Kebaikan Ayah Bella

Kebaikan Ayah Bella
Episode 29


__ADS_3

"tante jangan main-main sama aku ya, bagaimana pun david harus tetap jadi milik aku". ucap liora sambil berlalu meninggalkan ibuk sonya. liora sangat marah dan kecewa atas apa yang dikatakan ibuk sonya.


David masih setia menemani marsya dirumah sakit, dokter masuk memeriksa keadaan marsya.


"pasien insyaallah besok sudah bisa pulang, tapi harus tetap menjalankan pemeriksaan rutin sekali seminggu ke rumah sakit" ucap dokter setelah mengecek keadaan marsya.


"Rencana calon istri saya ini akan saya bawa ke jakarta, kalau bisa nanti kami akan check up rutin di jakarta saja dok!" ucap david.


"Baiklah pak, saya akan buat surat keterangan rujukan pasien, anda bisa memebawa ibuk check up disana" dokter tersenyum dan meninggalkan marsya dan david.


David terlihat senang mendengar bahwa marsya sudah bisa keluar dari rumah sakit, dan dia langsung mengambil handphone untuk mengabari ibuk sonya.


"sebentar ya sayang, aku mau mengabari mama dulu" ucap david pergi keluar ruangan marsya.


"iya mas" marsya mengangguk pelan.


"tuuutt..tuuttt.." david menunggu ibuk sonya mengangkat telpon.


"Hallo" jawab ibuk sonya.


"ma!! alhamdulilah marsya besok sudah bisa keluar dari rumah sakit, dan rencana nya aku mau langsung terbang ke jakarta" saut david dengan nada senang.

__ADS_1


"kamu sebaiknya jangan langsung bawa marsya ke jakarta dulu dav, ibuk takut dia kenapa-kenapa jika langsung pulang ke jakarta". ucap ibuk sonya dengan wajah cemas.


"maksud mama apa? kok mama bilang begitu? ada apa ma?" tanya david heran.


"Tadi liora kerumah, dia menanyakan keberadaan kamu, dan dia bersikeras ingin menikah dengan kamu, mama takut jika dia tau marsya ada disini dia akan vervuat sesuatu yang akan menyakiti marsya, keadaan marsya masih lemah mangkanya mama takut dia kenapa-kenapa nanti sayang". jelas ibuk sonya.


"dasar wanita gak tau diri, apa sih maunya dia?!!, sudah jelas aku tidak menyukai nya ma! david mulai emosi mendengar penjelasan mamanya. "ya sudah ma, aku akan tinggal disini untuk beberapa minggu, nanti urusan liora aku akan bereskan dari sini ma!" lanjut david lagi.


David menutup telpon nya dan menemui marsya yang sedang memakan buah yang sudah dikupas oleh david tadi sebelum dokter memeriksa nya.


"mas.. kamu kenapa? kok wajah kamu murung? ada masalah dikantor?" tanya marsya melihat wajah david berubah drastis sebelum dia menelpon.


"aku tidak kenapa-kenapa sayang, tadi hanya ada sedikit masalah, tapi sudah diatasi kok sama asisten nya mas" david membelai puncak kepala marsya sambil tersenyum.


"tidak sayaaaaang" kamu jangan mikir yang macam-macam ya" besok kita akan keluar dari sini" ucap david.


"Maaasss... apa kita langsung ke jakarta? tanya marsya.


"kalau kita dikalimantan dulu sekitar beberapa minggu, kamu tidak keberatan kan sayang?" ucap david sedikit pelan.


"kenapa mas? kantor kamu bagaimana? kamu sudah terlalu lama meninggalkan kerjaan kamu mas" marsya bingung.

__ADS_1


"kata dokter kamu harus melakukan check up disini dulu sebelum terbang ke jakarta, abis itu baru dia bisa memberikan surat keterangan rujukan nya" jelas david berbohong.


"owwhh, yaudah mas aku nurut aja sama kamu!" ucap marsya tersenyum.


"gitu donk sayang, kamu harus nutur sama calon suami kamu"ucap david tersenyum sambil mengehembus kan napas panjang dibelakang marsya karena lega marsya tidak curiga.


Keesokan harinya marsya dan david membereskan perlengkapan mereka, dan siap pergi meninggalkan rumah sakit.


"Mas, kita kerumah aku saja ya?" ucap marsya.


"kita ke hotel saja sayang, soalnya kan rumah kamu sudah lama tidak diurus karena kamu hapir 1 bulan dirumah sakit  pasti banyak debu nya, itu tidak baik dengan kesehatan kamu sayang, tidak mungkin kamu membersihkan nya dulu!" jelas david.


"tapi mas, kita kan belum muhrim kalau aku ikut sama kamu ke hotel, aku takut nanti kita khilaf mas! ucap marsya dengan wajah yang cemberut.


"hehehe, kamu kalau cemberut gitu lucu sayang!! kamu jangan takut, aku sudah menyewa kamar hotel dengan 2 ruang tidur, jadi siapa bilang kita akan sekamar?!" david coba mencolek dagu marsya.


marsya yang tadinya cemberut langsung tersenyum sumringah, dan menyandarkan kepala nya ke lengan david. tak terasa mereka sudah sampai di hotel, dan menurunkan semua barang-barang mereka dibantu oleh pelayan hotel.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2