Kebaikan Ayah Bella

Kebaikan Ayah Bella
Episode 18


__ADS_3

"Oke, kalau gitu setelah saya mendonorkan darah saya ini, saya minta sama kamu untuk pergi meninggalkan david dan memutuskan untuk membatalkan pernikahan kalian"simpel saja kan?" ucap liora puas.


"gimana bisa aku meninggalkan mas david, aku mencintai mas david, dan kami akan segera menikah." marsya memohon kepada liora.


"terserah kamu mau atau tidak, saya akan membatalkan untuk mendonorkan darah saya ini, liora mulai mengancam.


"oke, saya terima saya akan meninggalkan david dan pergi jauh dari dia. jawab marsya sambil terisak-isak. Ibuk sonya tidak kuat melihat marsya dia mau mengorbankan cintanya demi nyawa anaknya.


"kamu yakin nak? kita masih ada waktu untuk mencari orang lain sayang" ucap buk sonya.


"tidak buk, saya tidak apa-apa yang penting mas david selamat buk. jawab marsya dengan air mata deras. dia tidak sanggup rasanya harus berpisah dengan david, marsya sangat mencintai david.


"maaf kan aku mas" cuma itu yang bisa marsya ucapkan sambil menatap pintu IGD.


Marsya mencoba membujuk bella dnegan mengatakan ada urusan keluar kota, namun marsya tidak sanggup menahan airmata nya. harus meninggalkan orang-orang yang dia cintai.


"sayang, tante pamit pergi dulu ya" kamu jaga ayah ya sayang, tante akan mendoakan ayah kamu dari jauh supaya ayah kamu cepat sembuh. marsya memeluk erat bella.


"tante, janji bakal balik lagi kan?" bella tidak mau jauh dari tante" bella meraung tidak dapat menahan airmatanya.

__ADS_1


"buk, saya titip mas david ya, saya akan selalu mencintai mas david walaupun kami tidak bersama" melihat mas david sembuh saja saya sudah merasa bahagia buk. marsya memeluk ibuk sonya dengan air mata yang tidak bisa tertahankan.


liora sangat gerah melihatnya, sehingga dia cepat-cepat menyuruh marsya pergi dari rumah sakit itu.


Melihat kepergian marsya bella meraung lebih keras, da ibuk sonya dengan sekuat tenaga memeluk bella agar dia bisa tenang. beberapa saat kemudia dokter keluar dengan mengatakan kalau david sudah melewati masa kritisnya. semua merasa bersyukur namun sedih apa yang harus mereka katakan kepada david.


Keesokan paginya, ibuk sonya dan bella tidur diruang rawat david, namun tiba-tiba jari david bergerak dan bella yang melihat itu langsung memanggil neneknya yang sedang duduk disofa sambil melamun.


"sebentar ya sayang, nenek panggilkan dokter" ucap ibuk sonya.


beberapa saat dokter pun datang, dan memeriksa david yang berusaha membuka matanya. namun nama yang disebutnya pertama kali adalah marsya.


ibuk sonya berusaha menahan airmatanya, dan bella pun mulai meraung menangis mengingat marsya yang sudah pergi. "bella ikut nenek ya, biar om dokternya periksa ayah" bujuk buk sonya supaya bella tidak mengatakan dulu yang sebenarnya mengingat david yang masih setengah sadar, ibuk sonya takut akan memperburuk kesehatan nya.


"Dok..ter say..ya ken...napa? david sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Bapak sekarang dirumah sakit, bapak harus banyak istirahat, jangan terlalu banyak bergerak".


Mendengar saran dokter david kembali tertidur, karena  badannya masih terasa lemas. buk sonya dan bella berusaha menahan suara tangis nya supaya tidak terdengar oleh david.

__ADS_1


setelah beberapa jam kemudian david kembali terbangun, dia melihat sekeliling nya hanya ada bella dan ibuk sonya.


"dimana marsya ma?" tanya dapit ke buk sonya.


"Did..did..dia pulang sebentar mengambil pakaian ganti kami. jawab buk sonya terbata. dia juga bingung harus mengatakan apa. tidak mungkin dia mengatakan semua yang sudah terjadi, itu akan memperburuk kesehatannya.


Bella hanya menangis, membuat david merasa ada yang tidak beres selama dia tidak sadarkan diri.


"ayah!! hu..hu..hu.., ayah cepat sembuh ya.. bella tidak mau ayah sakit" bella tidak bisa menahan tangisnya. Bella sudah di pesankan oleh ibuk sonya jangan mengatakan apa-apa tentang tante marsya.


"kamu tenang aja sayang, sebentar lagi ayah sembuh dan bisa pulang kerumah" david memeluk bella dan mengusap kepalanya.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2