
marsya hanyak tersenyum tipis melihat orang yang selama ini yang dia rindukan ada bersamanya, dan tak lama dokter datang bersama perawat, mereka ingin memebawa ke kamar perawatan VVIP.
Marsya sudah pindah ruangan, dan david baru ingat kalau dia harus memberitahukan mama nya kalau marsya sudah sadar, david mengeluarkan hp dari sakunya.
"sebentar ya sayang, mas telpon mama mau kasih tau kalau kamu sudah sadar, biar langsung kesini sama bella, kamu sudah kangen kan sama dia?" ucap david sambil memencet hp nya mencari kontak mamanya.
"tuuuutt..tuuuuuttttt..." david mencoba menelpon mama nya.
"Iya david" ibuk sonya mengangkat telpon.
"marsya ma" ucap david terputus saking bahagianya.
"Marsya kenapa sayang, apa dia semakin memburuk? mama akan kesana sekarang" jawab ibuk sonya panik dan jantung nya berdegup kencang.
"Maaaaa... tenang dulu, marsya aat ini sudah sadar ma, dia udah buka matanya" jawab david mencoba berbicara dengan tenang.
"Alhamdulillah Ya Allah.. Mama akan kesana sekarang sama bella" ucap ibuk sonya dengan senang.
"Iya ma, nanti david tunggu di depan soalnya marsya sudah dipindahlan keruangan perawatan VVIP".
"iya..iya sayang, mama akan segera kesana" jawab buk sonya buru-buru.
Marsya yang tadi meperhatikan david masih merasa tidak percaya kalau akan bertemu lagi.
"kamu kenapa sayang? menatap aku seperti itu?" tanya david sambil tersenyum. "calon suami kamu tambah ganteng ya?" tanya david lagi mencoba membuat marsya tersenyum.
"Bella ada disini juga mas? tanya marsya lagi.
"iya sayang, mama tidak mungkin meninggalkan bella sendiri dijakarta, bahkan bik minah juga ikut kesini untuk mengurus bella" jawab david lagi.
"aku sudah menyusahkan kalian ya mas" jawab marsya sedih.
__ADS_1
"tidak sayang, mas gak pernah merasa direpotkan sama kamu.. kamu jangan berbicara seperti itu ya?" jawab david meremas jemari marsya.
tak lama kemudian ibuk sonya dan bella datang, david lupa kalau harus menjemput mereka didepan untung saja ada perawat yang mengantarkan mereka.
"Assalmu'alaikum......." ucap ibuk sonya.
bella yang dari tadi hanya diam tiba-tiba kaget melihat marsya di depannya. "Tanteeeeeeee!!!!!!! bella kangen, tante kenapa disini, tante sakit apa? " bella meraung menangis memeluk marsya.
marsya membalas pelukan nya sambil tidur dengan erat, dia pun sangat merindukan bella.
"tante sangat merindukan kamu sayang" ucap marsya lemas.
"ibuk apa kabar" tanya marsya.
"ibuk baik sayang, syukur alhamdulillah kamu sudah sadar nak, ibuk kuatir terjadi apa-apa sama kamu! ucap buk sonya sambil mencium marsya.
"maaf ya ibuk, gara-gara aku ibuk jadi repot kesini" ucap marsya.
"tidak nak, kamu itu udah seperti anak ibuk sendiri, jadi kalau ada sama kamu ibuk tidak akan bisa tenang" ucap ibuk sonya senang.
"gak apa-apa mas, aku juga kangen banget sama dia" jawab marsya sambil mencium kening bella.
David dan ibuk sonya hanya bisa tersenyum lebar melihat kedekatan mereka berdua, bella yang ceria sudah kembali lagi. lagi asik bercanda tiba-tiba rayhan muncul dari balik pintu.
"Assalamu'alaikum" sapa rayhan didepan pintu.
"waalaikumsalam" jawab david yang langsung menyalami rayhan.
"hai bro, sorry aku lupa mengabari kamu kalau marsya sudah sadar" ucap david.
