
FLASHBACK ON
Marsya melihat bahan-bahan kue nya sudah banyak habis, dia hari ini akan kepasar untuk berbelanja semua keperluan tokonya.
seperti biasa marsya memesan ojek online terlebih dahulu, setelah beberapa menit kemudia ojol yang dipesannya datang, namun saat dipertengahan jalan ada motor yang mengikuti mereka, namun marsya tidak merasa curiga, dia berpikir itu hanya pengendara biasa yang tidak mau mendaului kendaraan yang dia tumpangi.
namun saat setelah melewati lampu merah, jalanan itu sepi tiba-tiba pengendara motor yang ada dibelakang marsya langsung menyalip ke samping kendaraan yang dia tumpangi sambil menodongkan pisau kearah marsya.
"serahkan tas kamu, atau pisau ini akan melukai tubuh kamu, namun marsya berusaha untuk mempertahankan tas itu" disamping isi nya uang di tas itu ada berkas-berkas penting.
"kamu mau apa? tolong jangan ambil tas saya, kalau mau uang saya akan berikan uang saya, tapi tolong jangan ambil tas ini" jawab marsya sambil memeluk tas nya erat.
"alah!!! banyak omong kamu" penodong itu langsung menusukkan pisaunya ke perut marsya dan merampas tas nya sehingga iya terjatu terpental dari motor yang ditumpanginya, dan handphone yang didalam kantong celananya pun keluar.
Orang ramai mengerumuni nya, setelah beberapa lama ambulance datang, dan salah seorang penolong berusaha meraih handphone yang terjatuh tidak jauh dari korban, dia berinisiatif membuka handphone tersebut mana tau disana ada nomor yang bisa dihubungi, kebetulan saat membuka hp itu dia melihat 3 panggilan tidak terjawab, sipenolong langsung menghubungi nomer tersebut.
FLASHBACK OFF
setelah beberapa jam rayhan akhirnya sampai dikalimantan, dia langsung menuju kerumah sakit yang suda diberitahu oleh sipenelpon tadi. sesampai nya dirumah sakit dia mencoba menanyakan pasien, dan perawat yang berajaga memberikan informasi bahwa pasien korban perampokan tadi sedang berada diruang operasi. langsung saja rayhan berlari kearah ruang operasi. tak lama rayhan sampai didepan ruang operasi, dokter keluar dan rayhan langsung menanyakan keadaan marsya.
__ADS_1
"dokter, bagaimana keadaan pasien yang korban perampokan tadi?" tanya rayhan dengan tegas.
"Pasien mengalami pendarahan di otak nya akibat benturan sangat keras saat jatuh dari motor nya, dan saat perampok itu menusukkan pisau keperut korban, pisau itu mengenai ususnya, jadi kita harus memotong sebagian usunya yang rusak" ucap dokter
"jadi kapan dia akan sadar dok?" tanya rayhan dengan mata berkaca-kaca.
"Korban dalam masa kritis, kita doakan saja, korban bisa cepat melewati masa kritisnya". ucap dokter sambil menepuk pundak rayhan berusaha mentabahkan hati tayhan.
"Ya Allah, berikan kesembuhan kepada marsya" rayhan duduk di depan ruangan marsya, dia hanya bisa menunduk, dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Setelah seharian rayhan menunggu marsya, tiba-tiba seorang perawat berlari dengan wajah panik menmanggil dokter.
"Dokter, pasien yang diruangan ICU kejang-kejang" ucap perawat itu smabil berlari.
Rayhan yang mendengar hal itu langsung berdiri dan menangis melihat keadaan marsya yang memburuk.
"sus!! ada apa dengan pasien didalam?" tanya rayhan panik.
"pasien kejang-kejang pak, dokter akan memeriksanya, bapak tenang dulu, dan berdoa saja tidak terjadi apa-apa" terang perawat itu.
__ADS_1
"ya Allah, jangan engkau ambil dia, berikan kesembuhan kepadanya ya Allah" rayhan terus berdo'a.
setelah beberapa lama dokter keluar. " bagaimana keadaannya dok?" tanya raihan.
"seperti nya pasien dalam keadaan koma, untuk sekarang ini hanya mukjizat Allah yang bisa menyembuhkannya" ucap dokter itu dengan tenang, "kita serahkan semua nya kepada Allah" lanjut dokter.
"apa saya boleh melihat kedalam dok" tanya rayhan.
"silahkan, anda bisa masuk dengan keadaan steril, dan menggunakan baju khusus" ucap dokter itu lagi.
Rayhan masuk kedalam ruangan itu, dia melihat banyak selang dan alat-alat lainnya yang menempel ditubuh marsya.
"Astagfirullah!!!!!!hik..hik..hik.. kenapa ini semua terjadi sama kamu sya?" harusnya aku tidak membiarkan kamu sendiri dikota asing ini" rayhan menangis sambil manatap wajah marsya.
"kamu harus bertahan marsya, aku yakin kamu pasti kuat sya, david dan bella masih mencari keberadaan kamu sya, aku juga tidak tau harus mengatakan apa kepada mereka kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu sya" ucap rayhan sambil duduk dikursi samping tempat tidur marsya.
Setelah beberapa hari rayhan menemani marsya dirumah sakit, namun tidak ada perembangan apapun, dokter pun sepertinya hanya bisa menunggu mukjizat dari Allah, karena keadaannya bukan semakin berkembang malah semakin memburuk.
__ADS_1