
setelah beberapa hari beristirahat dirumah, hari ini david mulai melakukan aktifitasnya dikantor, dia berangkat kerja setelah mengantar bella ke sekolah. semenjak kepergian marsya, bella hanya ingin sekolah diantar oleh ayahnya.
sesampai dikantor david tidak bisa berkonsentrasi bekerja, pikiran nya selalu dihantui oleh marsya, namun tiba-tiba liora masuk tanpa mengetuk pintu.
"hallo david sayang!!" liora menyapa dengan nada lembut.
"ngapain kamu kesini? saya tidak ingin diganggu siapa-siapa. ucap david dingin tanpa menoleh ke arah liora.
"kamu kenapa jutek sekali sih? asal kamu tau ya, aku ini malaikat penolongmu sayang, jadi kamu harus memperlakukan aku dengan baik. ucap liora sambil tersenyum.
"kalau aku bisa mengeluarkan darah ini lagi, aku akan mengeluarkannya dari tubuh ku ini, walaupun aku harus mati aku tidak sudi menikah dengan kamu sampai kapanpun. ingat itu liora" ucap david berdiri dengan nada emosi mengarahkan telunjuknya ke wajah liora.
"kamu jangan egois david, sampai kapan kamu terus menolak aku? harus bagaimana lagi sih supaya kamu bisa cinta lagi sama aku?" liora emosi dengan mata berkaca-kaca.
"aku pusing, silahkan kamu keluar dari ruangan aku, dan ingat satu hal jangan pernah mencoba memisahkan aku dengan marsya". ucap david meninggalkan liora dan kembali ke meja kerja nya.
liora yang sangat kecewa dan marah langsung meninggalkan david, dia sakit hati dengan perkataan david hingga dia mengeluarkan tangisnya didalam mobil.
__ADS_1
David duduk dimeja kerja dengan meremas rambutnya, dia masih berfikir kemana marsya pergi. dan tiba-tiba dia ingat dengan rayhan, apa mungkin marsya menemui rayhan dan bekerja kembali di perusahaan rayhan. cepat-cepat david mengambil handphone nya dan menghubungi rayhan.
"tuuuuttt..tuuuuuttttt..."
"hallo bro!!" rayhan menjawab telponnya.
"ray, kamu dimana sekarang?" tanya david.
"aku dikantor cabang surabaya dav, ada apa?" jawab rayhan.
"Mmmm...gini ray,Marsya ada sama kamu atau menghubungi kamu? tanya.
"ada sedikit masalah ray, marsya milih untuk pergi meninggalkan rumah ray, kapan kamu balik ke jakarta? aku akan menceritakannya semua sama mu" ucap david.
"oke oke aku mungkin satu jam lagi terbang ke jakarta, nanti kita ketemu di kafe biasa saja, nanti aku menghubungi mu kembali" ucap rayhan.
David pun menutup telponnya, dan mulai membereskan barang-barangnya di atas meja. Whatsup dari rayhan masuk, dan david langsung melajukan mobilnya ke arah kafe yang sudah mereka tentukan. di kafe itu david menceritakan semuanya sehingga membuat rayhan merasa kwatir dengan marsya dan dia juga turut sedih dengan nasib marsya. bagaimana tidak rayhan belum bisa menghilangkan perasaan nya terhadap marsya, dia siap menerima marsya jika david memang ingin meninggalkannya. tapi rayhan juga akan tetap berusaha membantu david untuk mencari marsya.
__ADS_1
Setelah beberapa hari mereka mmemerintahkan beberapa orang untuk mencari marsya, tak ada satupun yang menemukannya. david selalu menyendiri dikamar dan bella juga tak henti-hentinya menanyakan marsya kepda ayahnya.
"ayah.. tante marsya kapan balik?" aku kangen dia ayah!" ucap bella.
"ayah janji akan menyuruh tante marsya cepat pulang sayang! sekarang kamu tidur ya" jawab david sambil mencium kening anaknya.
Keesokan harinya, rayhan menemui david untuk memberitahukan kalau dia akan keluar kota dan mungkin tidak bisa untuk sementara mencari marsya, karena kota yang akan dia kunjungi di luar jawa.
"ok ray, tidak apa-apa aku akan berusaha mencari nya sendiri" jawab david tersenyum sambil menepuk bahu sahabat nya.
"tapi kamu tenang aja dav, aku akan tetap suruh orang buat bantu kamu cari marsya sampai ketemu" ucap rayhan lagi.
"terima kasih ray" david tersenyum.
__ADS_1