"iya tidak apa-apa, aku kesini hanya mau pamit saja karena aku harus berangkat ke surabaya ada urusan proyek" ucap rayhan. " gimana keadaan kamu sekarang sya?" tanya rayhan lagi sambil mendekat kearah tempat tidur marsya.
__ADS_1
"Alhamdulillah ray", kok kamu bisa tau aku dirumah sakit ray?" tanya marsya bingung.
"sayang, asal kamu tau rayhan lah yang sudah bawa kamu ke rumah sakit ini, kalau tidak ada dia mas tidak tau apa yanga akan terjadi sama kamu selanjutnya, dan kita tidak akan bersama seperti ini" ucap david sambil melirik rayhan dengan senyuman haru.
"maksud nya mas? mas rayhan menemui aku ke kalimantan saat kejadian?" tanya marsya lagi.
"bukan sya, aku awal nya mau mengetahui kabar kamu, soalnya kan kamu dikota ini sendirian trus sudah hampir 3 bulan kamu tidak ada kabar, jadi aku berinisiatif untuk menghubungi kamu, tapi tidak diangkat-angkat namun setelah beberapa menit kemudian kamu menghubungi ku balik tapi itu bukan kamu, tapi orang yang menolong kamu saat kamu pingsan dengan besimbah darah karena tusukan pisau" rayhan mencoba menjelaskan sama marsya panjang lebar.
"iya aku ingat sekarang, hari itu aku di ikuti oleh orang berboncengan dan mereka mengancam kalau aku tidak memberikan tas aku dia bakal nusuk aku, aku mencoba mempertahankan aku dan menawarkan uang kepadanya, tapi perampok itu tetap saja menginginkan semuanya, saat aku menarik paksa tas itu dia menusuk perut ku dan aku terjatuh dari motor yang aku tumpangi, abis itu aku tidak tau lagi tiba-tiba sadar sudah ada dirumah sakit dan ada mas david" marsya menjelaskan semua yang terjadi dengan linangan airmata.
"kenapa tidak kamu biarkan tas itu diambil dan kamu pasti tidak akan terluka sayang" ucap david sambil menghapus airmata marsya.
"didalam tas itu banyak barang kenangan dari kamu mas, fhoto oragtua satu-satunya dan juga surat-surat berharga lainnya, kalau itu hilang aku susah mau mengurunya mas" ucap marsya menangis lagi.
"ya sudah, kamu jangan menangis lagi ya" yang penting sekarang kamu sudah sembuh anggap aja ini takdir Allah untuk mempertemukan kita" ucap david sambil mendekap marsya. "oh iya, kenapa kamu menyuruh rayhan untuk mengrahasiakan pertemuan kalian? kamu tidak rindu sama calon suami mu yang ganteng ini? tanya david sambil mencoba menggoda marsya.
"hmmmm mulai deh, aku sangat merindukan kamu mas, tapi aku sudah berjanji sama wanita itu jadi..... " ucapan marsya terputus. "tidak ada yang bisa memisahkan kita" lanjut david memotong kata-kata marsya.
Melihat mereka begitu mesra karena terlalu lama tidak bertemu membuat rayhan merasa harus segera meninggalkan tempat itu.
"yaudah dav, sya, aku pergi dulu ya.. jaga diri kalian baik-baik nanti aku tunggu kalian dijakarta saja" ucap rayhan.
"Ok ray, kamu hati-hati dijalan, dan sekali lagi aku ucapkan terima kasih ya" ucap david bersalaman.
"iya bro, da sya, aku pergi dulu" sambil melambaikan tangannya ke marsya.
"iya ray, terima kasIh, hati-hati" ucap marsya mencoba tersenyum.
Udah seminggu marsya dirawat stelah sadar dari koma, dokter belum membolehkan nya pulang namun karena bella sudah terlalu lama libur sekolah jadi ibuk sonya memutuskan untuk pulang duluan ke jakarta bersama bella.
"Tante cepat sembuh ya, bella tunggu tante dan ayah dirumah" ucap bella memeluk marsya.
__ADS_1