataan bella, apa yang akan terjadi jika bella tau kalau tante yang ditunggu-tunggu nya pulang sedang terbaring dirumah sakit ini.
"Sayang, tante marsya tau kok kita disini? jawab david dengan mata yang berkaca-kaca menahan air matanya.
"Oya?!! ayah kok gak bilang kalau sudah nelpon tante marsya? bella sedikit merajuk.
David tidak sanggup lagi menahan airmatanya, dia mulai mennagis di depan bella dan ibuk sonya.
"ayah kenapa menangis?" tanya bella bingung.
Ibuk sonya sudah tiba di depan pintu ruangan marsya di rawat, dia tidak sabar ingin melihat calon menantunya itu.
"dimana dia nak? ibu ingin melihatnya" ucap ibuk sonya.
"kamu disini dulu sama ayah dan bik minah ya sayang? nenek mau masuk kedalam dulu" ucap buk sonya kepada bella.
"emang siapa yang sakit nek, aku mau ikut juga". jawab bella penasaran.
"sayang, kamu sama ayah ya, anak kecil gak boleh masuk" jawab david, sambil menatap buk sonya dengan memberi kode anggukan menyuruh masuk kedalam.
Ibuk sonya memakai baju khusus dan mensterilkan tangan nya, sesampai di dalam ibuk sonya tidak dapat menahan tangisnya melihat perempuan yang selama ini di rindukannya terbaring tak sadarkan diri.
"astaghfirullah marsya,!!!!!! hik..hik..hik.. kenapa terjadi seperti ini nak? bangun nak, ini ibuk, ibuk sangat merindukan kamu nak, sadarlah sayang, diluar ada bella yang selalu menanti kepulangan mu" ucap ibuk sonya memeluk tubuh marsya.
"Marsya, kembalilah nak! kami disini ada bersama kamu, kami disini sangat merindukan kamu nak, bangun lah nak" ibuk sonya terus saja menangis disamping tubuh marsya namun tidak ada tanda-tanda kesadaran marsya.
Ibuk sonya tak henti-hentinya mencium kening marsya sebelum keluar menemui david, sebelum kembali keluar dia memastikan airmatanya tidak keluar lagi agar bella tidak tambah bingung, akan sulit menjelaskan kepada nya.
__ADS_1
"mama sama bella dan bik minah akan ke hotel dulu istirahat, kasian bella kecapean" ucap ibuk sonya.
"iya ma, david sudah Pesan hotel yang dekat dari rumah sakit, jadi kita tidak perlu capek cari taxi untuk kesini" ucap david.
David lebih memilih menemani marsya, dia tidak mau sedikitpun meninggalkan marsya kecuali untuk sholat dan mandi itupun dia menyuruh beberapa perawat untuk stand by didalam.
Malam itu david memutuskan untuk melihat marsya kedalam, dia terus menatap wajah cantiknya yang sedang tertidur.
"sayang, kamu cepat bangun ya, kita semua ada disini bersama kamu, bella juga ada disini dia sudah rindu sekali dengan kamu" ucap david sambil menggenggam tangan marsya. "aku sangat mencintai kamu sayang, jangan pernah tinggalkan aku, bangun lah sayang" airmata david kembali mengalir sambil mengelus kening marsya.
Setelah leleah mennagis akhirnya david tertidur disamping tempat tidur dan kepalanya menopang disudut kasur, tiba-tiba tangan itu kembali bergerak dan kini mata marsya sedikit terbuka. namun david karena kelelahan tidak sadar akan hal itu. Marsya berusaha mengangkat tangannya, untuk mencapai puncak kepala david, dengan perlahan marsya mencoba menggerakkan akhirnya sampai juga dan membuat david terkejut.
"SAYANG!! kamu sudah sadar?!! Alhamdulillah ya Allah!!!!!!!! david terlihat sangat senang dia buru-buru berdiri dan memencet telpon untuk memanggil dokter.
Dokter mulai memeriksa marsya yang masih tampak lemah, tapi itu sudha membuat david sangat senang.
"bagaimana keadaannya dokter? apa dia sudah mulai pulih?" david sangat kesenagan sampai-sampai tidak kontrol kata-katanya.
"Alhamdulillah pasien sudah mulai pulih, kita akan memindahkan nya keruangan VVIP untuk pemulihan" ucap dokter tersenyum.
"Alhamdulillah sayang, kamu sudah sadar" ucap david ke marsya yang masih sedkit bingung.
"Mm..mas David!!" ucap marsya lemas.
"iya sayang, aku disini bersama kamu" ucap david sambil menggenggap tangan marsya.
"aku kenapa mas? kenapa kamu bisa tau aku ada disini? tanya marsya lemas.
"jangan tanyakan itu dulu ya, kamu baru sadar dari koma, jadi kamu harus banyak-banyak istirahat" kata david membelai kening marsya.
__ADS_1